Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 45


...~Happy Reading~...


Setelah beberapa saat, kini pelukan itu sudah terlepas. Hilal menghapus air mata yang masih menetes di wajah Khalifa, begitu pun dengan Khalifa yang masih terdiam dengan perasaan yang tak menentu nya. Tatapan matanya sejak tadi tak henti untuk menatap wajah laki laki di depan nya.


Entah kapan Khalifa melihat Hilal menangis, karena laki laki itu memang lah sangat jarang menangis. Bahkan, saat Kirana meninggal saja, ia menangis tidak begitu lama. Bukan karena tidak sedih dan kehilangan, akan tetapi memang ia sangat sulit mengeluarkan air mata berlebih.


Tapi, mengapa kini berbeda. Menurut Khalifa, permasalahan nya kini jika di bandingkan dengan kematian ning Kirana tentu tidak apa apanya, tapi kenapa bisa membuat laki laki itu menangis sampai membuat suara nya begitu serak dan parau.


“Kamu mau mendengar penjelasan aku?” Hilal menatap wajah istrinya dengan begitu teduh, tatapan mata yang sangat berbeda dari waktu di rumah sakit tadi pagi.


Kini, Khalifa seolah melihat sosok suaminya yang dulu, laki laki yang ia rindukan. Bukan Hilal yang beberapa hari ini selalu sibuk dengan urusan pekerjaan dan selalu mudah termakan ucapan seseorang.


“Aku .... “


Brukkk!


Belum sempat Hilal menjelaskan, tiba tiba pandangan mata Khalifa begitu buram, kepala nya berdenyut hingga tiba tiba tubuh nya terasa sangat lemas dan terjatuh tepat di pelukan suaminya.


“Astagfirullah, Khalifa. Khalifa bangun, kamu kenapa? Khal, ... “ Hilal terus berusaha untuk membangunkan istrinya, namun wanita itu tidak memberikan respon apapun, hingga tiba tiba ia mendengar suara pekikan amarah yang begitu menggema tepat di depan pintu rumah nya.


“Apa yang kau lakukan pada putri ku hah!” sentak laki laki paruh baya itu semakin mempercepat langkah kaki nya dan menghampiri Khalifa juga Hilal.


“Abi, tadi kita—“


Tanpa banyak basa basi, abi Mike langsung mendorong tubuh menantu nya dan segera mengangkat tubuh Khalifa untuk ia bawa pulang. Namun, saat ia hendak melangkah pergi matanya tanpa sengaja melihat beberapa lembar foto yang tergeletak di atas meja, dimana foto itu adalah foto milik Hilal bersama wanita lain.


Darah abi Mike semakin mendidih, hatinya bergemuruh dan emosi nya memuncak, “Jangan pernah mencoba untuk menemui putri ku lagi! Mulai hari ini, aku melarang mu untuk datang ke rumah ku!”


“Abi tunggu dulu! Abi ini hanya salah paham, aku bisa jelasin semuanya. Abi!” Hilal terus memohon dan mencoba meyakinkan ayah mertua nya, akan tetapi abi Mike yang sudah di landa emosi akut tidak memperdulikan Hilal sama sekali.


Tak ingin membuang waktu, laki laki paruh baya itu segera melangkah pergi dengan membawa Khalifa bersama nya. Tujuan nya datang ingin memastikan bahwa putri nya baik baik saja, karena tadi sebelum berpisah Khalifa berjanji akan segera pulang setelah rumah nya sepi. Dan sudah hampir satu jam setelah tamu umma Chila pergi, Khalifa tak kunjung datang.


Abi Mike merasa sedikit khawatir, terlebih saat ia melihat mobil Hasna yang sudah tidak ada dan terganti mobil milik Hilal, membuat perasaan nya semakin berkecamuk. Dan benar saja, saat ia masuk ia melihat putrinya sudah lemas tak berdaya di pelukan Hilal.


Seolah dejavu, abi Mike merasa bersalah dan berdosa karena pernah menyakiti hati umma Chila dulu. Ia takut, jika permasalahan antara Hilal dan Khalifa semain besar dan putrinya pingsan karena mendapat perlakuan buruk dari suami nya, seperti yang pernah ia lakukan dulu kepada umma Chila.


‘Maafkan Abi Sayang, maafkan Abi. Semoga kamu baik baik saja,’ gumam Abi Mike dengan mata berkaca kaca dan segera membawa Khalifa ke dalam kamar.


“Astagfirullah Mas, Khalifa kenapa?” umma Chila panik dan segera mengejar langkah kaki suami nya.


“Sayang, telfon dokter untuk datang kemari cepat!” perintah abi Mike, dan tanpa banyak berkata di sela kepanikan nya umma Chila pun langsung menghubungi dokter untuk datang dan memeriksa putri nya.


...~To be continue ......