Supreme God System

Supreme God System
Chapter 96 : Luka parah!


Qin Chen yang tadi terhempas keluar dari Galaxy hingga mendekati Black Hole dari Galaxy lainnya. Black Hole yang begitu besar berjalan melahap setiap bintang dan lainnya, sekarang ini ia berdiri dengan menggenggam sebuah pedang di tangan nya.


Ia sudah tidak peduli lagi dengan mahkluk hidup di Galaxy di depannya, ia hanya ada satu tujuan. Yaitu, hidup untuk melindungi keluarga dan orang-orang yang ia sayangi, dengan tujuan nya ia akan menjadi kuat dan semakin kuat.


Di luar Galaxy di antara bintang-bintang, terlihat gelombang Energi yang begitu besar. Energi besar tersebut membuat sekitarnya menjadi hening, dengan Aura membunuh mendominasi keheningan.


Monster tersebut ingin lari dari sana dengan kecepatan tinggi, tapi Qin Chen sudah menyadarinya, ia mulai mengayunkan pedangnya secara vertikal menuju Black Hole di depannya.


Swoosh!


Energi Kekosongan miliknya mulai melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dibayangkan, energi yang penuh akan kekuatan yang luar biasa. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, yang jelas energi Qin Chen tidak boleh di anggap remeh.


Srash!


Tebasan Qin Chen memotong apa saja yang menghalang jalan nya, Qin Chen sudah mengarahkan tebasan kearah Inti kelemahan Black Hole sendiri. Dengan cepat tebasan nya membelah Black Hole.


Crack!


Inti Black Hole hancur dengan sekali serangan saja, namun energi Qin Chen tidak bisa berhenti sebelum energi yang ia lontarkan habis. Tebasan itu terus menghancurkan bintang-bintang di Galaxy.


Swuush!


Fenomena aneh terjadi dengan suara nyaring di telinga, suara dengan frekuensi tinggi dan ditambah dengan kedipan Black Hole beberapa kali. Tiba-tiba hal aneh mulai terjadi dengan suara menggema di seluruh Galaxy.


Qin Chen yang tahu ini, ia tidak bisa menghindar lagi, ledakan sebuah Galaxy akan mengakibatkan para Dewa berdatangan. Mereka berdatangan untuk mencari tahu siapa yang melakukan nya dan menyerap Energi bintang untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Boom!


Ledakan Supernova yang begitu besar mengakibatkan hembusan kehampaan menjadi sangat kuat, Qin Chen yang terkena hembusan nya terhempas jauh dengan kecepatan yang tidak diketahui seberapa cepat.


Ledakan besar terjadi hanya beberapa detik saja, namun kehancurannya adalah satu Galaxy penuh tanpa ada sedikitpun yang hidup. Sedangkan, gelombang ledakan tersebut membuatnya menyebar di segala arah.


Keindahan ledakan besar dari Galaxy bisa di lihat dengan mata kepala sendiri, banyak warna-warna yang sangat indah menyinari kegelapan Universe. Saat terjadi ledakan, Alam Immortal, Alam Surga. Kedua Alam tersebut menjadi hening, karena merasakan bintang kehancuran.


Mereka semua juga merasakan Energi yang sangat padat dari kehancuran bintang, tapi Qin Qui yang di dalam diri Qin Chen, ia menggunakan kemampuannya untuk menyerap seluruh energi bintang yang baru saja di ledakan oleh Qin Chen.


Qin Qui menyerap segala Energi tanpa di meminta izin dari Qin Chen, karena Qin Chen kali ini terhempas dengan wajah yang sedang tertidur, ia tetap tenang meskipun akan mendapatkan luka besar.


Menghilang nya Energi bintang membuat para Dewa maupun Dewi menjadi heboh, mereka bertanya-tanya tentang siapa yang menyerap energi bintang yang begitu besar dengan sangat cepat.


Qin Chen yang masih terhempas jauh hingga menabrak dunia lain hingga hancur berkeping-keping, tidak berhenti sampai disitu ia terus menabrak banyak sekali dunia yang tidak tahu sudah berapa banyak yang hancur karena hantaman tubuhnya.


Boom!


Selama Qin Chen menabrak dunia, ia terus mendapatkan deringan Qin Qui yang terus naik Level berikut nya, sebelum ia mendapatkan Kesengsaraan Immortal ia sudah naik tingkat dengan cara meledakkan Galaxy.


Boom!


Ledakan-ledakan terus terjadi dimana-mana, hingga beberapa kecepatan cahaya mulai menurun. Kecepatan Qin Chen mulai turun, karena sudah di tahan oleh tidak tahu berapa banyak yang hancur karena menahan kecepatan tadi.


Wushh!


Qin Chen mulai masuk ke Alam Immortal yang belum diketahui dimana, ia terlempar di dataran sepi yang tidak ada penghuninya dengan kecepatan tinggi.


Boom!


Crack!


Ledakan besar terjadi di dataran sepi, dengan sebuah retakan ratusan ribu Mil jauhnya dari tempat Qin Chen terkapar di tanah. Qin Chen yang sudah di tanah dengan tubuh banyak mengeluarkan darah dimana-mana.


Dengan tangan dan kaki terlentang hingga tercetak dirinya di tanah, ia masih tidak bersuara sama sekali hingga beberapa menit, ia membuka mulutnya dan mengeluarkan banyak darah.


"Urghh.."


Qin Chen tidak bisa berkata-kata lagi, ledakan tadi membuat dirinya kehilangan banyak energi dan tenaga. Bahkan, tubuhnya ia tidak bisa rasakan lagi.


[ Selamat Tuan naik level ]


Suara terakhir Qin Qui terdengar di pikirannya, ia bingung kenapa Qin Qui masih menghitung naiknya Level Qin Chen. Padahal dirinya yang sekarang ini sedang sekaratnya.


Setelah beberapa menit berlalu, ia masih tidak bisa merasakan tubuhnya, ia berpikir kalau tubuhnya sudah hancur dan hanya tersisah kepalanya saja di sana.


"Bagaimana dengan lukaku?" Tanya Qin Chen kepada Qin Qui


[ Sangat parah Tuan, Tuan mengalami tulang hancur di sekujur tubuh, dengan kehilangan satu kaki kiri. Organ dalam seperti Jantung masih dalam keadaan baik-baik saja, selebihnya hancur. ]


Qin Chen terdiam mendengar penjelasan Qin Qui yang bersikap biasa saja, seperti Ia hanya mendapatkan luka ringan. Sedangkan dirinya sendiri dari tadi tidak bisa merasakan rasa sakit sama sekali.


"Lalu? Apa kamu bisa menyembuhkan ku? Aku tidak bisa bergerak lagi loh! Regenerasi Tubuhku hanya bisa menyembuhkan luka biasa, bukan luka separah ini." Ucap Qin Chen dengan pelan, ia tidak bisa banyak bicara lagi.


Qin Qui langsung keluar dari dalam dirinya, ia keluar dengan penampilan yang dulu Qin Chen bentuk sendiri melalui pikirannya. Qin Qui terbang di atasnya, ia melihat Qin Chen yang terluka parah hanya bisa menampilkan senyuman biasanya.


Qin Qui sebenarnya khawatir dengan Qin Chen, tapi ia bersikap tenang dan tidak membuat Qin Chen bertanya banyak tentang dirinya. Qin Chen yang melihat penampilan Qin Qui yang sangat cantik hanya terdiam.


Dipikir-pikir lagi, Qin Qui sangatlah cantik ya! Aku memang pintar mencari Penampilan yang sempurna untuk nya!


Meskipun Qin Chen mengalami banyak luka besar, ia tetap bisa berpikir macam-macam tentang kecantikan di depannya, tapi yang jelas untuk sekarang ini, ia harus cepat sembuh agar tidak merepotkan Qin Qui.


"Tapi sebelum Qin Qui menyembuhkan Tua, Tuan jangan marah dengan apa yang Qin Qui lakukan." Ucap Qin Qui dengan lembut.


Qin Chen mengangkat alisnya, ia bingung dengan perkataan Qin Qui karena takut dimarahin oleh dirinya.


"Marah? Aku tidak akan marah, apa kamu mau memotong tubuh ku? Lalu digantikan dengan tubuh baru?" Balas Qin Chen dengan sedikit candaan untuk Qin Qui.


Qin Qui menggelengkan kepalanya. "Bukan itu, tapi tuan jangan marah." Ucapnya lagi dengan kata yang sama.


"Baiklah, aku janji tidak akan marah." Balasnya yang bingung, namun ia akan pasrah saja karena Qin Qui yang memintanya.


Mendengar jawaban dari Qin Chen, ia mulai mendekati dengan wajah yang dekat dengan wajah Qin Chen. Melihat Qin Qui yang mendekati nya membuat ia sedikit terkejut dengan semuanya.


Wushh!


Hembusan angin membuat rambut panjang Qin Qui tertiup angin yang begitu sejuk, rambutnya tertiup angin dengan lembut menyapu pandangan Qin Chen yang tidak berkedip sama sekali.


Qin Chen tidak bisa mengeluarkan suara lagi, karena bibirnya sudah terkunci oleh sesuatu yang kecil dan manis seperti ceri. Qin Chen tidak bisa mengatakan apa-apa, saat ia melihat Qin Qui mencium bibirnya.


...


*Thank You For Reading*