Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Nomor Favorit


Andra menyambut kepulangan Klara yang baru saja pulang dari kota B, dia sengaja meminta libur dari pekerjaannya hari ini karena ingin menemani sang istri.


Dia memang pandai memasak karena itu dia menyambut kepulangan sang istri dengan masakannya yang lezat.


"Aku sengaja memasak makanan kesukaanmu, aku harap kau menyukainya." ucap Andra.


Klara tersenyum tipis, "Terimakasih." hanya itu yang dia ucapkan pada suaminya.


Setelah selesai makan, mereka duduk di sofa , Andra menarik kedua kaki istrinya ke pahanya, dan membiarkan Klara merebahkan diri di sofa.


"Biarkan aku memijatmu, kau pasti sangat kelelahan." Andra memijat-mijat kaki Klara dengan pelan.


Klara terdiam sebentar, dan menarik nafas berat "Aku sudah tau semuanya, ternyata dia bukan pembunuh ayahku." Klara mengatakannya dengan mata berkaca-kaca.


Andra terdiam saat mendengar ucapan Klara, dia tidak menanggapi ucapan Klara, memilih untuk terus memijat kaki sang istri.


"Karena itu aku akan menyelidiki ulang kasus pembunuhan ayahku." Klara melanjutkan perkataannya sambil menyeka air matanya.


"Setelah semuanya selesai apa yang akan kau lakukan?" tanya Andra tanpa ingin menatap Klara.


Klara hanya menggeleng, "Aku tidak tau."


Andra pura-pura tersenyum, dia memberanikan diri untuk menatap istrinya, "Lakukan saja apa yang kau mau dan sesuai keinginanmu, meski kau memilih untuk meninggalkan aku, aku akan menerimanya, jangan pernah merasa tidak enak padaku."


Air mata Klara malah semakin mengalir deras saat mendengar ucapan dari Andra. Dia memang belum bisa sepenuhnya lepas dari masa lalunya, kisah masa lalu yang membuatnya sangat menyakitkan.


"Aku lupa menaruh handphoneku, tunggu sebentar." ucap Andra sambil pergi ke kamar.


Di dalam kamar, Andra tak bisa membendung air matanya, tiba-tiba air matanya mengalir begitu saja padahal dia sudah mencoba untuk menahannya sekuat tenaga. Dia tidak ingin Klara melihatnya. Padahal hatinya sangat sakit.


Dia tau resikonya akan seperti ini jika dia menikahi seorang wanita yang belum bisa lepas dari kenangan masa lalunya.


...***************...


"Besok kita harus melenyapkan Andreas, naga api bisa hancur jika dia terus yang memimpinnya." perintah Leon pada Petter.


Tentu saja itu perintah yang sangat dinantikan oleh Petter, dia tersenyum kecut saat mendengar perintah itu.


"Baik, Tuan."


"Aku akan memerintah beberapa anak buahku untuk membantumu."


Leon merasa Andreas mulai mencurigai dirinya kenapa Jenny kabur waktu itu, ya tentu saja karena saat anak buah Andreas melacak ponsel Jenny, ternyata ponsel Jenny menunjukkan ada mansion Leon. Saat itu Leon sengaja mengecek ponsel Jenny karena penasaran apa saja yang ada di ponselnya.


Walaupun dia ayah yang sangat keras tapi tetap saja dia sangat menyayangi Jenny, tidak akan membiarkan siapapun melukainya.


Saat itu Klara datang ke rumahnya untuk bertamu, dia sengaja tidak mengatakan bertemu dengan Jenny karena takut Andreas mencelakai Reyhan.


"Om tau kan ayahku adalah sahabat sekaligus anak buah om, dia sangat setia pada om. Apa pandangan om terhadap ayahku?"


Andreas merasa gugup tiba-tiba Klara bertanya soal Anton.


Andreas menarik nafas pelan, "Ya tentu saja, dia seorang yang sangat setia dan orang yang baik."


"Itulah yang aku tidak mengerti, mengapa ayahku mati terbunuh seperti itu, padahal ayahku orang yang sangat baik." Klara menatap tajam pada Andreas.


Andreas merasakan ada tatapan yang berbeda dari Klara.


"Jenny adalah putriku satu-satunya, sudah dua minggu dia menghilang. Jika terjadi sesuatu pada om, om ingin polisi mencari keberadaannya. Dan kamu bisa mencari kebenaran tentang ayahmu melalui Jenny,"


"Maksud om?" Klara tidak mengerti.


"Nomor favorit Jenny adalah pasword brankas om."


Klara semakin tidak mengerti kenapa Andreas tiba-tiba mengatakan itu, "Apa om sedang terancam atau... "


"Tidak, hanya berjaga-jaga saja. Om rasa pertemuan kita cukup sampai disini saja."


"Tapi masih banyak yang harus aku tanyakan pada om. Pembicaraan kita belum selesai."


Andreas tidak ingin mendengarkan ucapan Klara, dia memilih pergi begitu saja masuk ke ruang kerjanya. Klara memang tidak bisa langsung menyudutkan Andreas sebagai tersangka sebelum memiliki bukti yang kuat.


Klara mencoba mencari Jenny ke markas dua, tapi sayang di markas dua tidak ada siapa-siapa. Dia memang tidak memiliki nomor Reyhan, hanya tau alamat markas dua saja.


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...