System Berbagi Keberkahan

System Berbagi Keberkahan
Nyoman Arya


Bebrapa jam terlewati begitu saja ,Tak lama kemudian Udin , Wanda dan Irawati nampak berjalan menuruni tangga pesawat lalu menaiki limousine hitam husus yang di sediakan untuk para penumpang First class yang akan membawa mereka menuju sebuah Lounge , sementara caddy pribadi menyelesaikan semua urusan prosedur kedatangan, imigrasi ,claim bagasi dan yang lainnya. udin cukup mengapresiasi keramahan pelayanan maskapai ini .


" Memang benar uang adalah segalanya , kalau itu aku yang dulu mungkin tak pernah terfikir untuk bepergian sesuka hati menggunakan pesawat terbang... ternyata memang sangat menghemat waktu ...." Batin udin seraya tak henti melihat ornamen ornamen indah yang ada di lounge itu.susana yang tenang dengan live musik dari piano yang di mainkan dengan indah oleh seorang Musisi profesional tak jauh Darinya.


Winda memesan beberapa hidangan dan minuman dingin untuk mereka , dia tahu Udin tidak pandai dalam memilih , udin akan sembarangan saja menunjuk jenis makanan yang ada di buku menu di depannya, lalu kemudian bahkan tak menyentuhnya lagi setelah mencicipinya. Saat penerbangan tadi Udin memang memesan Sushi dan Kaviar ,setelah melihat yang di pesannya ternyata makanan yang menurut udin mentah ,dengan polosnya udin menyuruh Irawati menggorengnya terlebih dahulu ,mengingat itu winda tersenyum simpul , Bosnya ternyata sepolos itu....,Tak lama kemudian winda mulai sibuk dengan laptop Pink yang sudah dia persiapkan sebelum perjalanan ,di sana banyak berkas dan file dokumen yang di perlukan untuk di bahas dengan Nyoman arya nantinya, dia sangat memahami tugas itu dan tak ingin mengecewakan Udin.


Udin yang melihat winda sedang tenggelam dalam pekerjaannya tidak ingin mengganggu lantas berdiri lalu berjalan santai melihat lihat suasana di sekitarnya Lalu mengeluarkan ponsel yang dimatikannya sebelum menaiki pesawat terbang ,nampak beberapa pemberitahuan tampil di sana ,diantaranya ada Nyoman , dan beberapa nomor yang tidak dia kenal ,baru saja akan membalas telfon Nyoman ponselnya lebih dulu berdering ,melihat nama Darman sanjaya tertera di Id panggilan Udin langsung mengangkatnya,panggilan dari Darman memang sudah ia tunggu tunggu ,berharap ada kabar mengenai keluarganya .


" Selamat pagi Tuan Udin.." terdengar suara darman lebih dahulu. saat itu jam masih menunjukkan pukul 9 : 15 pagi


" Ya selamat pagi ,aku sangat menantikan kabar darimu om darman , apakah ada perkembangan dari penyelidikanmu..? Dan ingat saya tidak suka panggilan Tuan itu.."


Udin bertanya Tidak sabaran ingin mendengar kabar keluarganya.


" Benar Tuan ...eh..maaf Nak udin orang orang yang saya..oh... om tugaskan mencari keberadaan keluargamu sudah menemukan titik terang keberadaan keluargamu, desa tempat tinggal beliau terakhir bermukim di desa Waru ,tempat itu cukup sulit di jangkau membutuhkan waktu 2 hari perjalanan darat.." sedikit gugup suara Darman karna tidak terbiasa dan menurutnya sangat tidak sopan memanggil Tuan mudanya dengan panggilan itu.


" Tapi Nak udin tenang saja untuk memastikan kebenaran informasi itu, om sudah menyiapkan sebuah helikopter untuk mempersingkat waktu perjalanan , menurut perhitungan om besok akan ada kabar pastinya..." lanjut Darman menceritakan semua hasil penyelidikannya.


Mendengar ada kabar baik tentang keluarganya Udin menghembuskan nafasnya dengan Lega lalu berkata .


" OK om..kutunggu kabar baiknya ,aku harap informasi itu Valid "


" Baik Nak,om akan secepatnya mengabarimu setelah mereka memastikannya kebenarannya."


Setelah berbincang tentang beberapa hal lainnya mengenai kemajuan perusahaan udin mengakhiri sambungan telfon itu ,memainkan ponselnya sebentar lalu menelepon Nyoman arya perihal dirinya yang sudah sampai di airport Husada bakti Bogor,taklama panggilan itu di angkat.


" Tuan Udin apakah anda sudah berada di Bogor...?! "


" Ya Pak nyoman saat ini saya sedang berada di Lounge Maskapai Cat airs bandara Husada Bakti ,kirimkan saya alamat tempat pertemuan yang anda persiapkan " udin menjelaskan keberadaannya sekarang.


" Rupanya anda menggunakan Maskapi Cat Air ,Seharusnya anda..."


" Mereka tidak ada hubungannya masalah ini...!!!"


Pembicaraan itu terganggu oleh suara Teriakan Irawati yang saat ini di seret masuk dengan paksa oleh Dua pria kekar berjas hitam ,di belakangnya nampak Cakra dan seorang Pria berumur 40 tahunan berpakaian necis dengan rambut tersisir mengkilap.


Udin yang melihat itu menurunkan ponsel dari telinganya ,setelah memutuskan panggilan telfonnya Begitu saja.


Di lantai 30 sebuah gedung tinggi tempat kantor ruang direktur PT Surya Indah nampak Nyoman arya Tertegun setelah Udin memutuskan pembicaraannya dengan tiba tiba ,dia sempat mendengar ada Teriakan seseorang disana sesaat sebelum sambungan terputus , menghawatirkan keadaan tuannya lantas segera memanggil sekertarisnya untuk memanggil semua pengawal mengikutinya lalu bergegas turun pergi menuju Bandara Husada bakti secepatnya.


" Lepaskan tanganku...!!!"


kembali Irawati berteriak sambil berotak berusaha melepaskan kedua tangannya yang di opegang erat oleh kedua pengawal bertubuh besar tersebut,Lounge yang tadinya tenang berubah mencekam suara dentingan piano terhenti begitu saja ,ada beberapa suara saling berbisik di sekitar ruangan besar itu.


" Apa kamu buta ..itu Tuan Santoso dan Cakra putranya mereka keturunan keluarga Lousian ,siapa orang yang berani menyinggung keluarga sebesar itu ,apalagi ini di Bogor Itu namanya bunuh diri ..? "


bisik pria tambun di sebelahnya..mereka tentu saja mengenal Cakra dan ayahnya yang cukup berkuasa di Bogor ,siapa yang tidak mengenal Tedjo kusumo kepala keluarga Lousian yang pernah menjadi menteri Pertahanan di negara Indola selama 2 periode.


" Astaga apakah itu Mbah Suroto juga datang Bersama mereka...!! aku yakin akan ada yang menderita bahkan mati di tempat ini sekarang .." bisik pria kurus yang mengenakan kacamata menimpali ucapan temannya tadi.


Mendengar apa yang di bisikan ketiga orang itu beberapa tamu Lounge itu segera menyingkir menjauh ,tentu saja mereka tidak ingin terseret apapun masalah yang di buat gadis itu.


" Lepas kan adikku dasar pria Kotor..!! "


Winda yang melihat Irawati yang masih berusaha melepaskan diri dari dua pengawal itu segera melangkah mendekat hendak membantu saudari angkatnya itu , tanpa ada sediktpun perasaan takut di hatinya.


Udin segera mendekati Winda meraih tangannya mencegah niat winda yang tanpa disadarinya akan membahayakannya.


" Biar aku yang menghadapi mereka , kamu tunggu saja di sini .." ucap Udin menenangkan Winda lalu berjalan berlahan mendekati tempat Irawati dengan ekspresi datar.


" Hati Hati mas...." ucap winda sedikit hawatir .


" mereka hanya lalat di hadapanku...!" balas Udin mengangkat kedua bahunya dengan nada menghina tidak melihat winda di belakangnya.


kenyataannyamemang seperti apa yang di katakan Udin setelah melihat tingkat kemampuan orang orang yang datang itu tidak ada yang menurutnya kuat, selain orang tua itu kutivator tenaga dalam tingkat menengah selebihnya tidak ada yang berarti baginya.


Winda tidak mengatakan apa apa lagi ..dia sangat mempercayai udin ,apalagi sudah melihat beberapa kali udin bertarung.


" Dasar bajingan....!! Ayah...Guru.pemuda sampah itu yang mencelakaiku dengn memanfaatkan gadis gadis bodoh itu ..!!" Cakra yang mendengar perkataan Udin langsung naik darah merasa dihina ,rupanya dia sudah mengarang cerita bahwa Udin menjebaknya dengan dua gadis cantik kemudian memeras semua uangnya dan memukuli dan mematahkan tangannya, untuk itu dia memang sengaja membalut tangannya lalu menggantungkan agar nampak seperti orang yang patah tulang betulan.


" Rupanya selain otakmu yang kotor kemampuanmu berakting lumayan juga jangan jangan kamu sedikit pintar akibat tamparanku ya... seharusnya kamu berterimakasih padaku...." Udin berkata sambil tersenyum mengejek.


" Kamu sangat berani anak muda ,kamu tidak tahu siapa Aku ....., Berani merampas harta anakku bahkan mematahkan tangannya...begitu sombongnya kamu menanggapi dirimu ....aku yakin sebentar lagi kamu akan menyesalinya kemudian berlutut di hadapanku merengek untuk hidupmu.."


" Aku memang tidak mengenalmu.... tapi aku juga tidak mau tahu kamu siapa...! ,Ada Dua pilihan untuk kalian ..pertama lepaskan adikku tinggalkan Anakmu Agar aku bisa memuaskan keinginannya untuk kupatahkan semua tulang tulangnya Yang Kedua Kamu sendiri yang akan mematahkan tulangnya di hadapanku.. pilih salah satu atau jangan harap kalian semua bisa pergi dalam keadaan bisa berjalan dari tempat ini..! "


" Suroto kuserahkan padamu ...patahkan lehernya untukku , dengus Santoso dia ingin Udin secepatnya di bereskan,Dia tak ingin berlama lama lagi di sini sebentar lagi atasannya akan mengadakan rapat akbar menyambut kedatangan Pemilik Baru perusahaan tempatnya bekerja.


" Aku hanya butuh 5 menit saja ,akan ku Berikan pelajaran sopan santun pada sampah ini"


Suroto melangkah dengan angkuh sembari memainkan jenggotnya.


Selama hidupnya belum pernah ada yang merendahkannya dengan menyebutnya lalat tidak berharga...menurutnya dari apa yang terjadi pada muridnya , kekuatan Udin Berada di tingkat yang sama dengannya, karna di tingkatan tenaga dalam menegah saja yang bisa menjatuhkan lawan sekelas cakra dengan satu gerakan saja , tetapi tentu saja dia lebih berpengalaman dalam sebuah pertarungan.


Tanpa sungkan lagi mengerahkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya menyerang Udin yang nampak tidak siap ,Dia ingin menunjukkan kepada semua orang di lounge itu bahwa julukan angin timur bukanlah isapan jempol.