Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Pertemuan Tak Terduga


Beberapa kali Reyhan menyalakan Klakson mobilnya karena tidak sabar menunggu Jenny yang belum keluar juga dari rumah.


"Lama sekali dia!" gerutunya.


Lalu Jenny datang dengan memakai sebuah dress yang begitu membuat Jenny terlihat sangat anggun dan cantik. Reyhan hampir saja tak berkedip melihatnya, dia segera mengusap wajahnya dengan kasar untuk menyadarkannya agar tidak terlena oleh kecantikan Jenny.


Reyhan juga tidak mengerti kenapa mau nurut saja mengikuti keinginan Jenny yang memintanya ingin makan di luar, dia merasa dia semakin melemah padanya , apa karena dia begitu kecanduan pada tubuhnya? Atau pada hal lain yang sulit untuk di mengerti?


Reyhan tak ingin ambil pusing memikirkannya, lagi pula dia juga malam ini merasa lapar karena tenaganya sudah terkuras akibat terus menggempur tubuh Jenny beberapa kali.


"Hhh... Kau lama sekali! Aku menunggu disini hampir satu jam!" bentak Reyhan begitu Jenny masuk ke dalam mobil.


Jenny tidak terima dibentak seperti itu, "Kau terlebihan, aku yakin tidak sampai satu jam kok. Kita kan mau pergi ke luar, tentu saja aku harus tampil cantik."


Jenny mencondongkan wajahnya pada Reyhan sampai wajah mereka begitu dekat "Bagaimana menurutmu? Aku malam ini terlihat cantik kan?"


Reyhan mendorong kening Jenny dengan kedua jarinya, "Biasa saja!"


Jenny mengerucutkan bibirnya karena usahanya untuk tampil cantik dan menawan malam ini sepertinya gagal, makanya dia berdandan sangat lama.


Sebenarnya hati Reyhan mengakui kecantikan Jenny tapi dia tidak ingin mengucapkannya, dia takut hubungan diantara mereka berdua menjadi akrab tanpa ada batasan. Baginya Jenny hanya sekedar tawanannya dan patner ranjang saja.


Reyhan membawa Jenny ke sebuah restoran mewah, saat itu waktu menunjukkan jam 10 malam.


"Kau mau pesan apa?" tanya Reyhan sambil memperlihatkan buku menu yang tersedia di restoran itu.


"Aku ingin chicken steak dan kiwi cooler ," jawab Jenny, dia duduk berhadapan dengan Reyhan yang hanya terhalang sebuah meja.


"Chicken steak dua dan kiwi cooler dua. " ucap Reyhan kepada waiter disana.


"Baik Pak, mohon di tunggu ya." kata waiter itu dengan ramah, lalu segera pergi untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Hmm aku ingin kau besok menjadi dokter di Markas Satu hanya sebentar sambil menunggu dokter Bon pulang dari Amerika." akhirnya Reyhan memulai pembicaraan di antara mereka.


"Tidak dibutuhkan seorang berpengalaman untuk menjadi dokter pengganti sementara dokter Bon, kau hanya cukup mengobati orang-orang yang terluka disana, hampir tiap hari di Markas Satu ada latihan bela diri dan saling bertarung untuk mengasah kemampuan diri mereka."


Jenny terpaksa menggangguk saja, karena itu bukan sebuah tawaran tapi sesuatu yang harus dilakukan tanpa mau mendengar penolakan dari Jenny.


Ternyata malam itu Klara dan Andra datang ke restoran yang sama, Klara tidak sengaja melihat Jenny yang sedang berbicara dengan seseorang tapi orang itu tidak terlihat wajahnya karena posisinya membelakangi Klara, hanya terlihat punggungnya saja.


"Kenapa?" tanya Andra saat melihat istrinya tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


"Aku melihat temanku, Jenny. Aku pernah bercerita padamu tentang dia." seru Klara.


"Oh anak dari bos ayahmu itu?"


Klara hanya mengangguk, "Kamu duduk disini saja, aku ingin menyapa Jenny dulu!" Klara menyuruh Andra duduk di kursi yang sudah dia pesan .


"Iya," jawab Andra, dia membiarkan istrinya menemui teman masa kecilnya itu.


"Jenny!" sapa Klara sambil tersenyum manis, dia terus berjalan mendekati Jenny dan Reyhan.


Jenny yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung menoleh ke sumber suara, begitu juga Reyhan, suara wanita itu sangat tidak asing baginya.


Reyhan sangat terkejut saat melihat siapa yang memanggil nama istrinya itu, begitu juga Klara, dia mematung saat melihat wajah seorang pria yang sedang bersama Jenny.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...