Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 47


...~Happy Reading~...


“Abi, tolong izinkan saya untuk menemui Khalifa. Saya sangat ingin bertemu dengan nya,” pinta Hilal untuk ke sekian kalinya.


Sudah hampir satu minggu, dirinya tidak bisa menemui Khalifa. Padahal, rumah mereka tepat bersebelahan, akan tetapi ia merasa seperti ada dinding yang begitu tinggi menjulang hingga membuat nya tidak bisa menemui sang istri.


Aca sudah di perbolehkan untuk pulang, akan tetapi anak kecil itu tengah menginap di rumah Hasna dan Ali. Awalnya, Aca ingin menginap di rumah Mila, akan tetapi di larang oleh Hilal. Sejak hari dimana ada salah paham antara dirinya dan Khalifa, ternyata semua itu tak lepas dari campur tangan kakak ipar nya sendiri.


Keluarga Hilal benar benar kacau, dirinya di tinggalkan Khalifa dan ia mengalami kerugian yang cukup besar di pabrik karena keteledoran kakak nya sendiri, Arman.


Bukan sepenuhnya kesalahan Arman, melainkan Mila yang terus mendesak dan memaksa suaminya untuk memakai uang di Pabrik untuk membuatkan nya sebuah tempat praktek agar dirinya tidak terus bergantung dengan jam kerja.


Akan tetapi, semua keinginan itu kini justru malah menjadi boomerang untuk nya sendiri. Kedua mertua nya begitu kecewa dengan nya dan marah tentu nya, terlebih saat kedua mertuanya tahu bahwa ia berniat untuk mendekatkan Hilal dengan adik nya, Melly. Sedangkan Hilal sendiri sudah menikah dan memiliki Khalifa.


Entah apa yang ada di pikiran Mila saat ini, akan tetapi semua perbuatan nya sangat jauh dari bayangan keluarga suami nya. Tidak ada yang menyangka,bahwa ternyata Mila bisa memiliki pemikiran yang begitu kotor dan picik seperti itu.


“Abi, saya sudah jelaskan kepada Abi, foto itu hanya rekayasa. Saya tidak pernah berbuat yang tidak tidak di luar sana, demi Allah Abi, saya hanya mencintai Khalifa, dan saya tidak akan pernah mengkhianati nya!”


Sementara itu, abi Mike masih bergeming di ambang pintu nya sambil menatap wajah menantu bungsu nya. Ia menarik napas nya cukup panjang, lalu hembuskan perlahan. Ia sudah mendengar semua cerita yang sebenarnya dari besan nya, yang tak lain adalah kiyai Abdul.


Beliau pun sampai mendatangi dirinya untuk meminta maaf langsung perihal kesalahpahaman antara anak dan menantu nya. Akan tetapi, Abi Mike juga tidak ingin memaksa, karena semua ini adalah kemauan Khalifa sendiri.


Meskipun ia sudah tahu cerita yang sebenarnya dan mungkin ia sudah memaafkan Hilal. Akan tetapi, tak bisa di pungkiri bahwa ia juga masih merasa kecewa dengan perlakuan Hilal kepada anak nya.


Bagaimana bisa Hilal memasang foto mantan istrinya di dalam kamar, yang mana kamar itu adalah tempat paling privasi dalam sebuah hubungan suami dan istri.


Memang benar, Khalifa adalah istri kedua, akan tetapi tetap saja ia pasti butuh tempat privasi dan mungkin tidak ada wanita di luar sana yang mau dan rela memasang foto mantan istri dari suaminya di dalam kamar, di depan tempat tidur. Dimana setiap kali ia akan tidur dan bangun tidur akan langsung menatap ke arah dinding yang terpajang foto itu.


“Tapi Abi, sungguh saya harus bertemu dengan Khalifa. Saya mohon,” pinta Hilal kini sampai mengatupkan kedua tangan nya di dagu untuk memohon kepada mertua nya.


“Hilal, tenangkan diri kamu dulu. Jangan khawatirkan Khalifa, dia aman bersama keluarga nya! Gunakan kesempatan ini untuk merenung, mungkin kalian masih butuh waktu untuk menyendiri dan saling introspeksi diri.” Ucap abi Mike pada akhirnya dengan suara yang kembali lembut, “Kamu tau Aisyah istri rasulullah? Bahkan Khadijah yang sudah meninggal dunia pun tak luput dari sikap cemburu Aisyah.”


Hilal terdiam untuk beberapa saat, lalu ia menganggukkan kepala nya dengan sangat pelan dan tatapan mata yang sedikit kosong.


“Pada hakikatnya, tidak ada satupun wanita di dunia ini yang tidak pencemburu. Tolong, pikirkan baik baik perkataan Abi! Lepaskan Khalifa atau lepaskan Kirana! Pilih salah satu, karena kamu tidak akan bisa menyimpan kedua nama itu di dalam hati kamu.”


“Temui Abi saat kamu sudah bisa memilih!” imbuh abi Mike lalu ia segera masuk ke dalam rumah dan membiarkan Hilal terdiam mencerna semua ucapan nya di depan rumah nya.


...~To be continue ......