Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Tidak Cukup Satu Kali


Dengan pelan Reyhna memasukan miliknya ke diri Jenny membuat Jenny merintih saat ada yang menyeruak masuk ke dalam dirinya, ternyata masih saja sakit karena ukuran Reyhan begitu besar.


"Akhhtttt.... " De sa han yang dihiasai dengan sebuah rintihan itu menggema di kamar Jenny.


"Kau masih sempit!" Reyhan kembali mencium bibir Jenny dan mulai memompa tubuhnya. Reyhan benar-benar lupa dengan siapa dan apa tujuan awal membawa Jenny ke rumahnya. Yang dia inginkan malam ini adalah dia menikmati tubuh wanita itu yang membuat badannya terasa panas setiap kali di dekatnya.


Jenny reflek melebarkan pahanya agar Reyhan bergerak dengan bebas lalu mengaitkan kakinya ke pinggul Reyhan.


Jenny membiarkan tubuh kekar itu terus menguasai dirinya, mengguncang tubuhnya, dia sungguh di buat tak berdaya, begitu menikmati di setiap pompahan yang Reyhan lakukan terhadap tubuhnya.


Reyhan kembali me la hap bulatan kenyal di dada Jenny sambil terus memompanya, tubuhnya mengeluarkan banyak keringat, begitu sangat terlihat tampan dan gagah pria yang berada di atasnya itu.


Jenny semakin meracau tidak jelas dan beberapa kali men de sah karena merasakan desakan dibawah sana membawanya terbang, bergerak keluar masuk dengan pelan, tubuhnya berdenyut hebat saat merasakn miliknya terus menerima gesekan demi gesekan di bawah sana.


Reyhan berhasil membawahya pergi jauh entah kemana, dia begitu menikmati tubuh wanita ini, entah apa yang membuatnya tidak bisa menahan diri seperti ini padahal dia begitu kuat menghadapi godaan dari wanita lain, bahkan terhadap Klara pun dia bisa menahannya saat mereka masih berpacaran dulu, tapi wanita ini membuatnya hampir mau gila jika dia tidak bisa menuntaskan hasratnya malam ini.


Padahal Reyhan selalu bisa menahan rasa sakit di tubuh nya saat dia terluka, dia tidak pernah mengatakan menyerah kepada lawannya. Tapi wanita ini, sukses membuat Reyhan mengatakan menyerah, kepada seorang wanita cantik yang menjadi lawan mainnya di ranjang yang panas.


"Akhhh... Reyhan!" Tangan kanan dan kiri Jenny mencengkram seprai dengan kuat karena Reyhan kini mengguncang tubuhnya dengan cepat. Hingga dia mencapai pelepasannya.


Lalu Jenny memeluk tubuh Reyhan membiarkan wajahnya tenggelam di dada Reyhan yang masih kokoh mengusai dirinya.


"Kau kuat sekali Rey!"


"Kenapa? Mau pingsan lagi?" Reyhan hanya menyeringai. Dia masih memompa tubuh Jenny dengan kuat. Reyhan menghujani leher Jenny dengan beberapa kecupan lalu menyesapnya dan meninggal tanda merah disana.


"Akhhh.... '


Sampai akhirnya Reyhan mengerang saat miliknya berhasil menumpahkan laharnya ke dinding rahim Jenny, Jenny ikut mengerang merasakan lahar hangat di miliknya.


Reyhan mencium bibir Jenny kembali, menautkan bibir mereka, saling membelit dengan sempurna diiringi dengan nafas yang memburu.


Reyhan memasukan miliknya lagi ke surga dunianya.


"Akhhh Rey!" Jenny tersentak kaget saat merasakan ada yang mengganjal lagi di bawah sana.


Reyhan hanya menyeringai sambil memompa tubuh Jenny kembali, miliknya masih bisa berdiri tegak dengan sempurna untuk terus menggempur pertahanan tubuh Jenny.


"Rey kau ... akh... "


Jenny di buat tak berdaya, dia mencengkram kembali punggung Reyhan dengan kuat. Menahan tubuh Reyhan yang terus mengguncang tubuhnya dehgan cepat.


Malam ini entah berapa kali Reyhan mengulangnya lagi, sampai Jenny kelelahan, seakan tidak ada hari esok, dia terus ingin menikmati tubuh wanita ini. Kepalanya terasa pusing jika tidak bisa di tuntaskan.


"Rey.. "


"Hm?" Reyhan masih saja sibuk mengguncang tubuh Jenny.


"Aku lapar." lirih Jenny.


"Oke, setelah ini kita makan. Aku juga belum makan." Reyhan masih ingin menuntaskan hasratnya yang masih terus memompa anak dari musuhnya itu.


"Aku ingin makan diluar. Aku kangen suasana luar lagi."


Reyhan hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan karena dia menahan kenikmatan saat lahar itu kembali tumpah dari miliknya membiarkannya terus membanjiri milik Jenny.


...****************...


Malam ini... Klara sedang bercermin , memakai make up nya.


Andra memeluknya dari belakang sambil mencium bahu Klara, Klara hanya tersenyum tanpa merespon pelukan dari Andra.


"Kau cantik sekali malam ini, Klara." puji Andra.


"Tentu saja aku harus berdandan cantik karena malam ini kita mau makan malam di luar, kita sudah lama tidak makan di luar." ucap Klara sambil menatap dirinya di depan cermin.


...****************...


...Author harus banyak belajar dari Rey nih! ...


...Vitamin di pagi hari dari author, selamat hari weekend!...


...Cocok membaca ini sebelum melakukan aktivitas atau pergi liburan hehe.....


...Jangan lupa like, komen, vote, dah beri hadiah. Dan terimkasih untuk yang sudah memberi itu semua. Maaf jarang balas komen, tapi author yang pemalu ini selalu baca komen kalian. Sangat luar biasa...


...👏👏...