Supreme God System

Supreme God System
Chapter 117 : Kota HuaHua


Di luar lapisan hutan beast, bisa di lihat bahwa banyak orang-orang dari lembah racun kembali ke wilayah mereka dengan berjalan kaki, mereka semua kembali dengan raut wajah yang bingung, takut dan juga panik.


Sudah jelas mereka semua seperti itu, karena Panatua Ju Xue telah tiada akibat melawan Qin Chen beberapa waktu lalu di hutan beast lapisan kedua.


"Bagaimana kita menjelaskan kepada Ketua Lembah Racun? Tentang kejadian Panatua Ju Xue yang tiada..."


"Kita akan menjelaskan, bahwa ada yang mengambil pasir berlian Panatua Ju Xue dan bertarung dengan nya hingga mati."


"Apa seperti itu akan dipercaya?"


"Tidak tahu, yang jelas. Kita sudah mengatakan apa yang sudah kita lihat."


Mereka semua menganggukkan kepalanya, mereka berspekulasi bahwa Panatua Ju Xue tiada melawan orang yang merebut pasir berlian. Dan mereka selamat karena pertarungan mereka di lapisan kedua hutan beast.


Sedangkan Qin Chen yang tengah terbang melintasi setiap lapisan hutan beast, akhirnya ia keluar dari hutan beast dengan melihat orang-orang dari lembah racun yang sedang berjalan menuju wilayah mereka.


"Wajah mereka muram karena bingung? Kalau begitu! Kenapa tidak sekalian saja pergi ke Neraka! Jadi mereka tidak perlu khawatir dengan Ketua Lembah? Bukankah aku benar Qin Qui?" Kata Qin Chen dengan suara pelan.


[ Benar Tuan, lebih baik mati di bunuh Tuan, Tuan bisa mendapatkan Exp dan Poin Tukar, dari pada mati dengan Ketua Lembah. ]


Qin Chen tersenyum puas, ia tersenyum puas karena Qin Qui sudah sama seperti dirinya yang kejam dan jahat. Walaupun begitu, ia tidak sejahat yang dipikirkan orang-orang.


Qin Chen melayang di atas langit dengan sayap Thunderbird yang terus berhembus di belakangnya. Saat Qin Chen ingin menampar mereka dari atas, ia terhenti dengan melihat sayapnya.


"Thunder!"


Satu kata yang keluar dari mulutnya, membuat orang-orang di bawah sana langsung melihat ke arah langit. Alangkah terkejutnya, saat mereka melihat Qin Chen yang sudah menyerang mereka semua dengan thunder nya.


Boom!


"Arghhhhh!"


"Sial.."


Qin Chen hanya menampilkan wajah yang senang, ia tidak menyangka serangannya sangat kuat hingga membuat lubang yang cukup dalam dengan di sampingnya yang sudah gosong dengan sambaran thunder milik nya.


"Sudah beres, aku tidak ingin meninggalkan kecoak yang akan menggangguku di masa depan, tapi jika Lembah Racun berbuat ulah, maka hari itu akan menjadi kehancuran mereka." Kata Qin Chen dengan dingin.


Setelah Qin Chen membereskan beberapa kecoak pengganggu, ia melesat terbang menuju ke kota HuaHua, dimana kota kedua yang akan ia kunjungi di Alam Immortal ini. Tidak tahu apa yang akan terjadi disana, ia akan berpetualang melawan kejahatan yang akan datang.


Sepanjang jalan, ia hanya melihat hutan-hutan yang lebat dan perbukitan yang tidak terlalu menjulang tinggi ke langit. Qin Chen sedikit menambahkan kecepatannya untuk ia cepat sampai di Kota HuaHua.


Kota HuaHua.


Kota HuaHua merupakan kota terbesar kedua di Alam Immortal dengan Paviliun obat sebagai pemimpin di kota tersebut. Paviliun obat yang sudah berdiri lebih dari ratusan tahun, berkali-kali mengati pemimpin dengan garis keturunannya.


Kedatangan Qin Chen ke Kota HuaHua bukanlah tanpa alasan, ia datang ke sana untuk mendapatkan obat-obatan yang Qin Chen butuhkan. Contohnya saja obat langka seperti Akar Immortal dan Cairan Immortal Heavenly Body.


Cairan Immortal Heavenly Body merupakan cairan yang sangat langka di Alam Immortal ini, cairan itu jika bisa digunakan dengan bijak. Bisa meningkatkan kekuatan Fisik dan Fondasi berkali lipat dari sebelumnya. Qin Chen menginginkan Cairan itu karena, ia ingin menggabungkan dengan tubuhnya.


Meskipun Fondasi Qin Chen saat ini sangatlah kuat, ia ingin meningkatkan lagi hingga ke titik tertinggi. Dimana ia tidak bisa lagi meningkatkan semua kekuatan Fisik dan Fondasi.


Sedangkan untuk Akar Immortal, walaupun Akar Immortal tidak terlalu penting bagi Qin Chen, tapi khasiatnya bisa digunakan untuk membuat orang-orang menjadi Abadi. Dan ia ingin mengumpulkan banyak tanaman obat-obatan yang bisa meningkatkan kekuatan keluarganya.


Saat ia ingin memberikan sesuatu yang tidak masuk akal terhadap keluarganya, ia berpikir ribuan kali lipat. Bahwa hal yang tidak masuk akal seperti barang yang akan ia berikan, mungkin akan di tolak oleh kedua orang tuanya. Karena itu, ia ingin mengumpulkan sendiri dan mengatakan bahwa dirinya sudah berada di Alam Immortal.


Lambat laun, Qin Chen akhirnya sampai di Kota HuaHua, ia turun tidak jauh dari sana untuk menghindari berbagai masalah. Walaupun ialah orang yang selalu mencari masalah kemampuan Qin Chen berada.


Qin Chen berjalan kaki menuju ke kota dengan langkah kaki yang tidak terlalu besar maupun kecil. Di sana ia melihat ada banyak orang-orang yang masuk dengan memberikan sebuah kartu identitas dan membayar pajak untuk masuk.


Ia berjalan menuju tempat gerbang kota yang dijaga oleh dua prajurit di depannya, untungnya ia memiliki tanda pengenal di Alam Rendah, meskipun itu adalah tanda pengenal Alam Rendah, tapi masih bisa digunakan sebagai alat pengecekan data.


"Berhenti! Diaman tanda pengenal mu!" Kata penjaga gerbang kota.


Qin Chen memberikan tanda pengenal nya kepada penjaga tersebut, saat mereka melihat nama yang sangat asing dan tanda pengenal nya juga seperti sangat kuno.


"Baiklah, kau bisa masuk, dengan membayar uang masuk sebesar 20 Batu Spiritual Tingkat Rendah." Ucap Penjaga kepada Qin Chen.


Mendengar pembayaran di sini menggunakan batu spiritual, ia mengambil dari saku pakaiannya untuk menyembunyikan inventory sistem. Dengan mengambil satu batu spiritual tingkat tinggi nya.


Qin Chen yang menggenggam satu batu spiritual tingkat tinggi, ia memberikan kepada penjaga tersebut. Saat penjaga melihat batu tersebut, mereka berdua di kagetkan dengan batu spiritual tingkat tinggi.


"Aku tidak memiliki batu spiritual tingkat rendah, jadi satu batu spiritual tingkat tinggi sudah lebih dari 10 batu bukan? Apa sekarang aku boleh masuk?" Kata Qin Chen dengan sangat sopan.


"Ya-ya.. tuan boleh masuk sekarang."


Kedua penjaga tersebut langsung mengatakan dengan hormat, karena melihat seorang pemuda yang memiliki batu spiritual tingkat tinggi, mereka berpikir bahwa latar belakang pemuda tersebut sangatlah hebat.


Jika mereka berdua tadi menyingungnya, tidak tahu apa yang akan terjadi kepada mereka. Pikirannya sudah di penuhi dengan kegugupan melihat Qin Chen yang tengah berjalan masuk kedalam kota.


Sedangkan orang-orang yang di belakang sana melihat ekspresi kedua penjaga pintu gerbang membuat semuanya memiringkan kepalanya. Mereka bingung dengan reaksi mereka berdua yang tiba-tiba menghormati Qin Chen.


"Selanjutnya!"


Suara penjaga itu terdengar keras oleh mereka, tanpa menundanya mereka bergegas untuk masuk kedalam. Karena mereka sedang mencari penginapan untuk beristirahat.


...


*Thanks You For Reading*