Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Sangat Marah


BUGH...


Leon melayangkan sebuah pukulan keras ke wajah Petter, dia sangat emosi saat mendengar kabar dari Petter bahwa dia kalah bertarung dengan Reyhan dan Reyhan berhasil membawa Jenny pergi.


Sebuah kabar buruk yang membuatnya sangat marah di pagi hari ini. Padahal dia sudah sangat menantikan Petter untuk membawa Jenny kepadanya. Sampai dia sudah berfantasi liar ingin menguasai tubuh wanita cantik itu.


"Kau sangat membuatku marah. Seharusnya kau menuruti apa kataku untuk membawa Jenny kesini, mungkin dengan begitu aku tidak akan kehilangan Jenny lagi." Leon begitu sangat emosi dan marah pada Petter.


Petter hanya memegang wajahnya yang kena tonjokan dari Leon, dia mengepalkan tangannya, ingin rasanya dia membunuh pria di hadapanya itu tapi dia tidak ingin gegabah dan merusak rencananya. Dia ingin menjadi menjadi pemilik sekaligus menaklukkan naga api dulu , itu artinya dia harus melenyapkan Andreas terlebih dahulu agar Leon bisa membuatnya jadi pemimpin di naga api. Dengan begitu dia bisa membuat para anggota naga api tunduk padanya dan akan membunuh Leon dengan secara perlahan-lahan.


"Maaf, tuan." hanya itu yang keluar dari mulut Petter.


Leon menekan kepalanya, sangat terasa pusing padahal dia semalaman sudah tidak sabar ingin bertemu dengan wanita yang sudah mampu mengambil hatinya. Yang mampu membuat jantungnya berdebar-debar, membuatnya jatuh cinta.


"Baru kali ini aku kecewa dengan pekerjaanmu, Petter. Kau sama sekali tidak bisa mengalahkan Reyhan?" Leon menatap tajam pada Petter.


Petter tak menjawab pertanyaan dari Leon, dia hanya sedikit menundukan kepala pertanda mengakui kekalahannya dan mengakui kehebatan Reyhan.


"Aku sangat penasaran, mengapa dia bisa sekuat itu? Apa karena dendam dan amarahnya yang begitu dalam padaku?" Leon sedikit terkekeh.


"Awas saja kau Reyhan, kau akan mati ditanganku. Aku sendiri yang akan membunuhmu, mencabik-cabik badanmu. Kau berani bermain-main denganku!"


Tok! Tok! Tok!


Terdengar suara ketukan pintu di ruang kerja Leon.


"Masuk!" Suruh Leon.


Ceklek!


Orang itupun masuk, ternyata Andreas. Untuk pertama kalinya Andreas melihat sosok Petter, Petter mengepalkan tangannya, masih ingat dengan jelas saat pria itu membuat ayahnya di penjara. Saat itu ayahnya berkunjung ke rumah pamannya, dia mendapati pamannya mati mengenaskan dan malah ayahnya yang tertuduh jadi tersangka saat itu.


Andreas tidak bisa membuang mayat korbannya begitu saja jika pembunuhan itu terjadi di kediaman korban, otomatis harus ada tersangka pembunuhan yang harus dia ciptakan. Seandainya pembunuhan itu terjadi di kediamannya atau juga di tempat sepi, dia tidak memerlukan kambingnya hitam, bisa saja dia langsung menguburnya. Tapi kalau terjadi di kediaman korban, dia tidak memiliki waktu banyak untuk itu semua, yang paling tercepat untuknya adalah menciptakan kambing hitam agar polisi tidak perlu menggali lebih dalam pembunuhan yang dia lakukan.


Petter segera pergi meninggalkan ruang kerja Leon sambil menatap Andreas dengan tatapan menusuk.


"Ada apa pagi-pagi sekali kesini?" tanya Leon dengan nada menyentak.


"Markas kecil kita di kota B sudah musnah, sementara klien kita di luar negeri terus menuntut dan tidak mau tau, barang pesanan mereka harus segera dikirim."


Leon melayangkan tinjunya ke dinding "Reyhan! Dasar keparat! Dia benar-benar membuat aku marah!" Nafas Leon sangat tidak beraturan. Tentu saja kasus penyerangan The Dark Devil ke di markas kecilnya di kota B, membuat kerugian yang besar untuk Leon.


"Mengapa mereka bisa kalah dari The Dark Devil? Bukan kah kau sudah mengajarkan anggota kita kemampuan bela diri? Bagaimana bisa anggota kita yang bertugas disana tidak sanggup mengalahkan mereka?" Leon malah menyalahkan Andreas.


"The Dark Devil melakuan penyerangan dadakan disaat anggota kami lengah." Andreas tidak ingin sepenuhnya disalahkan oleh Leon.


"Kalau boleh tau, siapa pria yang tadi?" Andreas menanyakan Petter, dia merasa wajah Petter tak asing untuknya, tapi dia lupa lagi melihatnya dimana, karena kejadian itu sudah lama 20 tahun yang lalu, saat Petter masih berusia 10 tahun. Pastinya Andreas akan sulit mengingat wajah Petter. Apalagi Petter mengganti identitasnya, nama aslinya adalah Adrian Kendrick, anak dari sahabatnya Bastian Kendrick.


"Namanya Petter. Dia adalah pembunuhan bayaran yang ku sewa." Jawab Leon, dia menarik nafas sebentar untuk menenangkan diri.


"Boleh saya tanya sesuatu?" tanya Andreas, dia duduk di sofa, diikuti oleh Leon yang duduk di sofa yang berbeda.


"Mau tanya apa?"


"Sebenarnya sudah lama saya ingin menanyakan ini, di saat acara beramal itu, kenapa Jenny tiba-tiba melarikan diri dari Tuan?" Andreas menatap Leon dengan tatapan serius dan tajam.


Leon yang ditatap seperti itu malah terkekeh, dia tak terima diinterogasi seperti itu oleh kaki tangannya sendiri.


"Kau pikir aku berbuat sesuatu pada Jenny? Sudah jelas kan dia melarikan diri dariku karena pria yang sekarang menjadi menantumu itu. Dia mengkhiantiku dan menikah dengan musuh kita. Masih bagus aku tetap memaafkan anakmu itu."


"Itu yang sulit aku pahami, dari mana dia bisa mengenal Reyhan? Padahal Jenny sudah lama tinggal di Singapore." Andreas nampak kebingungan.


"Aku tidak tau tentang itu. Yang aku mau kau secepatnya cari anakmu itu dan aku harus menikah dengannya di bulan ini. Aku akan melupakan penghianatannya. Media sudah terlanjur mengekspos tentang kami."


Petter memang tau markas dua milik Reyhan, karena waktu kejadian penyerahan Roni ke polisi , dia mengikuti mobil polisi, makanya dia bisa menculik Jenny, namun dia tidak memberitahu tentang itu ke Leon maupun Andreas, mungkin menurutnya secara tidak langsung dengan adanya the drak devil yang ingin menghancurkan Leon dan Andreas, membuat keuntungan juga buatnya.


"Tentu saja sampai sekarang aku masih mencari Jenny, puteriku!" jawab Andreas.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...