Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)

Balas Dendam Sang Mafia (Mencintaimu Atau Membunuhmu)
Siang Mencengkam


Doorrr...


Doorrr...


Dooorrr...


Suara senapan itu terdengar jelas di luar sana, membuat perdebatan antara ayah dan anak itu tiba-tiba berhenti seketika.


Andreas merasakan ada sesuatu yang tidak enak hari ini, "Kamu tunggu dulu disini sebentar!" ucap Andreas pada Jenny. Andreas ingin mengecek situasi di luar sana.


Namun tiba-tiba ada sekitar tiga orang anak buahnya masuk ke dalam rumah, "Gawat tuan, sepertinya tuan Leon ingin melenyapkan kita."


Leon memang tidak ikut kesana, karena sekarang dia ada acara penting mengenai soal kampanye untuk pemilihan umum nanti.


Andreas tampak panik, dia lebih mengkhawatirkan keselamatan Jenny di banding dirinya. Karena dia tau anak buah Leon tidak akan melepaskan anaknya. Dia memerintah salah satu anak buahnya yang bernama Gara, "Tolong kau bawa Jenny ke luar dari rumah ini melalui pintu belakang. Jangan sampai Jenny terluka."


"Lalu bagaimana dengan anda?" Gara tampak keberatan untuk meninggalkan Andreas.


"Aku akan menghadapinya dan mengulur waktu sampai Jenny bisa ke luar dari rumah ini."


"Tapi tuan... "


Andreas menatap tajam pada Gara, "Cepat lakukan perintahku!"


Gara pun menuruti perintah dari Andreas. Dia segera berjalan menuju ruang tengah menemui Jenny, "Ayo ikut dengan saya, Nona."


"Tapi ayah mana?" Jenny berfirasat tidak enak mengenai ayahnya apalagi setelah mendengar suara tembakan itu.


Gara tidak menjawab pertanyaan dari anak bosnya, dia menarik lengan Jenny membawanya pergi menelusuri ke bagian belakang rumah yang megah itu.


Jenny mencoba untuk melepaskan diri, "Kau mau bawa aku kemana? Kenapa harus meninggalkan ayahku!"


Namun Gara memegang dengan erat tangannya dan terus memaksa Jenny untuk ikut dengannya , untuk melindunginya.


Sementara itu Petter berhasil masuk ke dalam rumah, bersama anak buah Leon yang berjumlah kurang lebih 20 orang itu.


Petter menembak para pelayan yang sedang terlihat bersembunyi di bawah meja.


Doorrr..


Dooorrr...


Sampai ada beberapa pelayan berhamburan untuk melarikan diri namun beberapa anak buah Leon berhasil membunuh mereka, ada yang menggunakan pistol ada juga yang membunuh menggunakan pisau yang mereka bawa. Sampai rumah itu kini begitu banyak darah berceceran dimana-mana.


Naga api memang terpecah belah, ada yang setia pada Leon sebagai pemilik asli klan itu, ada juga yang setia pada Andreas sebagai pemimpin di klan itu. Namun sayangnya yang setia pada Andreas hanya tersisa beberapa saja karena berhasil di taklukan di halaman rumah Andreas sebelum mereka berhasil memasuki rumah yang megah itu.


Akhirnya Petter berhasil bertemu dengan Andreas yang sedang duduk santai di tengah rumah di kawal oleh dua anak buahnya yang tersisa, Ryan dan Haikal.


"Akhirnya kita bertemu lagi." Sapa Petter sambil duduk dengan santai berhadapan dengan Andreas yang hanya terhalang meja.


Pandangan Petter beredar mencari seseorang, "Dimana puterimu?"


Andreas mengernyitkan keningnya, mengapa Petter bisa tau Jenny datang ke rumahnya, tanpa di duga Haikal dengan cepat menembak Ryan yang sedang berdiri di samping kanan Andreas. Rupanya dia telah berkhianat, lalu dia menodongkan pistol itu ke kepala Andreas yang masih duduk kursi untuk mengacamnya.


"Cepat katakan dimana Puterimu?" Petter meninggikan suaranya.


"Hahaha.. " Petter cekikikan, "Akhirnya kau mengenaliku!" Petter menopangkan kakinya dengan santai.


Petter menyuruh orangnya untuk mengobrak-abrik seluruh ruangan di rumah itu.


"Cepat cari keberadaan anaknya! Dan kamu boikot semua jalan di gerbang halaman rumah ini agar dia tidak bisa keluar dari sini."


15 orang yang ada disana segera menuruti perintah Petter, ada yang sebagian yang mengobrak-abrik di seluruh isi rumah itu, ada juga yang ke luar dari rumah untuk menjaga di setiap pintu gerbang rumah Andreas.


Jenny saat itu di bawa Gara bersembunyi di paviliun di belakang rumah Andreas, "Nona tunggu disini!" perintah Gara, sementara dia keluar dari paviliun itu mencoba untuk memastikan tidak ada anak buah Leon di sekitar sana.


Reyhan sebenarnya tidak membiarkan Jenny pergi sendirian, dia memantaunya dari kejauhan dan sengaja memasang alat penyadap di kalungnya. Karena itu dia mendengar apa saja yang di ucapkan Jenny dan keadaan di sekitar Jenny, dia berusaha untuk masuk ke halaman rumah Andreas, namun ternyata ada penjagaan ketat disana.


Reyhan tak menyerah, dia tetap akan masuk kesana dengan melawan beberapa orang yang menjaga gerbang bagian depan, satu lawan empat. Sampai terjadi perkelahian sengit disana, dua orang menyerang, dua orang menunggu giliran, Reyhan memberikan sebuah pukulan keras pada dada salah satu di antara mereka. Lalu menseleding kaki salah satunya.


Lalu dua orang lainnya mulai menyerang, Reyhan mengambil pasir disana dan melemparkannya ke wajah keduanya, lalu menendang kepala mereka dengan keras secara bergantian sampai mereka tidak sadarkan diri.


Sementara itu halaman belakang, ada yang menodongkan pistol ke Gara, rupanya ada satu anak buah Leon berhasil melihat Gara disana, "Cepat serahkan anak Andreas!"


Gara mencoba untuk melawan tapi ada satu orang lagi di belakangnya menembak punggung Gara.


Doorrr...


"Arggghhh... "


Gara merasakan kesakitan yang luar biasa di area punggungnya.


Salah satu dari mereka memasuki paviliun itu untuk mencari keberadaan Jenny, saat itu Jenny sedang bersembunyi di dalam lemari dan membekap mulutnya sendiri agar nafasnya tidak terdengar.


Orang itu dengan brutal menghancurkan apa saja yang ada di paviliun itu, sampai jaraknya semakin dekat pada Jenny yang bersembunyi di dalam lemari itu, dia melihat di sela-sela lemari orang itu akan membuka pintu lemari tempat persembunyiannya.


"Dimana kau, Nona cantik? Jangan bermain-main denganku!" Pria itu tertawa kecil, membuat Jenny merinding mendengarnya.


Jenny sangat ketakutan sekali, apalagi orang itu membawa pistol di tangannya. Jenny melihat ada tongkat bisbol di dalam lemari itu.


Ceklek!


Terdengar pintu lemari itu terbuka....


Rey!


Tolong aku!


...****************...


...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...


...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...


...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalinya....


...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...