Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Flashback


Flashback On...


Setelah pristiwa pembantaian Di rumah Andreas....


Jenny berhasil dilarikan ke rumah sakit, saat itu kondisi Jenny sangat kritis, Reyhan selalu setia menjaganya. Sementara urusannya dengan tetua sudah selesai, tetua tidak mempermasalahkan Reyhan mau berhubungan dengan Jenny kedepannya mau seperti apa, karena Andreas sudah meninggal, Leon sudah berhasil di bui, walaupun sebenarnya tetua agak keberatan tapi bagaimanapun juga dia pernah memiliki seorang istri yang dia cintai, pastinya dia tau rasanya seperti apa kehilangan orang yang dicintai.


Dan akhirnya setelah hampir satu minggu lamanya,Jenny berhasil melewati masa kritisnya, Karena bukan hanya luka tembak saja tapi luka di kepalanya juga, dia bisa bertahan hidup demi Reyhan.


Reyhan terperangah senang saat melihat Jenny perlahan-lahan membuka matanya, Reyhan membelai rambut Jenny yang dibaluti perban di kepalanya. "Terimkasih Jenny, terimkasih! Terimkasih sudah berjuang untuk bertahan hidup demi aku!" Reyhan menggenggam tangan Jenny dan mencium tangannya, tanpa sadar dia menitikan air matanya. Betapa takutnya dia kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu.


Jenny tersenyum tipis, dia merasa lega masih diberikan kesempatan untuk hidup dengan Reyhan, dia memegang wajah Reyhan dengan lembut.


Reyhan yang mengurus pemakaman Andreas, demi Jenny. Bahkan setelah Jenny diizinkan untuk bisa pulang dari rumah sakit, hal yang pertama ingin Jenny kunjungi adalah makam ayahnya.


"Ayahhh... " Air mata membanjiri pipinya, masih terbayang bagaimana saat sang ayah mati mengenaskan didepannya.


Reyhan memeluk Jenny dengan erat dan menepuk-nepuk pundaknya untuk menenangkan Jenny.


"Rey, terimkasih sudah mengurus pemakaman ayahku dengan layak. Rasanya aku tidak memiliki rasa percaya diri setiap melihatmu, kesalahan ayahku padamu tidak bisa dimaafkan." Jenny mengatakan itu sambil menangis sesegukan.


"Jangan bicara begitu, mulai sekarang kita kubur dalam-dalam apapun masa lalu tentang kita. mulai sekarang kita harus menatap ke depan. Hanya kamu yang aku punya, dan aku juga milikmu. Aku akan selalu bersama denganmu." Reyhan mengatakannya sambil terus mendekap tubuh Jenny.


"Jangan berpura-pura tegar lagi di depanku. Saat kau ingin menangis, menangis saja, aku siap terus memelukmu setiap kau mau menangis. Mau sedih atau senang berbagilah denganku!" Reyhan menambahkan perkataannya.


Jenny memperat pelukannya dan terus memeluk Reyhan. Apalagi kondisinya masih lemah saat itu.


Reyhan selalu setia merawat dan menjaga Jenny sampai Jenny benar-benar pulih.


...****************...


Setelah Jenny sembuh total...


Untuk menebus dosa sang ayah Jenny menjadi Dokter pribadi tetua bersama Dokter Bon, Dokter Bon tidak jadi dibunuh karena dia meminta kesempatan untuk kembali ke Indonesia, Jenny banyak belajar memperdalam ilmu kedokteran dari Dokter Bon di Markas.


Awalnya tetua selalu bersikap dingin padanya, tapi lama-lama dia bisa menerima kehadiran Jenny di Markas, apalagi Jenny tulus merawatnya selayaknya seorang Dokter.


Jenny setiap hari bertemu dengan Reyhan di rumah ataupun di tempat kerja juga. Bahkan Reyhan sudah tidak ingin lagi menyembunyikan hubungannya dengan Jenny di depan anak buahnya, hal itu membuat beberapa dari mereka patah hati, salah satunya Alex.


"Gawat ternyata suami Docan itu si bos!" Sampai alex memukul keningnya sendiri karena ingat dengan perkataannya dulu saat menggoda Jenny di dekat Reyhan. Karena itu Alex tidak berani menggoda istri bosnya lagi.


Jenny merawat tetua selama 2 bulan sampai tetua menghembuskan nafas terakhirnya, dia meninggal dalam keadaan tenang, tanpa memiliki dendam pada siapapun lagi di hatinya, bahkan seluruh kekayaannya dia ingin disumbangkan untuk membangun panti asuhan dan beberapa rumah sakit yang megah. Tetua memang orang yang baik, dia kejam jika merasa di khianati oleh anak buahnya dan jika ada musuh yang berani mengusiknya.


Bahkan Jenny sudah bisa meminta maaf pada Klara mengenai semua kesalahan sang ayah.


Jenny sedikit menundukan kepala kala itu, dia merasa gugup untuk bertemu dengan Klara kembali, "kesalahan ayahku tidak pantas untuk di maafkan oleh kak Klara, karena itu aku akan mengerti jika kak Klara tidak memaafkannya. aku sangat malu untuk bertemu lagi denganmu, Kak. Aku tidak memiliki rasa percaya diri untuk bertemu denganmu lagi. Kamu pantas membenciku." Jenny mengatakannya dengan bersungguh-sunguh.


Klara menghela nafas sebentar, "Saat aku dengar om Andreas yang membunuh ayahku awalnya ada rasa benci dihatiku padamu, tapi setelah aku berpikir kembali rasanya aku tidak pantas untuk membencimu. Kamu tidak salah apa-apa, jadi jangan minta maaf padaku. "


Jenny terharu mendengarnya , sampai dia tak bisa berhenti menangis, tidak tau apa yang akan dia katakan lagi pada Klara.


"Mulai sekarang, jalani hidup kamu dengan bahagia bersama Reyhan, Reyhan sangat mencintai kamu. Saat kamu koma, Reyhan sangat kelihatan sedih sekali dan sangat takut kehilangan kamu, Jenny."


****************


8 Bulan Setelah Tetua Meninggal...


Reyhan melepaskan Dokter Bon yang ingin lepas dari The dark Devil dari dulu.


"Terimakasih, sudah mau melepaskan saya. Saya ingin menjadi Dokter di Amerika, ingin tinggal bersama keluarga saya di Amerika sana." ucap Dokter berusia 38 tahun itu.


Setelah bertemu dengan Dokter Bon, Reyhan pulang ke rumah menemui Jenny yang sudah lama menunggunya di tempat pelatihan, Reyhan berjanji akan melatih terus Jenny sampai Jenny bisa menjadi wanita yang mahir dalam kemampuan bela diri. Karena Jenny yang terus saja memintanya, dia ingin jadi wanita yang kuat.


Reyhan membiarkan Jenny terus menyerangnya, sementara dia hanya bertahan, saat Jenny akan memukul Reyhan, Reyhan menahan tangannya dan menarik tangan itu lalu mengecup bibirnya. Dia tidak ingin membalas pukulan Jenny dengan sebuah pukulan, melainkan dengan kecupan.


"Ah kau membuatku tidak konsentrasi!" keluh Jenny saat Reyhan mengecup kembali bibirnya.


"Kenapa?" tanya Reyhan, tidak mengerti.


Ini kesempatan untuk Jenny menyerangnya, dia melayangkan pukulan ke perut Reyhan.


Bugh..


"Argghhht... " Reyhan sedikit meringis, dia tidak menyangka bahwa Jenny bisa mengeluarkan pukulam sekeras itu.


Jenny tampak panik melihatnya, "Ya ampun, pukulan aku pasti keras ya?" Dia memegang perut Reyhan.


"Hmm... nggak ko." Reyhan malu mengakuinya, "Kemampuan bela diri kamu sudah semakin ada kemajuan." Reyhan mengusap-usap perutnya.


Tiba-tiba Jenny memeluk tubuh Reyhan, "Rey!"


"Kenapa?" Reyhan berpirasat tidak enak kalau Jenny mendadak memeluknya, pasti minta sesuatu.


"Bolehkan aku jadi dokter relawan ke negara B di Afrika," Tanya Jenny, saat itu ada berita tersebar dimana-mana mengenai telah terjadi peperangan di negara itu. Dampaknya di negara itu banyak korban luka dan bangunan yang telah di porak porandakan.


"Hmm untuk apa?" Reyhan tampak keberatan.


"Aku dengar disana kekurangan tenaga medis, hanya dua bulan ko, aku janji tidak akan lama. Aku akan bergabung dengan teman-teman semasa kuliahku di Singapura."


Reyhan sebenarnya keberatan, baginya satu hari tidak melihatnya saja rindu berat, apalagi harus dua bulan tidak bertemu dengannya. tapi dia tidak bisa melarang niat kebaikan sang istri. Dia menghela nafas berat, "Tapi hhhh... ah ya sudah, tapi bagaimana kalau nanti aku merindukan kamu?"


"Kamu telepon saja aku, kalau aku tidak sibuk aku pasti angkat telepon darimu, kamu bisa meluk boneka ku juga."


Lagi-lagi Reyhan menghela nafas "Tapi awas ya kalau sampai kamu macam-macam disana, jangan sampai ada satu orang pun yang menyentuhmu!" ancam Reyhan. "Aku akan menghabisinya!"


Jenny tersenyum geli mendengarnya, dia mengecup bibir Reyhan, "Hmm aku tidak jamin, kamu tau sendiri kan pesonaku seperti apa."


"Hhh... " Reyhan menatap tajam padanya.


Jenny mencubit lengan Reyhan, dia paling senang kalau Reyhan cemburu seperti itu "aku hanya bercanda. Aku kesana untuk membantu bukan untuk tebar pesona. Aku pasti lah setia sama kamu. Setelah ini, mari kita merencanakan memiliki anak, aku ingin menjadi ibu dari anakmu."


Reyhan langsung menggendong tubuh Jenny, "Ya sudah ayo kita buat anak sekarang."


"Tapi latihan kita belum selesai!"


"Kita bartarung di kamar saja sampai kau KO. Apalagi dua bulan kita tidak akan bertemu. Sangat menyiksaku!" Reyhan membawa Jenny ke kamar.


Flashback Off....


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...