Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Kau Ingin Membunuhku?


Petter memainkan pisau yang sedang dipegangnya, dia menatap Jenny dengan tatapan menusuk. Lalu memainkan pisau itu ke wajah cantik Jenny.


"Padahal kau cantik, sayang sekali kita harus bertemu secara seperti ini. Bahkan aku selama ini di suruh Leon untuk terus mengikutimu selama di Singapore."


Tangan Jenny bergetar, pisau itu bisa saja membuat kulit wajahnya tersayat.


Petter menarik sebuah kursi dan duduk di depan Jenny, dia membuka lakban yang dari tadi menutupi mulut Jenny.


"Hhhhh... " Jenny terengag-engah merasa bisa bernafas kembali setelah berjam-jam mulutnya di tutupi dengan lakban.


Petter terkekeh melihatnya, dia mencondongkan badannya pada Jenny "Kadang aku kasihan padamu, karena dimana pun kau berada kau tak memiliki tempat yang aman."


Jenny mengernyitkan keningnya, tidak mengerti dengan ucapan Petter.


"Aku dan suamimu memiliki misi yang sama, yaitu membunuh ayahmu dan Leon." ucap Petter dengan santai.


Tentu saja Jenny terkejut mendengarnya, sampai dia membulatkan matanya saat mendengarkan ucapan dari Petter. Dia berusaha untuk melepaskan tangannya dari tali yang mengikat tangannya namun ikatan itu begitu sangat kuat.


"Dia menikahimu sengaja untuk membuat Leon marah dan untuk menahanmu juga, pada akhirnya kamu tau apa yang akan dia lakukan padamu?" Petter menatap kedua bola mata Jenny yang begitu ketakutan dan nampak kebingungan dengan ucapan Petter itu.


"Dia akan membunuhmu." Petter mengatakannya sambil tertawa seakan mentertawakan nasib Jenny yang terkesan sial itu.


"Jangan ngarang kamu! Aku tidak mempercayaimu." Jenny mengucapkannya dengan nada tinggi.


"Terserah kau saja mau percaya atau tidak, aku hanya ingin memberitahumu di sisa akhir hidupmu. Aku ingin tau bagaimana reaksi Andreas saat aku mengirimkan mayatmu padanya."


Tenggorokan Jenny terasa kering mendengarnya, tentu saja dia sangat ketakutan saat ini tapi dia berusaha untuk tidak terlihat takut di depan Petter. Itulah alasan Petter dengan cepat membunuh Roni Karena tidak ingin Leon dan Andreas di penjara, dia ingin membunuh mereka dengan tangannya sendiri.


Tentu saja Petter tau semuanya karena menyelidiki segala tentang Reyhan.


Jenny mematung mendengarnya, dia tak percaya dengan semua yang Petter ucapkan. Sejahat itukah ayahnya? Benar kah Reyhan sengaja mengikatnya untuk membalas dendam pada ayahnya? Bahkan Reyhan bisa saja membunuhnya?


"Karena itu ini akan menjadi kisah yang menarik untukku. Aku rasa aku tidak perlu mengotori tanganku untuk membunuhmu, biarkan saja aku menikmati melihat dengan mata kepalaku sendiri saat dia membunuhmu malam ini. Kemudian aku membunuhnya."


"Aku tidak Mempercayaimu. Lebih baik kau diam!" teriak Jenny dengan segala amarahnya.


Petter hanya bisa tertawa melihat reaksi Jenny seperti itu.


Petter ingin membunuh Reyhan agar Leon semakin menyukai kinerjanya, dia ingin membuat Leon sangat mempercayainya.


Rey, benarkah kau selama ini menderita karena ayahku? Benarkah selama ini kau sengaja mengikatku hanya untuk membalas dendam pada ayahku? Hati Jenny bertanya-tanya, berharap bahwa ucapan Petter itu tidak benar. Dia tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya nanti jika ternyata ucapan Petter itu benar. Karena sesungguhnya dia sudah sangat mencintai Reyhan, dia lubuk hatinya yang terdalam. Rasanya sangat sakit dan sesak saat dia mendengar dari Petter alasan Reyhan mendekatinya.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...