Supreme God System

Supreme God System
Chapter 299 - Penyerangan Monster Dimensi (2)


Qin Chen lalu mengangkat tangannya dan mengendong Qin Xiuying dengan lembut, ia hanya mengikuti insting dan naik ke tempat Qin Chen untuk di gendong.


"Apa kamu mau melihat ibumu?"


"Apa boleh? Nanti ibu marah, karena diluar sangat berbahaya ... Nenek juga pasti tidak boleh jika ying'er keluar dari Istana."


Ia melihat ke arah neneknya, dan neneknya hanya tersenyum saja. "Jika ingin keluar tidak apa-apa, jangan membuat kerepotan ya ... "


"Benarkah nenek ... Apa ying'er boleh pergi bersama paman?"


"Ya."


Putri kecilnya sangat senang bisa pergi keluar menyusul ibunya, ia memeluk Qin Chen dengan erat agar tidak terjatuh. Qin Chen merasa sakit di panggil paman, jadi ia akan mengatakannya nanti di waktu yang tepat.


Ia lalu melihat ke arah putranya yang hanya diam sambil melipat tangannya memalingkan wajahnya, seperti dia sedang cuek dengan Qin Chen. Melihat hal tersebut tentunya ia menghela nafas.


"Apa kamu mau ikut?"


"Tidak, aku mau menemani nenek saja di rumah."


"Jadi begitu, baiklah ... "


Qin Chen melihat sifatnya menular ke tempat putranya hanya bisa tersenyum. Ia hanya bisa mengusap-usap kepalanya dimana ia seperti senang namun tidak di tampilkan.


"Aku pergi dulu,"


Qin Chen lalu terbang ke atas dengan cepat menembus langit melesat menuju Medan Perang yang sudah berlangsung sangat lama. Qin Xiuying di gendongan ayahnya hanya diam melihat wajahnya.


Mereka terbang tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat pertempuran itu terjadi. Saat sampai disana, para pasukan Qin Chen masih berlutut menghadap ke arah tempat Qin Chen berada.


Ia yang berada di langit melihat monster-monster yang tak terhitung jumlahnya sedang berbaris mulai besar hingga kecil. Melihat hal tersebut, Qin Xiuying takut karena akan di gigit oleh mereka.


Wajahnya saat takut sama seperti istrinya, dia terlihat manis. Qin Chen memancarkan Aura miliknya memenuhi langit, dan berkata. "Oi ... Oi ... Monster kecil! Pergilah sebelum aku bertidak."


Saat suara Qin Chen menggema di langit, orang-orang yang mengenalnya memalingkan wajahnya, dan melihat Qin Chen sedang berdiri di langit sambil membawa anak kecil di sampingnya.


"Qin Chen!"


"Kakak!"


"Ayah!"


Dua orang memanggilnya dengan nama, satunya memanggil kakak dan satunya adalah ayah. Mereka semua benar-benar melihat Qin Chen sungguhan, bukan refleksi layar.


Qiu Yu Ran tengah melayang di langit dengan pakaian dilengkapi pelindung, dan tongkat panjang berlambang sayap emas. Ia maju di depan Medan Perang sendirian menghancurkan monster-monster selama 4 tahun lamanya.


Dari kejauhan, Qin Chen melihat kultivasi mereka semua telah naik, dan hanya putri kecilnya tidak naik, karena membutuhkan energi bintang untuk meningkatkan kekuatannya.


Ia lalu pergi mendekati Qin Chen dengan kecepatan tinggi, saat sudah mendekati Qin Chen, ia menghilangkan tongkat tersebut dan memeluknya dengan erat.


Qin Xiuying menjadi bingung melihat ibunya memeluk paman di sampingnya. Qiu Yu Ran menangis deras ditinggalkan Qin Chen selama empat tahun lamanya. Qin Chen hanya mengelus kepalanya dengan lembut dan mengucapkan.


"Maafkan aku, karena secara tiba-tiba menghilang tanpa memberikan alasannya."


"Jangan ulangi lagi ... "


"Hmmm."


Ia masih menangis di pelukan Qin Chen, secara perlahan Qiu Yu Ran menyenderkan kepalanya di pundak Qin Chen. Melihat bahwa dia sudah bertarung selama 4 tahun ini dengan pasukan Qin Chen.


Menutup matanya dengan pelan, ia benar-benar menyenderkan kepalanya di pundak Qin Chen. Qin Chen lalu menariknya semakin dekat di dalam pelukannya.


"Beristirahatlah, serahkan semuanya padaku ... Kamu sudah berjuang selama ini, aku kagum dengan tekadmu ... "


"Terimakasih, aku lelah ... Ingin beristirahat sebentar."


"Siapa paman sebenarnya?"


"Berikan kecupan dulu di pipi, nanti paman beritahu ... "


"Tidak boleh, ibu sudah mengatakan bahwa tidak boleh memberikan kecupan manis kepada orang lain selain ayah dan ibu."


Qin Chen hanya tersenyum, "Baiklah, nanti kamu tanya dengan ibu ya ... "


Qin Chen lalu melirik ke arah monster-monster di bawah, mereka belum menyerang namun berkumpul semakin banyak keluar dari portal tersebut. Monster-monster tersebut menatap ke arah Qin Chen.


"Kalian semua, bunuh monster-monster rendahan ini dari pandanganku! Jangan biarkan satupun lolos dari genggaman kalian, mengamuklah dan tunjukkan keganasan kalian semua!"


Suara Qin Chen bergemuruh di langit, tiba-tiba di langit menjadi gelap gulita dengan guntur-guntur tersebar di langit Alam Immortal. Aura mereka mulai meningkat dibandingkan sebelumnya.


Kedua mata mereka mulai memancarkan cahaya keganasannya. Aura membulat-bulat mengelilingi tubuh mereka. Pada saat mereka mendongak ke atas, siluet cahaya menerangi kegelapan langit.


Haaaaaa!


Langit dan Bumi bergetar hebat, disaat Sang Kegelapan memerintahkan pasukannya untuk mengamuk, mereka semua menaikkan insting bertarung mereka ke titik ekstrem.


Hidup dan mati mereka hanya untuk melayani Qin Chen, selama mereka mendapatkan perintah Qin Chen, maka hidup mereka akan berarti bagi mereka. Saat ini, Tuan mereka memerintahkan untuk mengamuk sesuka hati mereka.


"Serang!"


Roarrrr!


Augan seperti seekor monster lapar, mereka semua berlari menyerang gerombolan monster-monster yang berada di depannya. Yin'er, Su'er, dan Ru'er, mereka melihat bahwa pasukan Qin Chen sudah menjadi Monster pelahap langit.


Menggunakan kemampuan ekstrem mengubah cuaca, menghancurkan gunung dan langit, mereka bertidak sangat gila di genangan darah menjadi hujan badai berdarah.


Qin Chen di langit menatap segerombolan monster yang akan menyerangnya, lalu menutup sebelah kiri matanya, dan menyisakan mata kanannya melihat mereka.


"Ying'er, apa ying'er bisa membantu?"


"Bantu apa? Ying'er tidak sekuat ibu ... "


"Ulurkan tangan ying'er ke depan, agar ayah bisa menyalurkan kekuatan ayah."


"Baik."


Ia tidak menyadarinya bahwa Qin Chen mengatakan bahwa ia adalah ayahnya, putri kecilnya yang manis mengulurkan tangan kedepan, ia seperti mendominasi langit kedua belas.


Pada saat bersamaan, pola sihir waktu mulai tercipta besar di langit Alam Immortal di wilayah sekitarnya. Angka-angka kuno terdapat 12 mengelilingi lingkaran, jarum panjang mulai berputar secara pelan.


Setiap putaran jarumnya, guncangan bumi terasa hebat, Qin Chen tersenyum bahwa dia dan putrinya memiliki kecocokan yang kuat, karena sihir yang baru saja ia dapatkan sangatlah tidak normal.


"Ying'er, katakan ini pada monster-monster kecil di bawah sana."


Qin Chen lalu membisikkan putrinya agar ia mengatakan sesuatu yang Qin Chen berikan. Ying'er mendengarkan semuanya, dan memahami apa yang dikatakannya.


"Monster kecil! Makan ini Waktu, kembalilah menjadi tanah di Neraka! Berani melukai ibuku, monster kecil seperti kalian akan ku Hukum!"


Ying'er sungguh manis saat mengatakan itu, Qin Chen lalu menambahkan kemampuan miliknya untuk membusukkan mereka melalui waktu.


Pada saat monster-monster tersebut kesal, sihir Waktu miliknya bekerja dengan mulai berputar-putar di langit. Langit mulai retak cahaya dari dalam Dimensi menerangi Bumi.


Roarrrr!


Suara monster-monster berteriak merasakan sakit, cahaya itu membusukkan para monster dengan kemampuan barunya. Ying'er melihat hal tersebut terkejut, ia tidak tahu bahwa dia sangat kuat.


...


*Thanks You For Reading*