System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Terimakasih tuhan...


Up date System ." .


" Data Pemilik.."


" Nama : UDIN MUNA ( Level 05 ) "


" Umur : 21 Tahun "


" Modal : Tidak terbatas ( 10T / Day )


" Skill : ** Ahli semua Bisnis. "


            ** Ahli pencak silat Kuno.


            ** Master tenaga dalam tingkat Fana ( penguasaan 7 cakra )


             ** Tabib Kuno tingkat dewa.


System x : pencabut sukma Tingkat menengah "


" Point : 1089 ion "


" Keberkahan : 10"


" Toko : Terbuka ( Langit ) "


" Harta : 80% saham PT Djuram "


             : vila taman indah residen."


             : 100% kepemilikan PT surya indah


"Kotak Kejutan: none. ( Kartu ajaib skill acak ( 0 )


              ** Misi Kejutan 5


" Senjata : Keris mistis tingkat Dewa. "


Melihat status yang di tampilkan System Udinpun mengingat 5 Misi Kejutan yang belum sempat ia laksanakan, segera mengeluarkan Ponselnya menelepon Winda untuk meminta Irawati menemuinya seorang diri di Ruangan kantor Direktur tempat dia berada saat ini.


Setelah menerima panggilan telepon dari Udin Winda yang sedang duduk di hadapan laptop nya menyelesaikan beberapa hal Penting yang tidak bisa di tunda lagi untuk Bahan Rapat Udin dengan Nyoman Serta para Direktur cabang yang juga akan hadir di sana.


Winda menatap Irawati yang telah berganti penampilan menggunakan pakaiannya yang tadi sengaja dia berikan untuk Dia kenakan sementara Koper tempat baju bajunya di antarkan ke hotel mereka.


Irawati yang masih mematut matuttkan dirinya di sebuah cermin besar ada di sana nampak Terlihat makin cantik saja , ukuran tubuh mereka memang hampir sama hanya saja di bagian lekuk dada terlihat sesak menyembul dikarenakan Ukuran Dada Irwati lebih berisi.


" Apakah Bajingan mesum itu sangat tidak sabaran ... Mungkinkah karna aku terlalu Pasif ..sampai sampai Irawati yang di anggapnya sebagai adikpun akan di Rusaknya...? " bisik winda dalam Hatinya.


" Atau Dia sudah tidak tertarik lagi padaku...?" Batinnya kembali.. Ada Rasa Kekosongan yang amat sangat di hatinya... terbayang pertemuan pertamanya dengan Udin yang membelanya tanpa pamrih, Lalu Memberikan tempat tinggal dan rasa aman kepadanya dan adiknya ,membuat Perasaan dan tuduhan tuduhan Burukny pada udin itu berangsur angsur menghilang...Berganti Rasa percaya bahwa tidak ada lagi lelaki sebaik dan sejujur Udin di dunia ini.Winda menghembuskan nafasnya membuang semua perasaan galau dan bimbang dari dadanya,menatap Irawati Lalu berkata.


" Mas Udin menunggumu di ruangan Direktur saat ini , Sana segera temui dia , saat ini kakak tidak bisa mengantarmu , ada hal penting yang harus kakak kerjakan " Ucapnya sambil melirik laptop yang masih menyala di depannya.


" Baik.. kak Biar aku sendiri yang mencari ruangan itu...kakak jangan hawatir tidak sulit menemukan Ruang Direktur dan ingat jangan Lupa beristirahat.." jawab Irawati melambaikan tangannya beranjak keluar lalu menutup pintu Kamar dari luar.


Beberapa saat kemudian.


Permadi yang sudah kembali dari membeli rokok pesanan udin segera berdiri membuka pintu Mempersilahkan Irawati untuk masuk.


" Silahkan Nona ..Tuan menunggu anda di Dalam..." Ucapnya dengan sikap Hormat.


Irawati yang Melihat Udin sedang Duduk di Sofa segera mendekat lalu duduk di sebelahnya.


" Ada hal apa Kak Udin memanggilku ..? " tanya Irawati begitu duduk di dekat dekat Udin.


" Iya... seperti yang kukatakan saat di perjalanan tadi ada beberapa Hal yang ingin kubicarakan padamu..." ucap Udin


" Pak Permadi Ada hal yang ingin kubicarakan berdua saja dengan adikku , Aku akan memanggilnu bola ada yang kubutuhkan Nanti.." sambungnya kemudian sembari melihat kearah permadi.


" Baik Tuan saya akan kembali keruangan saya ,tolong katakan bila ada yang Tuan perlukan saya akan melaksanakannya dengan segera.."


Ujar Permadi membungkuk kemudian keluar dari ruangan itu.


Udin menatap Irawati hadapannya lalu berkata .


" Ceritakan semua Tentang dirimu , Aku ingin lebih mengenalmu juga keluargamu ,bukankah sekarang aku Kakakmu...?"


Mendengar apa yang dikatakan Udin padanya Membuat Irawati terharu , tadinya dia tidak yakin Udin benar benar menganggapnya Saudarinya ,dia hanya mengira Udin menghiburnya saja waktu itu ,Baginya tidak Mungkin seorang pria Sesukses Udin merepotkan dirinya untuk mengambil saudari dari golongan kecil sepertinya , Tapi saat ini Dia menjadi lebih yakin bahwa Itu sebuah kenyataan indah untuknya.


lima belas menit berselang Irawati sudah menceritakan semua hal mengenai keluarganya yang ada di Barito apa adanya, mencurahkan semua isi hatinya tentang keinginannya membahagiakan mereka ,Dan juga harapan harapannya ...Sosok lelaki di hadapannya kini menjelma bagai saudara Lelaki yang selalu dia impikan. sosok lelaki yang akan selalu ada untuk melindunginya.


Setelah mendengar semua cerita kerasnya perjuangan hidup Gadis manis di depannya Udin menarik nafasnya dalam dalam ,merogoh saku kemeja di balik jasnya mengambil sebuah benda memanjang berkilauan.


" Simpan ini ..Gunakan dan jangan sampai hilang terima hadiah kecilku untukmu ..." ujar Udin menyorongkan sebuah pulpen terbuat dari perak Bermotif bunga emas yang Indah..


" Apa kamu tidak ingin berkumpul bersama mereka mereka ...? ,aku bisa mengatur sebuah pekerjaan untukmu di sana... " sambung Udin seakan mengerti keinginan Hati Irawati yang sedang mengelap butir bening air mata yang menetes di sela sela matanya.


" Apa benar yang Kak Udin katakan Tadi ...? , Ada pekerjaan Di Barito untukku...aku..aku..mau...Tapi..."


" Sudah lah jangan terlalu banyak Berfikir... Aku sangat mengerti Rasanya Jauh dari keluarga,kamu masih beruntung Bisa Betemu dengn mereka kapanpun kamu mau..." Ucapan udin menggantung di sana...Dadanya serasa sesak saat mengingat keluarganya yang belum jelas keberadaannya.


Irawati dapat dengan jelas melihat perubahan Raut wajah Udin saat mengatakan hal yang berkaitan dengan keluarga ia sama sekali tidak tahu Apa yang terjadi pada kakak angkatnya itu.


" Tok..tok..tok..! " terdengar suara ketukan Pintu memecah keheningan suasana di ruangan itu.


" Masuk ..!" Ucap Udin mempersilahkan.


Terlihat Nyoman Masuk dengan langkah ringan dan berwibawa bergerak mendekati Udin lalu membungkuk Hormat, nampak senyum Bahagia tersunging di bibirnya , bertahun tahun sosok Udin yang sudah lama di nantikannya kini berada Hadapannya. Keinginannya untuk Bisa menarik diri dari kehidupan masyarakat untuk melanjutkan Semedinya akan segera bisa dia wujudkan..Orang biasa akan susah memahami cara Berfikir Nyoman yang sudah tidak memikirkan Harta kekayaan lagi , baginya mendekatkan diri dengan sang pencipta jauh lebih berharga daripada apa yang di miliknya saat ini.


" Ini bekas berkas yang Om sudah siapkan sesuai dengan yang nak Udin inginkan .." Dalam perjalanan kembali dari kantor polisi tadi Nyoman mendapat telepon dari Udin memberikan beberapa pengarahan dan pengaturan yang di persiapkan Untuk Irawati padanya , Tidak sulit untuk menyelesaikan hal hal kecil seperti utu bagi Nyoman , ia bahkan tidak bertanya sebab Tuan mudanya itu dengan mudah mempercayakan beberapa aset besar untuk Gadis yang menurutnya masih muda dan perlu banyak belajar lagi untuk bisa mengelolanya, Tentu di matanya Udin bukan orang Biasa , Baginya Udin adalah sosok yang melebihi keilmuan Gurunya yang sangat ia hormati.


" Berikan padanya .." Udin mengisyaratkan dengan matanya kearah Irawati yang Duduk di sebelahnya.Irawati yang melihat sebuah Map coklat di julurkan padanya lantas menerimanya ,Dia tidak.mengetahui apa isi dari Berkas berkas yang ada di tangannya saat ini, bahkan ana sekali tidak terfikir bahwa itu memang di peruntukkan untuknya. Irawati hanya mengira Udin mempercayakan berkas penting itu untuk dia bawa dan serahkan kepada Winda kakaknya nanti.


" Bukalah .... Baca dengan Hati Hati.. Itu aku percayakan kepadamu ,aku tidak ingin ada penolakan karna aku yakin kamu mampu untuk itu.." Jawab udin menyelipkan sebatang rokok di sela bibirnya hendak membakarnya ,tetapi dengan gesit Nyoman sudah menyalakan pematik Untuknya...Udin tidak kuasa menolak apa yang di lakukan Nyoman Untuknya. adegan itu di mata udin mirip dengan adegan Bos bos besar di filem yang pernah di tontonnya...


" Eh... untukku...? Ba..baik " ucap winda yang terkejut dengan apa yang di sampaikan Udin padanya ,Berlahan Membuka Map Coklat di tangannya Lalu membacanya dengan serius.


Tak perlu waktu lama untuk membuat Irawati terkejut ,tangannya Bergetar lalu mengarahkan Pandangan matanya mengarah Udin dengan penuh ketidak percayaan.


" Kak...Ini....?! "