
" tak...tak..tak..." terdengar banyak suara kaki di belakang copet yang sedang terduduk tak mampu berdiri akibat kayu yang kulempar tadi,tak lama sekitar lima belas orang berada di belakang copet itu membawa beragam senjata seperti tongkat pemukul potongan baja ulir yang biasanya di gunakan untuk tiang bangunan ada juga yang membawa tongkat pemukul baseball.
" he..he...he.. akhirnya kalian datang juga.." ujar copet itu melihat kawannya datang kearahnya.
" mat kakimu kenapa..?" Tanya seseorang berbadan hitam yang di wajahnya melintang bekas luka , entah itu luka bekas tergores benang layangan yang melintang di jalanan atau luka akibat tersangkut kawat berduri sehabis mengintip kucing kawin.
Namanya Jalu ( aslinya jalal ,biar keren katanya.. dia meminta kawan kawannya memanggilnya jalu ) orang orang yang biasa berkeseharian di terminal pasti mengenalnya sebagai ,si biang kerusuhan dalang kejahatan kejahatan kelas teri , aparat penegak hukum bukannya tidak mau menindak mereka juga kesal karna setiap berhasil menangkap selalu saja ada yang datang menebus lalu membebaskannya, rumornya dia mempunyai keluarga seorang anggota dewan.
" ini perbuatan bangsat itu..." tunjuk mat mendengus penuh amarah kearah Udin,sambil berusaha berdiri di bantu teman temannya.
" Hanya Ini yang kamu andaikan..? " dengusku meremehkan.. sambil tetap santai menghisap rokok di tanganku.
" nyalimu besar juga , kawan kawan beri pelajaran monyet kecil itu ,patahkan satu kakinya,lalu biarkan dia pergi merangkak dari sini " perintah jalu kepada gerombolannya.
" tunggu dulu... ada yang perlu aku katakan .." potongku sembari membuang penting rokok di tanganku.
" Apakah kamu pemimpin mereka...? " sambil menunjuk lurus jariku ke arah jalu.
" Ha.. ha..ha.. apa Kamu pantas bertemu ketua kami...? Monyet tentu saja tidak pantas ha..ha..ha.."
" Sialan " batinku...
" aku tidak perlu berlama lama dengan cecunguknya , aku perlu ketuanya untuk bisa menyelesaikan misi "
" aku tidak suka memukuli bawahan rendah seperti kalian , kuberi kesempatan untuk memanggil ketua kalian sekarang selagi kalian masih bisa berdiri " .
" haram jatah...!!! tunggu apalagi hajar dia !!" teriak jalu penuh kemarahan .
belum genap lima langkah mereka berlari untuk menyerang Udin sekelebat bayangan mendatangi mereka .
" Wuuuussshhhh....."
" Buuuuk..!!! Buuuk..!! Plaaak...."
" Aaaahhhh.... !!! "
" aduuuh... arrrggghhhh..."
tiba tiba saja Udin sudah berdiri beberapa kaki di depan jalu ,tampak di belakangnya teman temannya meringkuk memegang kaki kaki mereka sambil menjerit kesakitan,
hanya butuh sekejap mata semua temannya di kalahkan.
" Apa dia manusia..? " batin jalu sambil bergidik ngeri, tanpa dia sadari tongkat bisbolnya terjatuh sebab tangannya seketika berkeringat banyak,
" Plaaak...!!" sebuah tamparan membuat jalu terpelanting beberapa meter kebelakang.. pandangan jalu menjadi berpendar lalu memuntahkan darah dengan beberapa giginya.
" Apa dia masih di sebut manusia ...!!"
" aku sudah memberimu kesempatan,sepertinya kamu tidak mau mengambilnya .. sebaiknya kupatahkan saja kedua kakimu .."
ucap Udin berlahan mendekat ...
" Tu...tu...tunggu...!!" sambil menahan sakit pada gusinya jalu berteriak ketakutan..
" aku akan memanggil ketuaku sekarang.. " Bergegas mengeluarkan handphone dari tas di pinggangnya..
tak lama setelah nada tunggu panggilan itu di jawab oleh seseorang di seberang sana.
" Ha.. halo bos..." panggil jalu dengan nada hormat sambil menatap Udin penuh kebencian.
" katakan ada apa..aku sedang tidak ada waktu sekarang " terdengar suara pria paruh baya terdengar tidak senang.
" ada orang yang berusaha menggagalkan rencana kita, sepertinya orang suruh Winda " jalu menebak nembak siapa Udin sebenarnya .
pagi tadi bosnya memerintahkan dia dan anak buahnya untuk mencopet tas Winda , dia sendiri hanya tau winda itu melalui foto yang dikirim bosnya , selebihnya dia tidak bertanya lagi karna baginya adalah bayaran yang di janjikan bosnya bisa membuat dia dan teman temannya berpesta pora mabuk dan meniduri wanita di sana selama beberapa hari kedepan.
tidak terfikir bahwa sasarannya kali ini mempunyai pengawal yang tangguh , padahal sebelumnya dia sudah memastikan korbannya turun dari taksi seorang diri.karna itu dia mengutus mat mantan copet yang paling berpengalaman bekerja seorang diri.
" Apa...? , sejak kapan dia punya uang sampai punya orang untuk menjaganya.. " teriak bos di seberang sana tidak percaya.
" Benar bos...aku bersumpah dia bahkan sudah mengalahkan semua teman temanku " balas jalu dengan gugup,
" sudah...sudah... aku tidak mau mendengar alasan kegagalanmu, aku tanya apa barang yang aku suruh ambil apa masih ada padamu..?"
jalu melirik kearah mat untuk memastikan apakah barang yang bos inginkan masih ada atau tidak, lalu segera menjawab.
" tunggu aku... sepuluh menit lagi aku akan datang..!" tanpa menunggu jawaban jalu orang itu memutuskan sambungan telfon.
" Kamu sedang sial hari ini...tidak biasanya bosku turun tangan langsung,kita lihat nanti apa Kamu masih sesombong ini.." Ucap jalu menatap Udin yang masih saja terlihat biasa tanpa ekspresi.
" sepertinya misi yang di berikan System ini tidak sesederhana yang terlihat ,ini membuatku penasaran " ujar Udin dalam harinya.
" Benar Tuan yang akan Tuan hadapi sekarang adalah orang yang pernah terpilih mendapat keberkahan dari senior Tuan terdahulu."
" Apa.. ? aku bukan satu satunya orang yang memiliki System sepertimu..? "
" Benar Tuan... "
" mengapa baru sekarang kamu mengatakannya..?!"
" pemahaman Tuan tentang System masih terbatas, Tuan perlu mengupgrade
Level Tuan,semakin tinggi level tuan semakin Tuan memahami tentang System "
aku baru menyadari hanya Menaikkan satu level saat itu.
lagi lagi aku melakukan kebodohan dengan meremehkan fungsi fungsi dari System, aku mengira dengan kemampuanku saat ini di dunia ini tidak ada yang sepertiku.
" Benar Tuan, kebodohan Tuan sudah berakar "
" Sialan lagi lagi kamu merendahkanku " batinku mengutuk System.
" lalu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi seorang terpilih ? " dengan terpaksa aku menahan kekesalanku, mau tidak mau aku membutuhkan System untuk memberikan petunjuk.
" kalau Tuan marah System tidak bisa membantu,sebentar lagi System Akan sibuk dan tidak tersedia "
sebodoh bodohnya aku, aku tau System sedang mempermainkan aku,
" oke...oke... kamu memang System paling pengertian ..baik..dan tidak sombong...aku tidak mungkin marah " ucapku dalam hati sambil berusaha menampakkan wajah memohon.. ( tapi yang terlihat oleh jalu Udin nampak seperti orang bingung dengan wajah ketakutan ).
" Ha.. ha..ha.. aku sudah tau kamu akan seperti itu... sebentar lagi kamu akan bersujud meminta maaf di bawah kaki bosku.." ujar Jalu setelah yakin sebab Udin terdiam mematung setelah mendengar percakapannya dengan bosnya tadi.
" Plaaak...!! "
" aaahhh..." sekali lagi Jalu terguling dan meludahkan dua gigi terakhir yang tadi masi menancap di gusinya,dokter gigi akan sangat bahagia menerima pasien seperti jalu ,rezeki nomplok.
" Sialan...aku tidak suka di ganggu saat sedang berfikir ...!!"
" maa...maafkan. aku Tuan " kali ini jalu sudah tidak berniat lagi memprovokasi Udin,keberaniannya sudah menguap saat tamparan terakhir yang diterimanya tadi.
" System ...? "
" Tuan memang pengertian , walaupun saat menampar si hitam tadi Tuan membayangkan menampar System ha..ha..ha.."
" Apakah sudah tidak ada privasi lagi untukku di dunia ini .." keluhan mengakui apa yang dikatakan System.
" Tuan hanya perlu mengaktifkan skill pencabutan sukma , dengan itu tuan akan tahu keberkahan apa yang di berikan kepada yang terpilih,lalu tuan bisa mencabut keberkahannya atau mengampuninya,item itu tersedia di toko System "
" baiklah ,system skill pencabut sukma " ucapku segera memutuskan,aku tidak ingin membuang waktu lagi.
" Diing... Membeli skill pencabut sukma pengurangan point ion 10 berhasil.."
" pemasangan terima pemasangan skill ya / Tidak..?
" ya.."
" biip..biip...biip. pemasangan berhasil..!! "
" Selamat Tuan Menguasai skill pencabutan sukma !"
" System mengapa aku tidak merasakan apapun..? " tanyaku keheranan..
" skill akan otomatis aktif saat Tuan bertemu yang terpilih ,tetapi saat ini tuan hanya bisa mendeteksi sejauh seratus meter, semakin tinggi level tuan maka semakin luas jarak Tuan bisa mendeteksi yang terpilih "
" baiklah aku mengerti sekarang ...terimakasih System "
" sama sama Tuan "