Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Tak Peduli Kau Anak Siapa


"Bawalah dia kesini, aku masih memiliki tenaga untuk bersenang-senang dengannya. Aku sangat merindukannya." suruh Leon sambil terkekeh.


"Tapi..."


"Sekarang aku yang ingin memberikan kejutan pada si Reyhan brengsek itu, dia sudah berani mempermainkan seorang Leon bahkan telah memusnahkan aset berhargaku di kota B."


"Maaf tuan, saat ini aku membutuhkan wanita ini untuk menjadi umpan untuk membunuh pria yang bernama Reyhan itu. Setelah itu aku akan menyerahkannya padamu."


Leon menghela nafas berat, padahal dia sangat merindukan wanita yang sangat dicintainya itu, "Hmm... sayang sekali. Padahal aku sangat merindukannya. Tapi tak apa, akan lebih baik untukmu jika si keparat itu cepat mati, aku tidak ingin ada kerikil lagi yang mengahalangi jalanku!"


"Awas jangan sampai kamu gagal membunuhnya!" ancam Leon.


"Siap, Tuan."


"Dan ingat jangan sampai kamu menggoreskan luka sedikitpun di tubuh Jenny. Aku tidak mengizinkannya. Kami harus menikah bulan ini, banyak media yang sudah tidak sabar menunggu informasi tentang pernikahanku dengannya."


"Iya Tuan, saya tidak melukainya sedikit pun."


"Hmm... baguslah!"


klik!


Leon pun menutup panggilannya dan melanjutkan aksinya dengan wanita bayaran yang sudah berada di sampingnya itu.


****************


Reyhan pergi ke rumah sakit menemui Sandi, beruntung Sandi sudah siuman dan bisa di jenguk sekarang.


"Maafkan saya, saya gagal menjaganya." lirih Sandi dengan sedikit meringis menahan sakitnya atas beberapa luka tusukan di bagian perutnya itu.


"Kau sudah melakukan yang terbaik, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Jenny di culik oleh anak buahnya Leon, dia menghubungiku memakai ponselmu. Apa kamu tau ciri-ciri orang yang menculik Jenny?" tanya Reyhan.


Sandi berusaha untuk bisa duduk di atas ranjang rumah sakit itu, dia meminta Reyhan agar menyuruh seseorang untuk mengambil laptop mobilnya, "Bisakah bos telepon Alex untuk membawa laptop saya di dalam mobil? Sepertinya saya bisa melacak keberadaannya, kebetulan saya menyimpan alat pelacak di ponsel saya untuk berjaga-jaga jika ponsel saya terjatuh atau hilang, walaupun tidak dalam keadaan aktif pun saya bisa melacak nya."


Reyhan mengiyakan, dia menelpon Alex untuk membawa laptop milik Sandi.


Setelah sekian menit kemudian Alex tiba disana dengan tangannya yang masih memakai deker penyangga, dia memeluk laptop itu dan memberikannya pada Sandi.


"Dimana Docan kita sekarang? Aku tidak bisa tenang sebelum mendengar kabar baik tentangnya." ucap Alex, dia begitu sangat mengkhawatirkan Jenny.


"Lebih baik kamu kembali ke Markas, itu itu jadi urusan saya." perintah Reyhan pada Alex.


"Baik, bos. Terimakasih sudah mau menyelamatkan Dokter Jenny. Tolong selamatkan dia. Saya sangat tidak tenang sekarang." Alex memohon-mohon pada Reyhan.


Reyhan tak menanggapinya, dia hanya mendengus kesal karena sesungguhnya dia yang jauh lebih mengkhawatirkan Jenny.


Setelah Alex pergi. Sandi memulai aksinya, dia memasukan beberapa kode untuk melacak ponselnya sendiri.


tritit... trititttt...


Alat pelacaknya terkoneksi, dia sengaja menyimpan alat pelacak kecil di dalam handphonenya.


Sandi memperlihatkan layar laptop ke Reyhan, disana menunjukkan sebuah lokasi tempat ponselnya berada, sebuah gudang tua yang jaraknya lumayan jauh dari sana.


Tanpa berpikir lebih panjang, Reyhan segera pergi menuju tempat lokasi. Dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, rasanya dia ingin segera sampai untuk menyelamatkan Jenny. Dia berharap Jenny baik-baik saja.


Jenny, bertahan lah aku akan segera menyelamatkanmu. Aku sangat mencintaimu, Jenny. Tak peduli bahwa kenyataannya kau anak Andreas, bagiku kau hanyalah seorang Jenny, wanita yang sangat penting untukku.


Perlahan-lahan Jenny mulai membuka matanya, dia kaget saat menyadari tangan dan kakinya sedang terikat kuat dan mulutnya di tutupi dengan lakban.


Petter yang sedang memperhatikannya malah cekikikan sambil memegang pisau, "Kau sudah sadar rupanya? Tuan Leon begitu mempercayaiku untuk tidak membunuhmu, padahal tujuan sebenarnya aku bergabung dengannya adalah untuk menyingkirkan Andreas, ayahmu. Dan segala hal yang penting bagi Andreas, termasuk kamu. Kamu mau tau alasannya kenapa? Karena dia, ayahku dihukum mati padahal tidak membunuh siapapun. Dia telah menghancurkan hidupku dan ayahku. Karena itu aku harus kuat, agar dipercayai oleh Leon dan menghancurkannya nanti."


...****************...


Siapa tau ada yang belum mampir kesini, ini novel pertama othor, tentang cinta terlarang antara adik dan kakak iparnya. Dijamin pasti laper bacanya. Meski masih polos tapi othor suka rate 21++ hehe buat belajar



Kalian termasuk kategori mana saat bulan puasa?




Tetap membaca novel bertema 21+ tiap malam saja




Berubah menjadi pembaca religius selama 1 bulan




Siang malam tetap membaca novel 21+




Membaca novel remaja yang aman dari 21+ selama bulan puasa




Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiahnya. Biar makin semangat buat nulis novelnya.