
Qin Chen yang terbang menuju Kaisar dengan wajah dingin, padangan dingin, semuanya serba dingin. Tidak ada yang bisa menghentikan Qin Chen setelah ia menunjukkan kemampuan miliknya.
Kali ini, bukan Qin Chen yang akan bertindak untuk membunuh kaisar, melainkan putrinya sendiri yang akan melawan kaisar di bintang tersebut. Qin Chen memintanya agar ia bisa memperhatikan baik-baik setiap gerakan yang dilakukan putrinya.
Karena ia akan memberikan seni yang cocok untuknya, setelah ia menyelesaikan tugas apa yang Qin Chen berikan. Sedangkan untuk Su'er, ia belum melakukan apa-apa, dimana membuatnya seperti beban bagi mereka berdua.
Qin Chen dari awal menyadari, bahwa kekuatan mereka berdua sudah jauh di atas dirinya, sudah wajar bagi mereka yang lemah ingin membantu, meskipun begitu, Qin Chen sudah merencanakan semuanya.
Dimana ia akan memberikan tugas untuk Su'er, agar ia tidak menganggap dirinya adalah beban di antara Qin Chen dan juga Yin'er, karena ialah yang paling lemah di antara mereka berdua.
Merasakan menjadi beban membuat ia semakin ingin menjadi kuat, dalam hal ini ia belum bisa untuk berlatih dengan giat, karena setiap hari selalu di sampingnya.
Su'er hanya bisa berlatih di malam hari, dimana ia berlatih kemampuan, maupun berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan miliknya sendiri.
Setibanya mereka bertiga di Ibukota Kaisar bintang seribu, mereka masuk dengan terbang menuju Istana Kaisar yang tidak jauh dari tempat mereka berada.
Terbang, lalu turun kebawah di depan pintu masuk Istana kaisar, banyak prajurit-prajurit di sekitarnya menghadang Qin Chen dan lainnya. Pada saat ini, Yin'er yang akan mengurusnya.
Tangannya ia angkat sedikit, dengan hembusan angin yang sejuk, ia menciptakan sebuah tombak panjang dengan 20 tombak di atas langit-langit. Pada saat bersamaan, ia melepaskan serangan tersebut ke arah mereka semua.
Swoosh!
Suara tombak es melesat dengan kecepatan tinggi, dimana membentuk sebuah pusaran angin kecil di sekelilingnya, disaat itu pula tombak tersebut menancapkan seperti olahraga lempar lembing.
Jleb! Jleb! Jleb!
Suara tombak yang menembus tubuh prajurit dengan tragis, dimana yang tidak bisa menahan serangan tersebut, mereka semua akan terhempas menancap ke dinding istana.
Suara teriakan mereka membuat seluruh orang-orang di Istana merasakan ketakutan, mereka semua sudah merasakan kematian, dan mati suri di hari itu juga.
***
Didalam ruangan, dimana kaisar sedang duduk di atas tahtanya, ia tidak seperti ingin memberikan tahtanya, karena sudah menjadi penguasa selama ratusan tahun di bintang tersebut, kini akan berakhir sekarang ini.
Qin Chen dan lainnya masuk kedalam Istana dengan tenang, karena prajurit yang menjaga pintu, dan juga prajurit disekitarnya telah di habiskan oleh Yin'er.
Masuk, lalu berdiri di tengah-tengah ruangan, dimana ia melihat seorang pria paru baya tengah duduk di atas tahta dengan wajah yang sombong mendominasi.
Qin Chen melihat pria tersebut, ia hanya visa menghela nafasnya dengan perlahan, karena ia melihat kesombongan yang sama seperti Kaisar yang pernah menculik ibunya.
'Ha... Orang bodoh lagi! Kenapa banyak sekali orang-orang bodoh di sekitarku? Apa semuanya memang seperti itu? Atau sudah di atur tingkat kekuatan mereka semua?'
Ia tidak menyangka akan bertemu orang bodoh lagi di bintang ini, saat ini, Qin Chen melihat putrinya yang tengah berdiri di sampingnya, ia melihat bahwa putrinya sudah mengambil aba-aba untuk menyerang.
Sebelum Qin Chen mengatakan sesuatu, Yin'er menghancurkan tempat yang ia injak sebelumnya. Dimana ia melesat dengan kecepatan tinggi menghampiri pria tersebut.
Pada saat itu juga, pria di sana sangat syok dengan kecele tersebut, ia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya lagi.
Yin'er, ia mengepalkan tangannya dengan erat, dimana ia mengarahkan tujuannya ke arah wajah kaisar seribu bintang yang sekarang ini. Saat Yin'er mengenai wajahnya, saat itu pula semuanya makan dengan membayar semuanya dengan ia Ng miliknya.
Saat pukulan Yin'er mengenai wajahnya, pada saat itu pula muncul membuat kegaduhan di masyarakat pinggiran istana Kaisar yang sedang di serang.
Boom!
Ledakan tersebut membuat Istana kaisar meledak seperti gunung berapi, pecahan bangunan berterbangan bagaikan meteor yang jatuh dari langit menghantam bumi.
Ayah dan anak sama-sama memiliki sifat kejam, disaat mereka sedang bertarung melawan musuh mereka. Su'er yang disampingnya, ia melihat Yin'er yang menghancurkan istana kaisar tanpa belas kasihan seperti Qin Chen.
Mundur, mereka terbang ke atas langit dengan menatap dengan dingin ke seluruh kota di dekatnya, ia belum mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar baru di bintang ini, karena ia masih menunggu putrinya.
'Qin Qui, tolong sebarkan suaraku di ketiga Alam Immortal rendah, aku ingin mendeklarasikan sekali lagi, bahwa ketiga Alam Immortal telah berada di bawah kekuasaanku.'
[ Baik Tuan. ]
Melepaskan suara antar bintang dengan bantuan Qin Qui, Qin Chen akan mendeklarasikan namanya di gugus bintang Immortal rendah, dimana ia akan menempati janjinya pada Chi Wuyao.
Dalam proses ini, Qin Qui sudah selesai mengatur ulang semuanya, dimana suara Qin Chen akan berada di atas langit mereka. Suaranya akan menggema di penjuru bintang Immortal.
[ Proses sudah selesai Tuan. ]
Mendengar perkataan Qin Qui, Qin Chen menghela nafas, lalu ia mulai mengeluarkan suara. "Dengar kalian semua! Seluruh wilayah gugus bintang Immortal rendah, sekarang berada di bawah kekuasaanku Qin Chen! Kaisar Chen dari Bintang Kematian!"
Suara menggema di seluruh Alam, dimana membuat keterkejutan bagi mereka semua yang ada di Alam Immortal, terkejut karena dalam satu bulan kurang, Qin Chen sudah bisa menguasai Alam Immortal dengan cara menghancurkan langsung kaisar.
Caranya memang jahat, karena tidak bermain cantik untuk menguasai Alam Immortal, tapi cara itu lebih simpel dan cepat dibandingkan bermain cantik untuk menguasai Alam Immortal.
***
Alam Rendah
Alam rendah memang bukan termasuk Alam Immortal, melainkan semua kultivator yang berada di puncak kultivasi Alam Rendah, mereka akan naik ke Alam Immortal rendah untuk melanjutkan perjalanan menjadi seorang Immortal Cultivation.
Disana, mereka semua mendengar suara Qin Chen di atas langit, dimana suara itu mendeklarasikan dirinya yang telah menguasai seluruh Alam Immortal rendah.
Tentunya, Alam rendah menjadi gempar mendengar suara Qin Chen, ia yang dikenal dengan sebutan Raja Iblis Qin Chen di Alam Rendah, kini dalam beberapa bulan saja sudah menguasai Alam Immortal.
Kaisar di belahan dunia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, karena semuanya mengejutkan mereka semua.
Sedangkan di dunia bawah, terlihat gadis cantik berpakaian merah sedang duduk di bawah, dimana itu adalah tempat danau pertama kalinya mereka berdua bertemu dengan cara yang lucu.
Chi Wuyao yang telah mendengar suara Qin Chen, ia senang bahwa Qin Chen menepati janjinya untuk membuat namanya menggema di seluruh Alam.
"Qin Chen, kamu sudah menepati janjimu... Sekarang, aku akan mulai melakukan perjalanan untuk sampai di tempatmu..." Chi Wuyao sambil melihat ke arah langit.
Ia berdiri, lalu berjalan menuju Istana Kaisar, dimana ia akan memberitahukan kepada para petinggi atau tetua di istana kaisar, bahwa ia akan pergi berpetualang di dunia luar.
...
*Thanks You For Reading*