System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Maria Ayu


Di sebuah ruang Kamar tidur yang Luas dengan Perabotan Indah bergaya Eropa modern, , nampak Meilin dan Dina Duduk berhadapan hadapan , dengan Kepala sedikit tertunduk tak berani menatap Dina , Meilin menceritakan Hal sebenarnya tentang Hubungannya dengan Udin , juga Mengunkap Isi hatinya yang menyukai Udin serta apa yang dua dan Winda Bicarakan tadi .


Dina menarik Nafas pelan Lalu mengulas sebuah senyum yang mampu menenangkan siapapun yang melihatnya.


" Dasar anak Nakal .... Kamu Bahkan membuat Gadis sebaik dan sepintar mereka menyukaimu secara membabibuta.."


Batin Dina sembari mengelus rambut Meilin penuh sayang , beberapa hari Bersama Meilin tinggal Di Villa ini membuat Dina tahu cukup banyak Kepribadian Gadis ini .


Terlebih mendengar Tentang Winda Dati suaminya beberapa saat lalu membuat Dina ingin segera menemui Gadis yang Begitu tulus mau menerima Mencintai Putranya satu satunya itu.


" Tante Tidak bisa berkata apa..apa.. Kami hanya Bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian ... Hanya saja , apa Keluargamu tahu tentang keputusanmu ini...? "


" Belum tante , mereka belum tahu akan hal ini , Biar nanti aku yang akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya pada ayah dan ibuku.."


" Tidak perlu kamu yang mengatakannya , biar anak nakal itu yang nanti mengunjungi kedua orang tuamu "


" Baik tante nanti aku akan membicarakan ini dengan Mas udin .."


Hari itu berlalu dengan keakraban , Dina yang memiliki Dua putri Baru Nampak sangat menikmati susana Bahagia itu , Udin sendiri sedang menikmati Kopi dan sebatang rokok di temani Darmaji ayahnya .


" Tidak mudah memiliki Banyak pasangan , tanggung jawabmu tentunya akan berlipat ganda , Kamu jangan pernah mengecewakan mereka ..."


Ucap Darmaji memberi Wejangan Putranya , Dia tidak nampak Heran dengan Anaknya yang memiliki 2 kekasih yang bisa damai dan hidup berdampingan , Kakek Darmaji juga dulu memiki 4 Istri yang tinggal dalam satu Rumah , jadi imenurutnya adalah Faktor gen dari kakek buyut Udin.


" Baik ayah... Walaupun aku sendiri Tidak menginginkan ini Tapi.."


" Sudahlah jangan berlagak tidak mau... dari wajahmu ayah tahu kamu sebenarnya menyukai memiliki dua gadis Cantik itu ..."


Ucap damaji memotong perkataan anaknya itu , Lelaki mana yang tidak menginginkan itu...


Udin tak melanjutkan ucapannya , kata kata ayahnya memang mewakili perasaan hatinya saat ini ,


Sesaat kemudian Ponsel Udin berdering , setelah melihat Usman meneleponnya Udin segera menerima panggilan itu .


" Bro ...aku kebetulan Kabupaten Pati sekarang , Baru saja meeting ku selesai , Kalu kamu ada Waktu Luang ayo kita Makan dan Bersenang senang , Mobil mu memang keren , aku sudah mendapatkan seorang gadis cantik dan ingin ku kenalkan padamu ..."


" Baik Kirimkan saja aku alamat tempatku berada sekarang , aku akan menemuimu satu jam lagi .."


" Ok nanti ku Sharelock... oh ya salam buat Paman dan tante , nanti setelah makan aku akan Mampir menemui Mereka .."


" Baik nanti kusampaikan pada ayah dan ibu .."


Tak berselang lama setelah berpamitan pada kedua orangtuanya Udin segera pergi menuju Alamat yang di kirimkan Usman padanya , sedangkan Winda dan Meilin Akan menyusul belakangan setelah Mereka selesai dengan Kursus masak singkat Di bawah Bimbingan Dina , menurut Ibunya dengan kegiatan seperti itu akan membuat kedua calon menantunya itu lebih cepat akrab satu dengan yang lainnya.


Udin hanya bisa menyetujui saja apa yang di bisikkan ibunya tadi .


Tak lama Udin sudah sampai di sebuah Restoran megah dan paling besar di jatim " Marina Pub and Resto " Tak heran Restoran itu sangat terkenal di sana , selain Kokinya adalah Koki yang sering menjadi Juri dalam sebuah kompetensi memasak di TV nasional , Restoran itu juga memiliki tampilan yang mewah dengan menempati gedung besar 10 lantai , lantai 1 dan 2 adalah restoran mewah yang menyajikan semua menu masakan baik dalam dan luar negeri , sedangkan lantai 3 dan 4 menyediakan Ruang ruang Privat khusus untuk tamu Vip atau Vvip ,Untuk lantai ke 5 bangunan itu Di isi oleh sebuah Bar besar yang diiringi Live Music dari penyanyi penyanyi ibu kota . sedangkan sisanya adalah ruang meeting dan Kamar Kamar Pribadi dari member Eksklusif Mereka .


Setelah memarkir mobilnya Udin melangkah santai masuk menuju Resepsionis yang menyambutnya dengan Sopan.


" Aku ada janji temu dengan seorang Teman yang berada di ruang Biru no 2 "


" Baik ..mohon tunggu sebentar , untuk konfirmasi terlebih dahulu "


Pria muda yang bertugas di meja Resepsionis itu menghubungi seseorang dengan telepon , lalu Berbicara dengan Hormat pada tamu yang berada di ruang Biru yang udin maksud.


Ruang ruang Privat di restoran itu memang membagi Ruang ruang itu dengan kelas warna , Merah/ Biru / Hijau dengan emas sebagai ruang terbaik sekaligus termahal.


Setelah mendapat konfirmasi Udin di antar oleh pelayan Menuju Ruang Biru no 2 tempat Usman berada .


" Akhirnya kamu datang juga Bro... "


" Perkenalkan ..dia Maria ayu kekasihku yang kuceritakan padamu ... "


Usman memperkenalkan gadis yang lantas menanggukkan kepalanya kemudian melanjutkan kesibukannya memainkan ponsel yang ada di tangannya . sekilas terlihat kesombongan di wajahnya .


Udin tidak terlalu memikirkan itu , baginya asal sahabatnya bahagia saja itu sudah cukup untuknya .


" Kali ini aku yang mentraktir , kamu tidak Boleh menolaknya ,sekalian merayakan Hari jadi kami yang ke 5 harinya .."


Ucap usman dengan bangga memeluk maria yang dengan manjanya mencubit perut usman membuatnya menggelinjang bahagia.


" Ok Broo...Aku bersulang untuk kebahagiaan kalian "


Udin mengangkat gelas anggurnya lalu meminumnya hingga tandas , diikuti kedua pasangan yang sedang di mabuk asmara itu.


" Kamu masih saja sendiri , bagaimana kalau aku meminta Maria memperkenalkan seorang temannya untukkmu , jadi aku tidak merasa bersalah membuatmu menjadi penonton ."


Usman Mengutarakan niat baiknya yang di sambut Anggukan Maria yang kemudian memperhatikan Udin dan menerka nerka sahabatnya yang mana yang cocok dengannya melalui Outfit yang di kenakan Udin.


Dengan melihat saja Maria tahu Udin tidaklah sekaya kekasih barunya ini yang membuatnya ragu untuk membantu Udin , bagaimana mungkin sahabatnya yang rata rata anak orang kaya akan mau dengan pemuda yang nampak sederhana di depannya ini .


" Gak perlu broo... aku sudah memiliki kekasih , Nanti akan datang menyusul kesini .."


" Waaah.... baguslah kalau begitu , aku sempat menghawatirkanmu yang menjomblo , sempat terfikir kamu tidak menyukai perempuan "


Goda Usman bercanda .


" Sialan kamu ..aku masih normal .."


" Ha..ha..ha.. aku bercanda Bro..."


Maria merasa lega mendengar apa yang dikatakan Udin , dengan begitu dia tak perlu repot repot memperkenalkan sahabatnya untuk pemuda itu .


" Mas udin kesibukannya apa ya...Apa bekerja di perusahaan besar dengan jabatan tinggi..? "


Tanya Maria yang akhirnya meletakkan ponsel mahalnya dan ikut bergabung dalam percakapan kedua sahabat baik itu.


" Aku tidak suka Terikat dengan rutinitas pekerjaan , Bgaimanapun lebih nyaman mengerjakan apa yang aku sukai , Mungkin kelak jika Sudah berkeluarga aku akan mengikuti jejak sahabatku itu " Ucap Udin menjawab sekenanya lalu menyerumput anggur merah dari gelas di hadapannya .


" Lelaki sepertinya anak orang kaya yang pemalas , bagaimanapun cepat atau lambat dia akan menghabiskan seluruh harta kekayaan orang tuanya "


Batin Maria menatap rendah Udin , membandingkannya dengan Usman berhasil di taklukkannya saat pertemuan tidak disengaja di sebuah Mall saat membeli kosmetik Beberapa Hari lalu , Apalagi setelah mengetahui mobil yang di kendarai Usman adalah Bugatti Chiron super sport yang akhirnya membuatnya rela Meninggalkan Kekasihnya .


Seandainya saja Maria tahu berapa nilai total kekayaan Udin mungkin saja Rahangnya akan jatuh hingga menyentuh tanah saking terkejutnya , Apalagi kalau mendengar Udin yang gampangnya menukar Bugatti itu dengan sebuah Audi .


" Mas Udin bisa saja bercandanya , Dengan bekerja keras dan menjadi sukseslah yang membuat Wanita Mau memepercayakan masa depannya pada pasangannya .."


Sindir Maria yang membuat Usman terdiam lalu mengerenyitkan keningnya menatap kekasihnya yang kembali sibuk memainkan ponsel mahalnya.


Udin yang melihat perubahan wajah Usman yang berusaha menahan marahnya segera menepuk pundak sahabatnya lalu berkata .


" Memang benar , wanita tidak menyukai pengangguran ... jadi bekerjalah lebih giat untuk menyenangkan wanitamu "


Udin mengulas senyum menunjukkan dia tidak merasa tersinggung dengan apa yang dikatakan Maria tadi .


Usman hanya menangguk menyetujui apa yang di katakan Udin , walaupun di hatinya masih tidak menyukai perkataan Maria tadi.


" Dasar Beban keluarga..."


Batin Maria yang sudah mulai tidak menyukai Udin , Tadinya ia rela untuk ikut jauh jauh kesini menyangka sahabat Usman yang Akan di temuinya Adalah seorang yang sukses memiliki Sebuah perusahaan atau minimal seorang Manager perusahaan besar .tentunya setelah mengenal dia akan memiliki koneksi baru yang bisa di sombongkannya ke teman temannya.