Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 37


...~Happy Reading~...


“Kalian bisa bicara di luar! Kasihan Aca masih sakit, biar mba yang nemenin dia.”


Khalifa langsung menoleh dan menatap Milla yang sejak tadi sdang bermain bersama Aca dan anak bungsu nya, sementara Hilal yang semula sedang menikmati sarapan nya, kini langsung bangkit dan mengajak istri nya untuk duduk di luar.


Berulang kali, helaan nafas terdengar begitu berat dari Hilal. Sementara Khalifa, ia hanya bisa terdiam dengan raut wajah bingung nya karena ia sedang mencoba mencerna dan berfikir dengan begitu keras, mengapa kakak ipar nya bisa berjalan sejauh itu untuk memasuki rumah tangga nya.


Padahal, jika di pikir sejak awal Milla orang yang begitu baik. Bahkan, di bandingkan Hasna, Milla yang lebih sering dekat dan akrab dengan nya, tapi mengapa kini ternyata wanita itu yang menusuk nya. Ada apa sebenar nya? Batin Khalifa masih belum bisa menangkap maksud dan tujuan kakak ipar nya.


“Kapan mba Mila datang kemari, Mas?”


“Kenapa kamu baru datang Fa?”


Khalifa dan Hilal sontak langsung saling menatap saat keduanya melontarkan pertanyaan secara bersamaan. Hilal menarik napas nya dengan begitu panjang sambil mengusap wajah nya pelan.


“Kamu kenapa?” tanya Hilal sekali lagi kini laki laki itu menatap lekat wajah istri nya yang terlihat sedikit lebih pucat dari biasa nya.


“Kamu yang kenapa Mas,”


“Aku?” Hilal mengerutkan dahi nya sambil menunjuk dadanya, “Kamu—“


“Kamu terlalu sibuk dengan haul Ning Kirana. Sampai melupakan aku dan Aca. Tapi, ketika terjadi sesuatu dengan Aca, Mas malah menyalahkan aku. Kenapa Mas? Apa salah ku sampai kamu ikut menuduh aku jahat dan iri bahkan cemburu dengan kesibukan mu untuk Ning Kirana.”


“Tapi cemburu mu berlebihan Khalifa! Kamu tahu, Kirana itu adalah ibu kandung Aca. Dan juga, aku tidak setiap hari—“ ucapan Hilal terhenti seketika saat melihat respon Khalifa yang terkekeh pelan saat mendengar jawaban dari nya.


“Yakin? Tidak setiap hari? Bahkan kamu selalu menyebut nama nya di setiap sujud kamu Mas!” Khalifa menarik napas nya dengan begitu dalam, sesak dan sakit itulah yang kini ia rasakan.


“Dia tidak mau bertemu dengan kamu.”


Deg!


“M—maksud kamu apa Mas?” tanya Khalifa dengan suara yang bergetar.


Ia bisa menahan air mata nya agar tidak terjatuh saat berdebat dengan Hilal, tapi setelah mendengar perkataan laki laki itu yang mengatakan bahwa putri nya tidak mau bertemu dengan nya, rasanya sungguh sakit. Dan kini air mata itu sudah luruh membasahi wajah nya.


“Dia masih kecewa sama kamu, kenapa kamu menurunkan foto ibu nya,” jawab Hilal dengan pelan dan hati hati.


Sebenarnya, sejak tadi Hilal sudah membujuk putri nya, karena ia sudah mendapatkan kabar dari umi Nilla bahwa Khalifa akan datang. Akan tetapi, Aca justru semakin meraung dan menolak keras hingga membuat Milla akhirnya turun tangan dan bisa menenangkan nya.


“D—dan kamu juga marah padaku karena itu Mas?” tanya Khalifa berusaha untuk tetap tegar di depan suami nya.


“Maafkan aku Fa, tapi untuk kali ini, kamu memang—“


“Salah? Kamu juga mau menyalahkan ku? Iyakah Mas?” Khalifa menatap lekat wajah suami nya dengan begitu sakit, “Baiklah, jika memang aku salah! Aku minta maaf. Aku akan mengembalikan foto itu lagi ke tempat nya. Agar kalian bisa selalu memandangi nya, termasuk kamu Mas. Maafin aku yang sudah lancang!”


“Sampaikan maaf ku juga pada Aca, assalamualaikum,” imbuh Khalifa, lalu berniat untuk pergi. Tapi, baru beberapa langkah, tiba tiba tubuh nya terhenti saat menabrak seseorang.


Khalifa langsung mendongakkan kepala nya, menatap sayu pada wajah itu dan menumpahkan tangisan nya dalam sekejab.


...~To be continue ......