
" Kak.... Ini terlalu besar untukku...aku tidak yakin Bisa mengelolanya .." ucap Irawati tidak percaya dengan Isi dari Map di tangannya itu.
Salah satu lembar Map itu Bertuliskan Penunjukan Winda mengelola Sebuah yayasan Pendidikan dan pemberdayaan Sumber Daya manusia ( SDM ) " Karya Mandiri "
Hampir Semua penduduk Indola Tahu Yayasan Besar itu Adalah Yayasan yang di Akui negara ini Untuk di jadikan Kiblat percontohan seluruh Yayasan amal di negara Indola, Saking Besarnya Yayasan itu mempunyai Cabang tersebar hampir di seluruh provinsi di Indola , Yang membuat Irawati hawatir kemampuannya sebenarnya adalah lambat terakhir yang di bacanya , tertera jelas Namanya di sana Sebagai Manager Umum maskapai CAT AIR tempatnya bekerja sekarang ini, tak pernah sedikitpun ia bermimpi akan mencapai Jabatan tinggi itu dengan Mudahnya ,apalagi melihat Begitu Banyak nol memanjang yang tertulis di kontrak kerja itu untuk Gaji yang akan di dapatkannya..Ia tidak berani mempercayai apa yang ada di tangannya.
Melihat Irawati yang masih termagu diam ..Udin kemudian berkata.
" Tanda tangani berkas berkas itu... kamu bisa bekerja sambil belajar nantinya , Ada beliau yang akan mendampingimu , ada aku dan kakakmu di belakangmu... Aku tidak suka di kecewakan " ucap Udin santai menekankan Kata terakhir dari ucapannya itu ,sambil melihat Nyoman yang sudah duduk di hadapannya.
" Tentu saja Nona Ira ,Aku Siap setiap saat untuk berbagi pengalaman denganmu .." imbuh Nyoman membenarkan ucapan Udin .
Irawati mendengar penekanan Kata kata tadi tentu tidak ingin Kakak angkatnya kecewa ,
" Aku Berjanji padamu Tidak akan mengecewakanmu !! " ucap Irawati dimeneguhkan Hatinya lalu membubuhkan tanda tangannya di lembaran Kontrak tersebut ,menggunakan pulpen pemberian udin.
" Ding ...! "
" Diig.."
" Selamat Tuan berhasil memberikan keberkahan Kepada yang terpilih "
" mendapat kan 100.000 point ( ion ).. "
" mendapatkan lima tambahan keberkahan "
" satu Kotak Kejutan "
Terdengar pemberitahuan System saat Irawati menggunakan Pulpen tersebut.
Senyum di bibir udin merekah menunjukkan kepuasannya atas keputusan Yang Irawati ambil,
" Mulai hari ini semua bergantung pada jalan yang akan kamu ambil kedepannya ,semoga keberkahan itu menjadi kebaikan untukmu.." Batin udin bijaksana.
" Kamu bisa menemui kakakmu sekarang ,Persiapkan dirimu sebaik mungkin , Bahagia kan keluargamu dengan mengabari kabar gembira ini..." sambung udin menepuk lembut pundak Irawati.
Mata Irawati kembali memerah ,kalau saja tidak ada Nyoman disana Dia pasti sudah menghambur dalam pelukan kakaknya itu,Hanya dia yang tahu kebahagiaan seperti apa yang di rasakannya saat ini ,setelah mencium tangan Udin Irawati Berpamitan untuk kembali ke kamarnya ,ia ingin berbagi berita gembira ini denga Winda secepatnya.
Sesuai adat ketimuran mencium tangan Orang yang lebih tua adalah cara untuk menunjukkan rasa hormat itu.
Sepeninggal Irawati Udin tidak perlu lagi menyembunyikan rasa penasarannya akan status Nyoman yang sempat System tampilkan untuknya sewaktu pertama kali bertemu di Bandara, Apalagi bisa bertemu dengan Guru yang memberkati Nyoman , Nyoman sendiri tidak mengetahui tentang System seperti yang di miliki Udin ,baginya itu seperti hubungan antara Guru dan Murid saja.Gurunya memang sering mengejutkannya dengan menurunkan nerbagai Ilmu ilmu dahsyat dan sulit yang secara aneh bisa dia Kuasai dengan mudah , bahkan bisa Datang dan Pergi begitu saja bagai sosok Dewa yang misterius.
" Apakah Empu suartaji Guru Om berada di kota ini sekarang..?" tanya Udin yang di Penuhi keingin tauannya ,bagaimanapun dia tidak merasakan kehadiran Pemilik System di sekitarnya semenjak bertemu dengan Nyoman , dengan levelnya sekarang setidaknya dia bisa mendeteksi Pemilik System dalam jarak 3 sampai 4 kilometer .
Nyoman Arya yang tidak menduga pertanyaan itu terhadap dengan wajah di Penuhi keterkejutan.
" Bagaimana dia tahu Nama Guruku...? Bukankah umurnya masih sangat Muda Tidak mingkin dia mengenal guruku yang sudah berusia 110 tahun...? ,apakah pemuda ini reinkarnasi Dewa... " Kata kata penuh pertanyaan itu berputar di kepala Nyoman.
Melihat Nyoman yang terdiam Udin lantas Berkata.
" Oh rupanya seperti itu... ,om terakhir bertemu dengan beliau 2 tahun yang lalu ,Berpesan untuk membantumu dan menyerahkan semua yang om jaga selama ini kepada dirimu lalu pergi melanjutkan pertapaannya di puncak Gunung Agung yang berada di Pulau Bali , Om sendiri Hanya bisa bertemu saat beliau sendiri yang mendatangi om..."
Cerita Nyoman menerangkan semua yang dia ketahui tentang gurunya yang misterius.
" System Adakah cara untuk aku bisa menghubungi Empu suartaji melalui System, bukankah kamu juga sebuah System ? "
" Benar Tuan Ada satu cara yang System ketahui yaitu dengan menggunakan media penunjukan yang di berikan kepada sang terpilih.."
Mendengar itu udin smakin mengerti betapa luas pengaruh dan kemampuan dari sebuah System.
" Om..Bolehkah aku meminjam Tombak Anusapati yang ada padamu sebentar saja , jangan hawatir aku tidak berniat memilikinya. " ucap Udin kemudian yang membuat Nyoman tidak bisa tidak untuk terkejut lagi , bagaimanapun tidak ada yang pernah mengetahui Pusaka pemberian gurunya itu ,benda itu sering kali menyelamatkan hidupnya di beberapa pertarungan maut yang ia lewati sebelumnya,baginya pusaka bertuah itu melebihi harga nyawanya.
Tentunya dia tidak berani menolak permintaan Udin di depannya, Dia merasa seperti anak kecil saha di hadapan Udin.
Nyoman menyingkap jubah panjang menarik keluar sebuah tombak bermata 2 dari balik punggunnya, Dia bisa .merasakan Pusakanya bergetar lembut saat di hadapkan di hadapan udin ,berlahan tombak Sepanjang 3 jengkal seukura 2 telapak tangan itu bergetar samakin intens ,pamor berwarna biru berbalur oleh cakra Ajna berpendar semakin terang ,Nyoman sendiri baru kali ini melihat Pamor pusakanya yang berpendar seterang itu.
Udin dengan Hati Hati memegang Tombak di tangannya berlahan memejamkan matanya.
" System Hubungkan aku dengan Empu suartaji..." Ucapnya berlahan di dalam hati , ini pertamanya Udin akan bertemu dengan seorang pemilik System seperti dirinya ,
" Ding... !! " hanya suara itu yang terdengar di telinga udin saat Tiba tiba dia merasa di tarik kesebuah Dimensi yang tidak di kenalinya.
***** ****
Jauh di puncak Gunung Agung di sebuah Gua Tersembunyi sosok Lelaki berumur mengenakan jubah Hitam dengan rambut putih panjang sedang dalam posisi bersila sempurna Empu Suartaji merasakan ada koneksi aneh di alam bawah sadarnya berlahan Membuka matanya ,
" Tit...Tit...Tit.. Kontak dari Super System terdeteksi .. System tidak mampu menolaknya saya harap Tuan berhati hati " terdengar suara lembut System yang bersuara wanita itu terdengar memberi peringatan di telinga Empu Suartaji. Ruangan bergetar sesaat setelah Dimensi baru menariknya untuk masuk ,
Dengan mata telanjang dia melihat perubahan Dimensi tempatnya berada ,nampak di hadapannya seorang pemuda mengenggam tombak Anusapati miliknya di tangan kanannya menatap kearahnya ,tubuhnya di Penuhi Aura cakra yang berubah secara warna secara konstan membuat siapapun yang menatapnya akan terpana akan keagungan pendaran cahaya itu.
Empu Suartaji segera Duduk bersila menangkupkan kedua tepat tangannya di antara keningnya begitu melihat sosok Udin di hadapannya, baginya keagungan itu sudah sepantasnya mendapat penghormatan tulus darinya.
" Om swastiastu...hanya itu yang di ucapkan Empu Suartaji.." menunduk Hormat.
Umat Hindu menggunakan istilah om swastiastu yang berasal dari kata Om yaitu aksara suci untuk Sang Hyang Widhi, sedangkan kata Swastiastu terdiri atas kata-kata Sansekerta: Su + Asti + Astu. Su artinya baik, Asti artinya ada, dan Si + Asti \= Swasti. Sedangkan kata Astu sebagai penutup ucapan Swastiastu itu berarti semoga. Sehingga arti om swastiastu adalah “semoga ada dalam keadaan baik atas karunia Hyang Widhi."
Udin mendekati Empu suartaji lalu duduk bersila di hadapan Pertapa suci tersebut menjawab
" swastiastu... " lalu menempelkan telapak tangan tangan kanannya ke dada kirinya dengan hikmat
" Perkenalkan namaku Udin ,maaf menganggu semedimu empu ... aku harapan kelancanganku tidak menyinggungmu " ucap Udin menambahkan kata katanya.
Melihat Aura lemah yang di pancarkan Empu tua itu udin merasa Ada yang tidak baik telah terjadi padanya ,
" Maaf Empu... Apa yang terjadi dengan dirimu ,kulihat keadaanmu saat ini ada yang menghambat Auramu ...!"