
Rozak lantas berjalan mendekati Winda sambil memainkan Kunci mobil ditangannya.
" Kamu makin cantik saja ,Beberapa minggu ini kamu susah di temui.. Aku mencarimu kekontrakanmu tapi kamu sudah tidak tinggal di sana.. apa yang terjadi..? apa Kamu sedang kesusahan..? " Ucap Rozak menatap Winda dengan mata penuh nafsu.. ia berharap kali ini Winda menyerah dengan keadaannya lalu menerimanya, membayangkan Tubuh telanjang winda pasrah dalam pelukannya membuat Rozak menelan liurnya.
Apalagi dia mendapat kabar Roni Bos winda sudah menjadi gila, membuatnya semakin yakin winda akan jatuh ketangannya,Rozak bahkan mengira winda datang untuk melamar pekerjaan di Dealer Tesla ini.
" Aku baik baik saja ..kamu tidak perlu tahu aku di mana .." jawab winda berlahan berjalan mendekati Udin.
" Tunggu dulu Kamu tidak perlu malu kepadaku ,Aku di sini untuk membantumu.." tegas Rozak terdengar lalu menarik tangan Winda menariknya kearahnya,Winda yang tak menduga Rozak menariknya membuat keseimbangannya limbung kearah Rozak yang bersiap memeluknya.
Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya membuat keseimbangannya kembali.
" Lepaskan Tangan Busukmu..!!" Suara Udin terdengar datar.
" Siapa kamu..? jangan menganggu urusanku...! "
Hardik Rozak dengan nada mengancam.
" Kamu tak tahu siapa Aku..! Hanya dengan satu panggilan kamu dan keluargaku akan le..."
" Plaak...!!! " Sebuah tamparan memotong ucapan Rozak membuat matanya berkurang kurang lalu jatuh terduduk.
" Beraninya kamu..!! " Rozak menunjuk Udin sambil satu tangannya memegang pipinya yng bengkak akibat tamparan yang di dapatnya.
" Kamu akan menye....Ahhhh..." lagi lagi ucapannya Tidak selesai saat udin meremas jari telunjuknya hingga patah.
" Aku tidak suka berbasa basi...Camkan dalam kepalamu Gadis ini MILIKKU..!,jangan pernah berniat mendekatinya lagi ..atau kamu lebih senang menjadi Bila kupatahkan semua tulangmu....!! " seru Udin seraya menarik winda kedalaman pelukannya.
Winda tidak menolak sama sekali pelukan itu dia bahkan menyadarkan kepalanya di bahu Udin yang memeluknya, ada rasa aman yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, getaran halus terasa di hatinya , apakah ini Cinta..?
Rozak tak berani berbicara lagi segera berlari meninggalkan tempat itu menatap Udin penuh dendam.
" Aku akan Mebalasmu..!!" Ucapnya dalam hati .
sedangkan Fitri ternganga melihat kejadian yang baru saja dia lihat di hadapannya .
" wooow...Kakakku sangat beruntung memiliki pria tangguh yang melindunginya ! " Ucapnya dalam hati lalu membulatkan mulutnya melihat kemesraan mereka.
Udin melonggarkan pelukannya lalu berbisik.
" Aku tidak menjamin bisa menahan si jony untuk tidak Terbangun jika kamu masih menempel padaku seperti ini , bayangkan apa yang akan orang orang katakan tentang kita saat itu .." Ucapnya pelan sambil melihat beberapa orang yang datang menyaksikan keributan yang di buat Rozak tadi.
mendengar apa yang dikatakan Udin Winda bergegas melepaskan pelukannya,tidak seperti yang udin kira bahwa winda akan menjauh darinya , tapi yang terjadi ...Winda malah berbalik membelakanginya mundur lebih dekat bermaksud menutupi sesuatu yang Udin katakan padanya.
Tidak Ia sadari bokongnya yang menempel pada si jony malah membuat Udin yang awalnya berniat menggoda Winda Justru membuatnya Hampir Mimisan , tak mau menunggu lebih tersiksa lagi dengan sentuhan daging bulat kenyal yang bergesek menempel tak mau diam itu Ydin langsung saja membuka pintu Mobil yang ada di dekatnya lalu masuk menutup pintu menenangkan diri di dalamnya.
" Maaf Tuan..." Diana sales mobil mengetuk pelan kaca pintu Mobil yang di masuki Udin,Udin menurunkan kaca lalu berkata ringan Aku membeli mobil ini ,Lalu untuk mereka biarakan mereka memilih sendiri yang mereka sukai , Udin berkata membeli mobil seolah olah Sedang membeli kacang goreng di pinggir jalan.
Diana Terkejut dengan apa yang di katakan Udin barusan.
" Apakah Tuan sedang Bercanda ..?" Ucapnya memastikan .
Winda yang akhirnya mengetahui sebab Udin berkeras berada di dalam mobil hanya bisa tertunda malu dengan muka yang merona merah.
" Apakah anda mengetahui harga Mobil ini tuan , harganya 4,2 miliar ,karna baru datang Tuan haris membayar penuh dan tidak ada Potongan harga yang anda dapatkan.." Diana Bertanya sopan memastikan ucapan Udin.
" masalah dokumen dan pembayaran akan di urus sekertarisku " ucap Udin tak sabaran mengerling ke arah Winda.
Winda yang mengerti situasi sat ini lantas mendekat ke Diana lalu berkata
" Kami akan membeli mobil ini " lalu menyodorkan kartu bank berwarna hitam yang di berikan Udin sebelumnya.
Diana akhirnya percaya sepenuhnya setelah melihat Kartu hitam itu ,Diana tahu semua jenis kartu bank dan yang dia lihat sekarang adalah jenis kartu tertinggi .
membayangkan bonus yang akan di dapatnya dari penjualan hari ini membuat Diana Bersemangat..
" Baik nyonya saya akan segera mengurusnya " ucap Diana dengan sopan menerima kartu hitam tersebut.
Winda kemudian menunduk menatap Udin yang duduk tidak tenang nampak sibuk menahan sesuatu.
"sebaiknya kita tunda ke pantai dulu lalu pulang agar mas bisa mengenakan itu jadi tidak akan terjadi hal seperti ini lagi." Seakan tidak ikut menjadi penyebab kejadian yang di alami Udin.
Udin mendongak melihat Winda yang sedang menatapnya sambil sedikit menunduk yang menyebabkan kemeja longgar dengan belahan rendah rendah itu menampakkan dua buah benda putih tersembul menantang,membuat Si Jony menggeliat bahagia.
" Iya...Iya kamu atur saja...aku ingin segera pulang , dan satu hal lag beli beberapa mobil untukmu dan Untuk para pelayan di mansion untuk keperluan mereka berbelanja dan yang lainnya." ucap Udin masih berfokus kepada benda bulat di depannya.
Winda yang menyadari arah tatapan Udin lantas berbalik membelakangi Udin.
" Dasar mesum... " dengusnya yang hanya di dengar Udin.
" Kak winda juga di belikan Mobil...? Bolehkah aku yang memilihnya modelnya..?"
Ucap Fitri yang sedari tadi tidak menyadari tingkah kedua kakaknya mendekat..
" Tentu saja.." udin mengiyakan.
Setelah menyelesaikan dokumen dokumen untuk 3 jenis mobil yaitu Tesla S plaid dan model 3 Juga sebuah mobil van keluaran tesla Robo van , Udin mengendarai Tesa s plaid bersamaan Winda , sedangkan Fitri berkeras melanjutkan pergi kepantai setelah mengeluarkan jurus ryuan terbaiknya merayu Winda kakaknya menggunakan mobil tesla model 3 ,sisanya akan di antarkan langsung oleh dealer ke Mansion milik Udin.
Dalam perjalanan Pulang Winda sesekali melirik Udin lalu berkata..
" Mas tidak Jangan terlalu memikirkannya , Aku akan mencari orang untuk membantumu menyelasaiknnya.." ucap Diana serius.
" A..Apa... mencari orang...?! " ucap Udin terkejut...
" Aku msih bisa menahannya ,kamu tidak perlu sampai mencari orang lain ,aku bukan orang seperti itu, Lagian kalau aku sudah tidak bisa menahannya , kamu saja sudah cukup untuk membantuku tidak butuh orang lain lagi..! " Tegas Udin ingin membuat Winda membuang jauh pemikiran buruk tentang dirinya..
Winda terdiam ," bagaimana dia bisa membantunya Melawan Rozak ..?" Batin winda di dalam hati sambil menatap lurus kewajah Udin.
Udin yang ternyata salah menangkap maksud ucapan winda sibuk dengan lamunannya sendiri ,tak beda dengan winda yang masih menela'ah apa yang di ucapkan Udin tadi.
beberapa saat kemudian dia akhirnya mengerti...wajahnya kembali memerah lalu menunduk tak berani menatap Udin lagi.