System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Perjalanan ( 1 )


Tak terasa tiga minggu berlalu begitu saja , setelah mendalami berbagai metode kultivasi tenaga dalam dan semua jurus jurus pencak silat Kuno yang kudapatkan dari System aku sudah merasa cukup mampu untuk memulai rencanaku.


Besok Aku berjanji menemui pak darman di kota badung untuk menandatangani berkas alih saham Pt Djuram ke namaku, beliau bahkan menawarkan diri untuk menjemputku secara pribadi tapi kutolak ,sebenarnya System bisa saja mengurus itu semua untukku,tapi aku menolaknya,bukankah aku memiliki skill untuk itu...


jadi saat ini biar ku selesaikan sendiri.


Kota badung berada di seberang pulau,jadi untuk sampai di sana perlu menggunakan transportasi penyeberangan seperti pesawat udara atau kapal laut (ferry ) aku sengaja menggunakan ferry karna aku ingin menikmati perjalanan ini dengan santai.


setelah berkemas sebentar kulangkahkan kaki dengan mantap menjauh dari gubuk mungil yang ku tinggali beberapa tahun ini. gubuk itu bukanlah milikku, di desa kami banyak gubuk kosong di ladang ladang yang tak terurus pemiliknya,kepala desa biasanya mengizinkan para pendatang untuk meninggalinya sementara waktu,tidak perlu membayar sewa , syaratnya hanya membantu merawat saja.kami orang desa memang sesederhana itu.


di kejauhan nampak Sudi sahabatku sedang sibuk memperbaiki sepeda milik pria separuh baya yang duduk dengan sabar di sebelahnya.


ku hempaskan diriku duduk di bangku panjang terbuat dari selembar papan di depan bengkelnya.


" Jadi berangkat hari ini Broo..?"


tanya Sudi tidak mengalihkan fokusnya dari pekerjaannya.beberapa hari yang lalu aku memang sudah mengatakan niatku kepada semua warga yang ku kenal termasuk kepala desa bahwa aku akan mencoba peruntunganku ke luar pulau.


" iya jadi dong " jawabku Sambil memainkan Hp bututku, saat akan membalas chat pak darman hp butut itu tiba tiba mati..


" Sial... mati lagi ..!" rutukku pelan..


" sudah ku bilang kan...ganti saja ,ambil kredit Hp baru di mbok sari jadi ga ngambek tu hp " sendiri Sudi tersenyum menyindirku. mbok sari terkenal di beberapa desa sekitar sering memberikan kredit barang barang kepada warga dengan bunga kredit yang besar.


" he..he.. nanti di kota aku akan mencari hp second buat ganti si butut ini " jawabku sekenanya.aku dapat merasakan System sedang tersenyum mengejekku,bagaimana tidak di toko System barang barang yang kubutuhkan ada , " aku membuat perencanaan terlalu jauh kedepan,sedangkan hal hal penting sekecil ini tak terlintas dalam list rencanaku,apakah aku memang sebodoh yang System katakan ?"


" Benar Tuan anggap saja itu pujian dari System... apakah perlu System mencarikan asisten buat Tuan..? " potong System tiba tiba..


" Sialan kamu ,aku hanya terlewat beberapa hal lantas kamu mulai menyindirku lagi tapi boleh juga idemu, kamu akan kujadikan asisten saja..!!" ucapku dalam hati penuh semangat,baru terfikir bukankah itu akan sangat membantuku mengingat hal hal yang mungkin terlewat dari rencanaku.


" Maaf Tuan System bukan asisten pribadi... System ada urusan mendadak jadi byee..bye.."


system sok sibuk bilang aja gak mau pake alasan ada urusan segala ejekku.


"tunggu saja aku akan mencari sekretaris cantik juga sexy yang lebih pintar darimu " tambahku tidak mau kalah , sambil menenangkan hatiku saat membayangkan rasanya di temani gadis cantik kemana mana...


sebuah Angkutan umum mendekat,kulambaikan tangan menghentikannya..


" Broo aku berangkat Dulu " ucapku melambaikan tangan dari dalam Angkutan Umum yang kunaiki, aku sebenarnya ingin memilih Sudi dan berbagi keberkatan padanya, seperti halnya usman yang telah terberkati oleh System ,tapi aku tahu itu tidak akan menjadi hal baik untuknya, kebiasaannya minum dan sambung ayam membuatku menahan keinginan itu.


" itu untuk kebaikannya.." gumamku lirih. ku harap nanti saat kita bertemu lagi kamu sudah siap untuk itu bagaimanapun kamu tetap sahabatku, kelak aku akan membantumu merubah cara berfikirmu untuk menjadi lebih baik.


" Hati Hati...Dan selamat sampai tujuan...jangan lupa kabari aku..!!! "


sayup sayup ku dengar Teriakan Sudi melambaikan tangannya.


dua puluh menit kemudian aku tiba di terminal bertais,salah satu terminal terbesar di kotaku,yang ramai dengan lalu lalang orang yang bergerak melakukan kesibukan masing masing, tak jauh dari situ kulihat warung makan sederhana keputusan mengisi perut dulu sebelum membeli tiket penyeberangan .


" Bu tolong nasi campuran satu minumnya teh hangat saja " ucapku memesan makanan .


tak butuh waktu lama semua itu berpindah kedalaman perutku.


" Ahh...nikmatnya " gumamku mengelus perutku kemudian menenggak habis teh manis hangatku.


" berapa semuanya bu...? " tanyaku sambil merogoh saku celana.tentu saja dengan adanya System aku hanya perlu memikirkan berapa jumlah uang yang aku butuhkan , System Akan Otomatis menaruhnya dimanapun yang aku inginkan.


" lima puluh lima ribu nak sekalian dengan rokoknya " jawab ibu Pemilik warung. segera saja ku angsurkan uang 100.000 untuk membayarnya.


" kembaliannya ibu simpan saja..,saya permisi dulu bu .." ucapku Sambil melangkah menuju pintu keluar warung itu.


" waah... terimakasih nak .." ujar ibu Pemilik warung kepadaku..


" cooopeeeettt....cooopeeet... tolong ada copet..!!! " sayup sayup ku dengar Teriakan seseorang di jauhkan.


kulihat seorang gadis berusaha mengejar sosok lelaki tinggi kurus yang berlari cepat keluar dari area terminal.


tentu saja Aku tidak akan berpangku tangan melihat kejahatan di hadapanku.. ( cieee jadi super hero..)


" wuuuusssshhh...."


ku jejakkan kakiku ke tanah bergerak mengejar copet yang sudah berlari jauh kearah pertokoan kosong di belakang terminal,tentu saja dengan kemampuanku sekarang itu adalah hal yang mudah bagiku.


" Berhenti...!!!" teriakku memperingatkan copet itu , tetapi dia malah menambah kecepatan larinya meliuk liuk menyelinap di antara tumpukan Kotak kayu bekas dan sampah sampah limbah pasar yang berserakan menggunung di sana.


" hmmm...kamu sedang sial hari ini.." gumamku mengambil sepotong kayu bekas di dekatku, dengan Mengalirkan sedikit tenaga ke kayu itu lantas ku ayunkan ke arah copet yang sedang berlari menghindariku.


" zeeeeeep.... aaahh... Sialan sakit sekali...!" umpat copet yang berguling terjatuh saat potongan kayu yang kualiri tenaga dalam tadi mengenai pahanya.


" siapa kamu...? jangan ikut campur urusanku..atau kamu akan menyesal nanti...! " ancaman copet tersebut.


" kamu tidak punya hak bertanya padaku ,kembalikan apa yang kamu curi itu atau aku akan memberimu pelajaran yang tidak akan kamu lupakan " ucapku dingin. aku paling membenci mereka yang mengambil sesuatu yang bukan miliknya.


" Ding ..!"


" misi tersembunyi terpicu... tangkap ketua gerombolan gank pencopet dan serahkan ke pihak berwajib "


" hadiah 100.000.0000 RP "


" 100 point.ion "


" 2 Kotak kejutan "


" tak kusangka ternyata ini akan memicu misi tersembunyi " gumamku hadiahnya itu membuatku lebih bersemangat.


" kamu belum tahu siapa aku , tunggu saja sebentar lagu teman temanku akan datang , kita lihat saja apa mulut besarmu itu nanti apakah masih sombong seperti saat ini " ujarnya penuh percaya diri.


" bagus... panggil grombolanmu juga ketuamu aku ingin tahu kemampuan apa yang kalian miliki ... " jawabku acuh sambil mengambil bungkus rokok dari sakuku, mengeluarkan sebatang menyalakannya dan menghisap dengan nikmat.