
" Namaku Udin Muna... maaf nona aku tidak bisa menemanimu berlama lama ,ada hal penting yang perlu kulakukan.."
Udin menjawab sembari mengalihkan pandangannya ke arah lain..
" Dan tolong jangan sebut aku dengan Gelar yang tak pantas kusandang.." sambungnya lagi.
" Baik Tuan.."
" Panggil Udin saja " potong Udin mengingatkan..
" Ba...baik mas Udin .." gadis itu menunduk malu Karna tak biasa memanggil lelaki yang menurutnya tidak berbeda jauh umur dengannya dengan panggilan Mas...
" Namaku meilin Sagita Bolehkah aku meminta nomormu ,ada beberapa hal Penting yang ingin kutanyakan padamu " ucap Meilin beralasan, tentunya dia tidak akan melepaskan kesempatan menjadi pengikut seorang Empu.
Udin yang sudah stengah mati memfokuskan pikirannya langsung saja mengangsurkan poselnya meminta Meilin menuliskan nomornya segera.
Setelah bertukar Nomor Udin melesat pergi menjauh dengan keringat mengalir di dahinya.
Di kejauhan Meilin Merasa sedikit aneh..
" Apa dia tidak menyukaiku..? sepertinya dia selalu menghindar dariku.. ada yang salah denganku ..? " Ucapnya sambil memeriksa seluruh tubuhnya , hawatir ada yang membuat Calon gurunya tidak suka,tetapi tidak menemukan sesuatu yang aneh pada dirinya ,tubuhnya juga wangi...
" Tidak ada yang salah denganku.."
" Bagaimanapun aku tidak akan menyerah...!" Tekadnya dalam hati.
" Anto ..Herman..Deni...kalian bereskan masalah ini buang mayat bajingan itu , jangan sampai ada Jejak. Aku akan Pulang sendiri .." perintahnya kepada 3 pengawal setianya.
" Baik... nona muda ,sebaiknya anda berhati hati " Jawab Anto sigap melaksanakan perintah Nona mudanya.
Meilin adalah Nona Muda l dari keluarga Besar Tedjo kesuma, Keluarga besar itu terkenal di Matrm sebagai keluarga kaya Raya Selain karna Ayahnya adalah Mantan menteri yang bersih dari korupsi di pemerintahan terdahulu Mereka juga mendirikan sebuah padepokan, "Perguruan Tapak suci..."
Padepokan yang husus didirikan untuk mendidik olah kanuragan Bagi keturunan Tedjo kesuma yang berbakat , adapun murid yang bukan garis keturunan Tedjo kesuma biasanya adalah anak anak dari para konglomerat dan pejabat pemerintahan.
Perguruan itu terkenal di negara Indola karna beberapa kali memenangkan turnamen besar antar Negara,walaupun sepeninggal Guru besar mereka pamor perguruan itu semakin Menurun,karna belum ada jenius beladiri yang muncul selama hampir 10 tahun belakangan ini di keluarga mereka.
Meilin salah Satu dari keturunan berbakat itu, Selain kakak lelakinya yang bernama Baskara Belum pernah ada murid sebaya yang mampu bersaing dengannya dalam hal kanuragan dan tenaga dalam.
Baskara dan Meilin adalah Murid langsung dari Empu tantular Yang tidak pernah menetap lama di suatu tempat..walau hanya beberapa bulan saja mendapat pengajaran secara langsung , mereka berkembang dengan pesat, di provinsi matrm bisa dikatakan mereka pemuda terkuat saat ini.
" Ding....! "
" Selamat Tuan menyelesaikan misi husus "
" Menghancurkan System hitam "
" mendapat point Ion 1000 ,Bonus kenaikan 1 level , Kartu ajaib meningkatkan salah satu level skill secara acak ,mendapatkan keris mistis level dewa. "
Up date System ." .
" Data Pemilik.."
" Nama : UDIN MUNA ( Level 04 ) "
" Umur : 21 Tahun "
" Modal : Tidak terbatas ( 5T / Day )
" Skill : ** Ahli semua Bisnis. "
** Ahli pencak silat Kuno.
** Master tenaga dalam tingkat puncak.
** Tabib Kuno tingkat dewa."
System x : pencabut sukma Tingkat menengah "
" Point : 1089 ion "
" Toko : Terbuka ( Langit ) "
" Harta : 80% saham PT Djuram "
: vila taman indah residen."
: 100% kepemilikan PT surya indah
"Kotak Kejutan: none. ( Kartu ajaib skill acak ( 1 )
" Senjata : Keris mistis tingkat Dewa. "
" Ternyata menyingkirkan sebuah System termasuk misi Husus " Udin tersenyum puas melihat status nya yang naik level.
Cukup lama mencari keberadaan Winda dan Fitri akhirnya dia menemukan mereka sedang duduk di sebuah Cafe menikmati jus buah di hadapannya, tidak terlihat tas belanjaan atau barang apapun di dekat mereka,padahal lebih dari 1 jam dia meninggalkan kedua gadis itu,setidaknya mereka mempunyai waktu buat membeli beberapa potong baju atau aksesoris yang mereka sukai.
" Kalian memang terlalu Polos " ucap Udin pelan, lalu berjalan mendekati meja mereka.
" Akhirnya kamu kembali .." ucap Winda memasang wajah cemberut,lalu menggeser duduknya memberi kode agar Udin duduk di sebelahnya.
" Maafkan Aku meninggalkan kalian lama ,cukup banyak urusan yang harus kuselesaikan .." jawab udin segera duduk di sebelah Winda,Aroma parfum Lembut milik Winda kembali bisa menyegarkan kembali fikiran yang membebaninya setelah pertemuannya dengan Meilin tadi.entah kenapa berdekatan dengan Winda terasa Nyaman dan tenang..
" kenapa kalian belum membeli apapun..? Habiskan minum kalian ..kali ini aku akan menemani kalian sepuasnya " udin yang ingin mencairkan susana berkata penuh semangat.
" Siapa bilang kami belum berbelanja ...? " Fitri lantas mengeluarkan setumpuk Resi pembayaran dari tasnya dan menyerahkannya pada Udin.
" Barang belanjaan kami sudah di antar oleh Pihak mall Kak Udin keren , manajer mall datang sendiri melayani kami setelah melihat Kartu hitam yang di bawa kak Winda,bahkan mau menggratiskan semua yang kami Beli ".
" Tapi kak Winda Nggak mau ,jadi total belanjaan kami kak Udin bisa menghitungnya Dari Resi itu " cerocos Fitri menunjuk Resi yang menumpuk di depan Udin.
" Kucabut Pujianku Tadi ..!" ucap Udin dalam hatinya Tak tahu harus menjawab apa melihat tumpukan Resi di depannya.
Winda melihat Udin yang terdiam lantas berbisik.
"Aku juga sudah memilihkan untukmu beberapa pakaian juga keperluan yang lain ,termasuk Daleman kulihat kamu tidak memakainya saat berangkat tadi ".
Udin terbatuk menenangkan dirinya,tidak di sangkanya sama sekali Winda akan seterbuka itu mengatakan semua di telinganya , Udin Hanya Bisa menatap Winda melongo.. sambil membayangkan barang yang akan dia kenakan nanti pernah di pegang pegang Winda , bagaimana rasanya bila di pakainya .
" kak Ayo kita jalan jalan ke pantai...sudah lama Aku tidak melihat pantai .." Fitri tiba tiba memecah keambiguan suasana.
" Kita berangkat sekarang ...!" ucap Winda memutuskan agar terbebas dari tatapan mata Udin yang membuat tubuhnya panas dingin,tapi dia menikmatinya.
" OK...ayo.." jawab udin meraih tangan Winda lalu berjalan keluar dari mall tersebut,Fitri yang melihat kakaknya begandengan tangan , terlihat bahagia mengikuti mereka di belakang.
Sedangkan Winda yang merasakan genggaman tangan itu melirik Udin lalu tersipu memalingkan wajahnya .
" Antarkan kami ke dealer mobil terdekat " ucap Udin sopan mengatakan tujuannya kepada sopir taksi yang mereka tumpangi.
" Baik Tuan.. "
10 menit kemudian mereka sudah berdiri di sebuah gedung penjualan Mobil bergerak Tesla , menurut sopir taksi tersebut tempat ini adalah dealer terdekat,Udin sendiri tidak terlalu mementingkan mewah tidaknya ,baginya adalah fungsi dari mobil itu,selama dirasa nyaman dia akan langsung membelinya.
" Selamat datang ... Apa ada yang bisa saya bantu..?" seorang sales penjualan berwajah manis menyambut mereka dengan sopan.
" Tunjukkan kepadaku Mobil yang cocok untuk di pakai keluarga " Jawab Udin tersenyum Ramah.
" Baik Tuan...Kami baru saja menerima model terbaru , Tuan Bisa memeriksanya terlebih dahulu.." jawab sales yang bernama Diana itu,namanya tentu saja tertulis di Pin yang di sematkan di dada kanannya.
" Ini adalah Tesla jenis S Plaid keluaran terbaru kami " sambung Diana menjelaskan spesifikasi dari mobil yang ada di depannya,
" Winda...!! " Akhirnya kita bertemu lagi, ucap seorang pria berjas hitam dengan sepatu mencolok berwarna putih,namanya Rozak molis ,Teman kuliah Winda yang dulu setengah Mati mengejarnya , tetapi winda berkali-kali menolaknya siapa yang tidak meneganal Buaya Buntung satu ini.
Dulu Winda akan Berusaha mati matian menghindari Rozak karna malas mendengar celotehnya tentang betapa kaya keluarganya,berapa banyak uang yang dia miliki, yang akan dengan pongahnya mengatakan betapa beruntung nya Winda karna di sukai oleh dirinya.
" Itu dulu...Kali ini aku tidak akan diam lagi..!!"