Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Sakit Tak Berdarah


Jenny merasa kelelahan karena para pria di Markas Satu itu banyak yang mengantri untuk diperiksa olehnya dengan berbagai macam alasan, kadang dia mendapati beberapa pria yang tidak sakit atau terluka sama sekali.


"Docan, saya sakit ini Docan! "


"Saya sakit itu Docan!"


Mereka memanggil Jenny Docan, alias Dokter Cantik. Pesona kecantikan Jenny memang telah membuat anggota The Drak Devil itu sangat terpukau. Apalagi Jenny orangnya begitu ramah dan ceria.


Dan Sandi yang menjaganya begitu kewalahan menghadapi mereka.


"Kau terluka atau sakit apa?" tanya Jenny kepada salah satu anggota the drak devil disana. Dia nampak keheranan karena pria bertubuh kekar itu kelihatan baik-baik saja.


"Namaku Alex, apa Docan sudah memiliki pacar?" Alex malah mengajak kenalan pada Jenny.


Sandi yang berdiri di samping Jenny malah berdehem. "Ehmm!"


"Dokter Jenny sudah memiliki suami, jadi jangan macam-macam padanya." ucap Sandi. Dia memang begitu setia pada Reyhan, apalagi dia harus selalu siap siaga menjaga Jenny jangan sampai Jenny melarikan diri.


"Hmm... sayang sekali, tapi tidak masalah, aku sangat menyukai sebuah tantangan." Alex mengedipkan matanya pada Jenny, lalu dia pergi dari ruangan yang sengaja di buat khusus untuk Jenny disana.


Jenny teringat dengan Reyhan yang akan pergi ke kota B besok selama satu minggu, dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk menghabiskan hari ini untuk terus melihat wajah tampannya. Dia juga tidak tau mengapa dia menjadi sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Reyhan di hidupnya dan merindukannya saat dia tak melihat Reyhan.


"Sandi, bisa antar aku ke Markas Dua?" pinta Jenny.


"Untuk apa?" tanya Sandi.


"Aku ingin bertemu dengan Reyhan. Pekerjaan aku hari ini sudah beres."


Sandi merasa ada yang tidak beres antara Reyhan dan Jenny, mengingat Reyhan yang selalu bersikap kasar dan kejam kepada musuhnya tapi dia tidak terlihat menyakiti Jenny sama sekali, bahkan Jenny sama sekali tidak terlihat ketakutan atau tertekan sebagai mestinya seorang tawanan.


Sandi menganggukan kepala. "Ya sudah."


****************


Klara merasa ada kejanggalan atas kematian Roni, dia memiliki firasat yang tidak mengenakan , dia segera mengecek rekaman yang diberikan oleh Reyhan kepadanya.


"Kalau begitu ayo cepat mengaku, siapa yang sudah memitnah Reyhan 9 tahun yang lalu? Dan kenapa kamu menelpon Leonardo? Apa hubunganmu dengan Leonardo?" Terdengar suara Jefri juga di rekaman itu.


"Tu-tuan Leon adalah bos besar kami, dan Andreas adalah kaki tangannya, Andreas yang sudah memitnah Reyhan. Dan Andreas juga yang sudah membunuh Anton atas suruhan Tuan Leon. Saya sudah mengakui semuanya dengan jujur, jadi tolong cepat lepaskan aku. Aku mohon! "


Klara tercengang saat mendengarkan suara rekaman itu, dia tidak menyangka bagaimana mungkin Andreas tega membunuh ayahnya? Apalagi ada keterlibatan dengan seorang calon pejabat yang begitu di kagumi banyak orang.


Itu artinya Reyhan tidak membunuh ayahnya, dada Klara merasa sesak saat mengetahui kebenaran itu, dia teringat dengan ucapan dan sikapnya pada Reyhan semalam pastinya dia sudah menyakiti Reyhan yang sama sekali tidak berbuat kesalahan kepada dia dan ayahnya.


Klara tak bisa membendung air matanya, dia menangis sejadi-jadinya sampai memukul-mukul dadanya karena begitu sangat terasa sesak. Bagaimana bisa dia tidak merasa bersalah, dia dan Reyhan dulu berpacaran sudah lama dari saat mereka masih sekolah SMA. Dan Reyhan adalah cinta pertamanya . Karena itu dia tidak pernah bisa melupakan Reyhan walaupun dia dulu beranggapan Reyhan adalah pembunuh ayahnya.


"Reyhan... " Klara masih tidak bisa berhenti menangis, "Apa yang harus aku lakukan?" Saat itu masih berada di mobil, di parkiran kantor polisi. Klara segera menjalankan mobilnya kembali meninggalkan kantor polisi.


Jenny memandangi pemandangan yang di lalui mobil yang di tumpanginya bersama Sandi, dia pikir dirinya sudah tidak waras karena begitu menghayati perannya sebagai istrinya Reyhan padahal dia tau pernikahan mereka hanya satu bulan saja.


Tiba-tiba Sandi mendadak mengerem mobilnya saat melihat ada seseorang yang memarkirkan mobilnya di Markas Dua, ternyata dia Klara.


Reyhan yang sedang berdiri di depan Markas, dia terkejut saat melihat Klara datang kembali ke Markasnya. "Klara, ada apa kamu... "


Reyhan tak meneruskan perkataannya karena tiba-tiba Klara memeluknya sambil menangis. "Reyhan, maafkan aku. Aku.. aku pasti telah membuat kamu semakin sakit dan menderita, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang! "


Jenny melihat semua itu, matanya berkaca-kaca menyaksikannya. Hatinya terasa remuk melihatnya, seolah dunia sedang mempermainkan hatinya. Kenapa Klara memeluk Reyhan? Ada hubungan apa diantara mereka? Hatinya benar-benar sakit.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...