System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Apa kamu Mampu..?


" Baiklah..! tadi aku meremehkanmu ,terima seranganku !!!" Robet yang merasa di permainkan udin setelah belasan jurus yang ia lancarkan dengan mudah di hindari,bahkan untuk menyentuh kulit udin saja dia tidak ada kesempatan.


Robet lantas nelambaikan telapak tangannya menggunakan hampir 80% kekuatan tenaga dalamnya melontarkan serangan jarak jauh dengan area yang lebar .


" Kamu tidak akan Bisa menghindari serangan ku dengan jurus pengecutmu itu !" ejek Robet dengan penub keyakinan Yakin.


" aku akan menangkapmu kemudian menghisap inti jiwamu secara berlahan. " sambungnya bangga.


Dari lambaian telapak tangan itu tercipta gumpalan angin keabu abuan bergerak cepat kearah Udin Nampak mustahil untuk di hindari.


Udin tersenyum mendengar kata kata sombong itu.


" Nampaknya cukup lama kamu dan System busukmu itu merajalela di alam fana ini , sudah saatnya kamu menuai hasil dari Perbuatan burukmu ! "


mengarahkan jari telunjuknya udin menggerakkan jarinya membentuk sebuah simbol , menggunakan 30% tenaga dalam yang di lapisi inti sejati setara seorang Empu kemudian mendorongnya berlahan.


" Baamm...! " Seperti menabrak tembok yang kuat Pukulan tenaga dalam yang di lancarkan Robet hancur berantakan , tanah dan pohon yang yang berada di sekitar pertarungan berhamburan terbang setinggi 2 tombak ,pohon pohon besar tidak sanggup menahannya,kemudian berderak patah dan patahannya terbang puluhan meter berserakan.


" Ke.....kekuatan apa ini..? " Robet merasa tertekan.


" Diing..! "


" Tuan ..!! Aku merasakan kehadiran Dewa System sesaat setelah terjadi bentrokan pukulan Tadi..!!" Terdengar System milik Robet memperingatkan keadaan berbahaya.


" Tuan Tidak akan bisa melawannya saat ini, sebaiknya kita menghindarinya !" kembali System milik robet terdengar .


" Aa.... apa ..!"


tak bisa menyembunyikan keterkejutannya Robet Berlahan melangkah mundur,tak pernah terbayangkan di kepalanya akan bertemu dengan sosok yang menakutkan yang sekarang sedang berdiri di hadapannya ,melangkah dengan santai menuju kearahnya.., Bahkan System yang dia andalkan selama ini terdengar ketakutan.


Robet tentu saja bukan orang bodoh,setelah menghabiskan 80% tenaga dalamnya yang dengan mudah di tepis oleh Udin , sudah tentu dia tahu Udin jauh berada di atasnya.


" Kamu mau melarikan diri...? Apa Kamu mampu...?! " dengus Udin sembari merapal mantra Pencabut sukma lalu mengarahkan telapak tangannya kearah Robet ,selarik sinar Hijau langsung melesat mengenai kepala Robet tanpa mampu dia hindari.


" Aaahhh....!! " hanya suara itu yang terdengar sebelum Robet Roboh ,Berlahan perubahan terjadi pada tubuh robet menjadi seorang Tua berambut putih dengan wajah Keriput yang makin terlihat jelas,rupanya itulah wujud asli Robet yang Berusia 120 tahun sebenarnya.


" Aku rasa kedepannya akan semakin berbahaya bila aku bertemu lawan yang Kuat " gumam Udin pelan.


Tiba tiba sebarkan cahaya Hitam keluar dari Dada Robet yang sudah tidak bernyawa meluncur cepat Terbang ke langit.


" Wusssss...." lalu terdengar suara bergema di sekitar tempat itu.


" Kamu Boleh berbangga diri sekarang, Kamu beruntung Bangsat Tua yang tak berguna itu kupilih Bukan untuk menjadi seorang Petarung , tapi bila Tiba saatnya nanti kami akan Kembali , Nasibmu akan sama dengannya..!!"


Hening sejenak ...Udin mencermati apa yang suara tadi katakan.


" Semoga Aku punya cukup Waktu Mempersiapkan diri ..." ujarnya ,kemudian melangkah mendekati Gadis yang Hampir saja menjadi Korban Robet.


" Aku baik baik saja , Terimakasih sudah menolongku.." Jawabnya dengan menunjukkan Sikap penuh hormat , masih bisa terlihat Tubuhnya yang menggigil gemetar ketakutan mengingat apa yang baru saja terjadi padanya , tak sanggup dia bayangkan apa yang akan di perbuat tua bangka yang mati tak jauh Darinya itu bila berhasil membawanya pergi.


" Dari caranya menyingkapi apa yang baru saja terjadi sepertinya ini bukan pertama kali kejadian ini terjadi padanya " udin membatin , lantas memeriksa ketiga pengawal gadis itu ...


Untungnya mereka hanya dibuat pingsan saja oleh Robet.


Dengan Mengalirkan sedikit tenaga murni inti sejati untuk menyembuhkan mereka bertiga secara bergantian membuat mereka siuman sesaat kemudian.


" Terimakasih Empu ... !" setelah mereka menyadari apa yang sebenarnya terjadi,serentak mereka segera membungkuk menundukkan kepala lalu Menyatukan telapak tangan di depan dada untuk berterimakasih , sikap mereka memberi hormat menunjukkan bahwa mereka dari kalangan pendekar ( petarung ) .


" Aku bukan empu,kalian jangan membesar besarkan hal kecil seperti ini.." Udin Memang tidak Suka dengan Gelar gelar tersebut , baginya itu tidak penting sama sekali.


" Sepertinya semua sudah aman ,Baiknya kamu cepat pulang sebelum ada yang datang dan melaporkan kejadian ini kepada petugas setempat ,Aku juga akan pergi... ,pengawalmu sepertinya sudah baik baik saja sekarang ".


Udin lantas berjalan pergi berniat kembali ke mall Gandaria tempat Winda dan Fitri sedang berbelanja .


" Sialan sedikit lebih lama lagi aku berada di sana melihat gadis itu , aku pasti akan malu seumur hidupku " ucap Udin sambil menggaruk Garut kepalanya.


Entah pengaruh apa yang dimiliki gadis itu kepadanya membuat darahnya memanas , Tubuh gadis itu seperti magnet yang menarik keras Udin untuk mendekapnya ,Dorongan untuk berbuat mesum di kepalanya sebenarnya masih sanggup di kontrolnya.


Permasalahan utamanya saat ini udin tidak menggunakan ****** ( CD ) ,CD satu satunya sudah dia lepaskan saat mandi pagi tadi ,Terasa Tak nyaman lagi memakainya setelah seharian di kenakan.


Apalagi celana katun longgar yang ia kenakan saat ini tentu saja akan susah menyembunyikan penampakan bayang bayang Joni yang mulai Terbangun.


" System ada apa dengan gadis itu..?" Udin bertanya dalam hatinya.


" Gadis itu memang bukan Gadis biasa Tuan ,Dia memiliki darah titisan dewi TEICU ,Bagi para pemilik System yang mempunyai skill tehnik kultivasi Ganda akan menjadi sebuah berkah berlatih bersamanya."


" Gadis seperti itu terlahir sekali dalam 100 tahun , Tuan sangat beruntung bisa bertemu dengannya.." system menambahkan.


" Tetapi aku bukan pengamal teknik itu...lantas kenapa efeknya kurasakan..?!"


" Di toko System skill itu tersedia Tuan.. apakah Tuan ingin membeli dan memasangnya..?"


" Sudahlah...lupakan saja ! " udin menggerutu mempercepat langkahnya.


" Tunggu empu...!!"


suara lembut yang mengganggu fikirannya sedari tadi terdengar memanggil di kejauhan.


dengan satu lompatan ringan gadis itu sudah berada dekat di belakangnya,udin sudah menyadari kemampuan gadis itu berada di ranah tenaga dalam tingkat menengah , di kalangan manusia fana apalagi seorang gadis dia sudah termasuk luarbiasa.


" Apakah Tuan berkenan memberitahuku Namamu...? " Ucap gadis itu penuh hormat ,baginya bertemu sosok muda pandai olah kanuragan dengan tenaga dalam tinggi dan mencapai level empu adalah hal yang tak pernah di bayangkannya ,di provinsi kecil seperti Matrm tidak pernah ada yang mencapai tingkatan itu,sosok udin dimatanya seperti Dewa muda yang harus dia hormati kalau bisa dia ingin mengikutinya menjadi murid ,sesuai pesan terakhir gurunya sebelum menghilang dulu.


"