
...~Happy Reading~...
“Hah! H—hamil? A—apakah dokter yakin?”
Belum lama ia sadar dari pingsan nya, seorang dokter datang dan langsung memeriksa Khalifa. Dan betapa terkejut nya ia ketika dokter itu mengatakan bahwa kemungkinan besar dirinya tengah berbadan dua.
“Insyaallah saya yakin.” Jawab dokter itu dengan senyuman yang terus mengembang di bibir nya.
“T—tapi dok! Saya sedang datang bulan, jadi saya tidka mungkin—“
“Apakah darah haid itu keluar banyak?” tanya dokter langsung mengerutkan dahi nya.
Khalifa terdiam, mengingat kembali saat semalam dirinya merasakan sakit luar biasa di area perut bawah nya yang ternyata dirinya mengalami menstruasi, “Tidak Dok, hanya sedikit seperti flek, tapi memang saya setiap akan datang bulan pasti akan seperti itu.”
“Alhamdullilah, syukurlah jika hanya keluar flek. Kemungkinan itu adalah darah implantasi. Tadi pagi, gus Hilal datang ke ruangan dokter Barko, dan beliau tidka menemukan adanya penyakit apapun. Karena kebetulan saya ada di sana, jadi saya yang menyarankan agar gus Hilal membawa ning Khalifa untuk datang ke rumah sakit. Tapi saya menunggu hingga sore ini tidak ada, sampai akhirnya saya di telfon untuk datang memeriksa ning Khalifa disini.”
Kini, Khalifa langsung terdiam. Memang dokter Ayumi adalah dokter keluarga di Pondok itu, sejak pertama kali abi Mike datang ke Bandung, bisa di katakan sejak dirinya masih kecil, keluarga nya dan keluarga kiyai Abdul sudah di pegang oleh dokter Ayumi dan suami nya yang bernama Barko.
“J—jadi, yang mengusulkan saya ke rumah sakit kepada gus Hilal adalah dokter Ayumi?” tanya Khalifa sekali lagi memastikan, yang mana hal itu langsung di balas anggukkan kepala oleh dokter Ayumi sendiri.
“T—tapi ... “
“Ning, untuk lebih pastinya, Ning Khalifa bisa testpack, kebetulan saya selalu membawa nya. Atau jika masih kurang yakin lagi, bisa langsung datang ke rumah sakit untuk melakukan USG.” Imbuh dokter Ayumi meyakinkan.
Cklek!
Pembicaraan Khalifa dan dokter Ayumi pun terhenti saat mendengar suara pintu terbuka. Memang sejak tadi, pintu kamar nya sengaja di tutup atas permintaan dokter Ayumi saat hendak memeriksa perut Khalifa.
“Alhamdulilah, tidak ada yang perlu di khawatirkan, karena saat ini—“
“Khalifa gapapa Abi, hanya kecapean saja.” Dengan cepat Khalifa memotong perkataan dokter Ayumi, hingga membuat wanita itu langsung mengerutkan dahi nya, “Khalifa terlalu banyak pikiran jadi sedikit stres dan lelah.” Imbuh terpaksa berbohong.
“Kamu yakin?” tanya abi Mike sekali lagi, entah mengapa ia merasa seperti ada yang di tutupi oleh putri nya sendiri.
“Insyaallah Khalifa benar tidak apa apa, Abi,” Khalifa tersenyum, ia menggenggam tangan ayah nya dengan begitu lembut, “Khalifa hanya butuh istirahat.”
“Ah baiklah kalau seperti itu.” Tidak ingin memaksa putri nya, abi Mike pun akhirnya mengalah pasrah. Meskipun ia yakin dan percaya bahwa firasat nya merasa putri nya sedang menyembunyikan sesuatu, namun abi Mike tidak mau membuat putri nya semakin tertekan akibat paksaan nya.
Abi Mike segera mengajak dokter Ayumi untuk keluar setelah meresepkan beberapa obat dan vitamin untuk Khalifa. Dan disini lah abi Mike berada, di ruang tamu, laki laki paruh baya itu menahan kepergian dokter Ayumi.
“Sekarang, jelaskan padaku. Apa yang terjadi pada putri ku!” ucap abi Mike terdengar begitu datar namun sangat dingin. Ini bukanlah sifat abi Mike seperti biasanya, laki laki itu terlihat sangat dingin bahkan sedikit menyeramkan.
“Mas, ada apa ini? Kenapa kamu—“ abi Mike segera menggelengkan kepala nya, seolah memberikan tanda kepada istrinya agar diam terlebih dulu. Karena ia sangat membutuhkan penjelasan dari dokter Ayumi mengenai kesehatan putri nya.
Abi Mike tidak ingin kecolongan lagi. Seperti tentang foto alm, Kirana yang selalu di pajang di dalam kamar dan Khalifa selalu memendam rasa sakit nya sendiri. Seperti saat ini, abi Mike sangat yakin bahwa putri nya juga tidak mau berbagi keresahan dan kebingungan nya, sehingga memilih jalan pintas dengan mengatakan dirinya tidak apa dan hanya kelelahan.
“Tolong jelaskan! Tidak ada penyakit serius yang di alami putri ku kan?” desak abi Mike untuk kesekian kali nya, membuat dokter Ayumi semakin bingung. Ia sudah berjanji kepada Khalifa untuk diam, tapi kini ketika ia di hadapkan dengan abi Mike dan umma Chila, apakah dirinya masih bisa diam dan menyembunyikan kehamilan Khalifa?
Walaupun ia sendiri juga bingung, mengapa Khalifa menyembunyikan kandungan nya dari orang tua nya sendiri. Tapi, dokter Ayumi yakin bahwa Khalifa pasti memiliki alasan yang jelas dan matang tentu nya.
...~To be continue .......