
"Aku punya hadiah untukmu." ucap Reyhan pada Jenny malam itu.
"Hadiah apa? Aku penasaran!" Jenny ingin sekali tau hadiah yang akan diberikan Reyhan padanya.
Reyhan membalikkan badan Jenny untuk membelakanginya. Dia memakaikan sebuah kalung pada Jenny.
Jenny sangat senang menerima hadiah dari Reyhan, dia membalikkan badannya dan memeluk Reyhan dengan erat. "Terimakasih, aku suka sekali hadiahnya!"
Reyhan hanya tersenyum dan mengangguk.
"Rey, sejak kapan kau mulai mencintaiku?" tanya Jenny, dia penasaran sejak kapan Reyhan memiliki perasaan padanya.
"Entahlah, aku juga tidak tau. Tapi setiap melihatmu hatiku selalu berdebar-debar, aku selalu tidak tenang kalau belum melihatmu." Reyhan memeluk Jenny dengan erat.
Malam itu mereka sedang duduk di sofa.
"Rey, boleh kah aku meminta sesuatu padamu!" Jenny memegang wajah Reyhan dengan lembut.
"Tentu saja, aku akan mengabulkan apapun permintaanmu."
"Aku ingin kau jangan membunuh orang lagi, walaupun niat kamu untuk melenyapkan orang jahat. Tapi negara kita adalah negara hukum, sebaiknya kau serahkan mereka ke polisi, biar polisi yang menghukum mereka."
Aku tidak ingin kau bernasib sama seperti ayahku, yang memiliki banyak musuh dan menyimpan dendam pada ayahku.
Reyhan terdiam sejenak, dia semakin memeluk erat tubuh sang istri dan mencium pipi nya, "Baiklah, aku akan usahakan."
"Terimakasih, aku tau kau orang baik. Aku mempercayaimu!" Setelah mengatakan itu, Jenny mengecup bibir Reyhan.
Reyhan menahan tekuk Jenny membalas kecupan itu menjadi sebuah ciuman yang begitu mesra.
Paginya....
Jenny menyiapkan sarapan untuk Reyhan, kali ini masakannya tidak gagal, walaupun belum bisa dikatakan enak tapi bisa bersahabat dengan lidah .
"Bagaimana masakanku hari ini?" Jenny penasaran karena belum dapat penilaian juga dari Reyhan.
Reyhan masih sibuk mencicipi bistik daging sapi buatan sang istri.
"Bagaimana rasanya?" tanya Jenny lagi, dia sangat penasaran ingin mendengar pendapat Reyhan tentang masakannya.
"Sangat enak. Karena itu aku tidak ada waktu untuk bicara. Aku ingin menghabiskan semua masakanmu. Kau harus masak tiap hari untukku." Reyhan mengatakan itu sambil makan.
Jenny tersenyum lega mendapatkan pujian dari Reyhan, dia ikut makan di samping Reyhan.
Akhirnya siang itu Jenny berpamitan untuk pergi ke rumah Andreas.
"Aku pergi dulu ya, hanya sebentar!" pamit Jenny.
Reyhan menarik tubuh mungil itu dan mendekapnya dengan erat, padahal Jenny hanya pergi sebentar, tapi rasanya seakan Jenny berpamitan akan pergi jauh saja. Bisa saja dia tidak mengizinkan Jenny pulang, tapi bagaimana mungkin dia melarang istri menemui ayahnya? Apalagi mereka akan pergi jauh, bisa dibilang mungkin Jenny tidak akan bertemu Andreas lagi dalam waktu yang lama.
...****************...
Di bandara, rupanya tetua Dego sudah pulang ke Indonesia. Dia memang sudah bilang beberapa kali pada Reyhan akan mengusahakan secepatnya pulang dan tidak akan sampai satu bulan walaupun tidak menyebut harinya kapan.
Tetua Dego berjalan bersama Asistennya ke luar dari bandara itu, lalu di jemput oleh supir pribadinya.
"Apa dokter Bon belum kembali juga ke Indonesia?" tanya pria berusia 50 tahun itu kepada asistennya.
"Belum, dia bilang masih ada urusan penting di Amerika."
Tetua terdiam sejenak, "Ini sudah lama sekali dia tidak kembali, aku rasa dia sedang berusaha untuk kabur dariku. Perintahkan David untuk membunuhnya sebelum dia mencoba jauh dari jangkauan kita." perintah tetua dengan santai memainkan ponselnya.
David adalah anggota The Dark Devil yang ditugaskan untuk memata-matai Dokter Bon di Amerika.
"Baik, tetua." jawab sang asisten.
"Ohokkk... Ohokkk... " Tetua terbatuk-batuk, dia segera menutup mulutnya dengan sapu tangan. Sapu tangan berwarna putih itu kini bercampur dengan warna merah. Paru-parunya memang sudah rusak akibat kena tembakan dari Andreas kala itu. Dia sudah mencoba untuk transplantasi paru-paru, tapi tetap saja tidak bisa menyembuhkannya.
"Apa pandanganmu terhadap Reyhan?" tiba-tiba tetua menanyakan itu pada Asistennya.
"Dia seseorang yang patuh dan pemberani, dia juga setia kepada kepada tetua. Bahkan dia perhatian kepada tetua." jawab sang asisten, Jullie.
"Aku sangat mempercayainya, apakah menurutmu dia akan mengkhianatiku?"
Jullie tak langsung menjawab, dia berpikir sejenak, "Saya rasa tidak mungkin, tetua."
"Saya harap begitu, itu akan melukai perasaanku."
Bagaimana tidak terluka, saat itu tetua masuk ke dalam penjara saat Reyhan sudah menjalani hukuman selama 3 tahun. Itu artinya dia mengenal Reyhan di dalam jeruji besi itu selama 4 tahun.
Saat itu Reyhan masih berusia 23 tahun, dia belum bisa berkelahi, dan dia sering dapat kekerasan oleh para gangster yang ada di jeruji besi yang sama.
Dan tetua yang menolong Reyhan dan menghajar para gangster itu.
"Hei nak, kamu harus kuat. Aku tidak suka melihat lelaki lemah. Aku akan mengajarkan padamu bagaimna menjadi pria yang ditakuti banyak orang." ucap tetua pada Reyhan 6 tahun yang lalu. Sampai akhirnya Reyhan termotivasi oleh tetua dan begitu akrab dengannya, dan dia bisa membalikkan keadaan membuat para gangster itu yang bertekuk lutut padanya.
Itu yang membuat Reyhan memilih untuk menghindarinya dibanding harus melawannya, karena dia tidak mau ada pertumpahan darah di antara mereka.
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...