Supreme God System

Supreme God System
Chapter 240 : Terkejut!


Di atas Altar, Qin Chen membuat portal berwarna biru muda di hadapannya, portal tersebut selalu berubah-ubah warna, sesuai apa yang di inginkan oleh si pembuat.


Setelah beberapa menit berlalu, portal berwarna biru muda terbentuk di hadapannya, dimana portal tersebut sudah mengarahkan ke kediaman Qin di dunia buatan Qin Chen sendiri.


***


Dikediaman Qin, sempat satu prajurit melihat portal di Aula kediaman Qin, dimana saat melihat portal tersebut, ia berlari cepat menuju tempat dimana Patriak Qin berada.


Berlari, kini ia berada di depan pintu ruangan Patriak Qin berada, dimana ada para Panatua lainnya tengah duduk di kursi mereka masing-masing.


Ceklek!


Suara pintu terbuka, para Panatua menoleh ke arah pintu, dimana terlihat seorang prajurit masuk dengan wajah yang kelelahan. "Ada apa? Kenapa kau seperti seorang sedang kelelahan ... " Tanya salah satu Panatua di sana.


Prajurit itu, ia lalu berjalan di tengah-tengah ruangan sambil memberikan hormat kepada Patriak Qin. "Hormat Patriak Qin."


"Ada apa? Katakanlah ... Apa yang membuatmu datang keruangan ini?" Patriak Qin bertanya kepada prajurit tersebut, sebab ia tidak pernah memanggil prajurit ke hadapannya.


"Lapor Patriak, saat saya hendak bertugas menjaga pintu masuk kediaman ... Saya berpapasan dengan Portal berwarna biru di Aula kediaman Qin." Prajurit dengan segala hormat berbicara kepada Patriak Qin.


"Chen'er ... " Patriak Qin tiba-tiba berdiri dengan menyebutkan nama panggilan Qin Chen. "Ini sudah tiga bulan ... Apa Chen'er kembali untuk bertemu dengan istrinya? Ini berita baik," Patriak Qin berbicara sendiri di dalam ruangan tersebut.


Ia lalu melihat ke arah prajurit di sana, dimana ia memerintahkan sesuatu kepadanya. "Kau, cepat pergi kekediaman Nyonya Jiu ... Katakan padanya, bahwa Chen'er telah kembali."


"Baik, Patriak!" Jawabnya dengan suara tegas, "Kalau begitu, saya undur diri ... "


Prajurit, lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Dimana, ia sekarang memiliki tugas untuk menyampaikan tentang apa yang diminta oleh Patriak Qin kepadanya.


Patriak Qin, ia lalu berjalan keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa, dimana ia mau melihat portal kedatangan Qin Chen kembali ke dunia buatannya sendiri.


Saat Patriak Qin tiba di hadapan portal, perlahan-lahan dari dalam portal keluar pemuda tampan yang dengan pakaian biru, mata pemuda itu belang sebelah, dimana kanan berwarna merah, dan kiri berwarna putih.


Diikuti dengan dua wanita cantik dari belakangnya, melihat hal tersebut, tentunya membuat keterkejutan baginya. Bagiamana tidak terkejut, disaat pemuda itu membawa pulang dua wanita cantik di kediaman.


Qin Chen berjalan sambil menghirup udara di sekitarnya. "Sudah lama tidak kesini ... Udara disini semakin baik dibandingkan kemarin ... " Qin Chen berbicara sendiri sambil menutup matanya.


Saat memejamkan matanya sambil menghirup udara segar, Qin Chen merasakan Aura yang sangat familiar sedang menuju ke arahnya. Pada saat itu, wanita cantik bertubuh kecil terlihat tengah berjalan ke arah Qin Chen.


Wanita itu adalah Qiu Yu Ran, dimana ia tengah memegangi perutnya yang mulai membesar, Qin Chen melihat kedatangannya, ia lantas berjalan mendekati Istri kecilnya dengan mata yang belang sebelah.


Berjalan mendekat, lalu Qin Chen mengangkat tangannya dengan lembut membelai rambut panjangnya yang terurai kebawah, "Aku kembali ... "


"Hmmmm ... " Qiu Yu Ran lalu memeluknya dengan lembut, meskipun mengetahui bawah disekitarnya sangat ramai orang, tapi Qiu Yu Ran tidak menghiraukan orang-orang disekitarnya.


"Aku kira kamu tidak kembali, dan mencari wanita lain untuk menggantikanku ... " Qiu Yu Ran bersuara pelan di pelukan Qin Chen.


"Tentu saja tidak ... Meksipun ada, aku pasti akan mengatakannya kepadamu ... Karena aku tidak ingin membuatmu kepikiran semuanya." Ujar Qin Chen dengan suara lembut.


"Lalu ... Siapa kedua wanita di belakangmu? Apa mereka berdua istri barumu? Kamu membawanya kesini untuk tinggal disini, agar kamu bisa mencari istri baru lainnya di luar sana?" Tanya Qiu Yu Ran dengan nada yang cemburu.


Yin'er, ia lalu berjalan mendekati ayahnya yang masih memeluk istrinya, disana, Yin'er berdiri disampingnya dengan senyuman manis di wajahnya.


Qin Chen hanya tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, ia disana lalu berkata. "Aku akan menjelaskannya nanti ... Sekarang, kita keruangan untuk membicarakan banyak hal, kamu juga harus menjaga kesehatan ... "


"Hmmmm ... "


Qin Chen menggendongnya seperti seorang putri, lalu berjalan menuju ruangan keluarga untuk membicarakan tentang semuanya, ayahnya hanya terdiam sedari tadi, karena tidak bisa berkata-kata disaat putranya yang muda membawa istri baru.


'Haaa ... Dia sama sepertiku saat aku masih muda dulu ... Memiliki banyak istri, dan aku hanya memilih satu istri dari sekian banyak wanita di sampingku dulu ... Kira-kira apa Chen'er bisa melebihiku? Mempunyai istri lebih dari 6?'


Ayahnya sempat bertanya pada dirinya sendiri, karena melihat putranya sama seperti dirinya dulu, ia dulu sangat di dambakan oleh banyak wanita-wanita cantik. Meksipun ia memiliki banyak istri, ia hanya memilih satu dari 6 istri lainnya.


Keberadaan kelima istri lainnya tidak ia ketahui kemana mereka pergi, karena sudah 30 tahun sudah berlalu, mungkin mereka semua sudah hidup bahagia dengan pria baik yang mereka pilih.


***


Setibanya di ruangan, mereka semua duduk di lantai beralaskan tikar mewah dengan gambar bunga mawar merah, semua yang berada di dalam sana adalah hasil dekorasi ibunya Qin Chen.


Duduk, lalu ia dipandang oleh ayah, dan ibunya, ditambahkan dengan adik kecilnya yang manis terus memandangi kakaknya. "Hmph! Dasar kakak! Baru pergi sebentar, sudah mendapatkan istri baru ... Kasihan bibi Yan ... " Suaranya yang kecil seperti marah membuat Qin Chen tersenyum.


Qin Chen melambaikan tangannya untuk membawanya ke tempat duduknya, Ru'er tentunya berjalan mendekati Qin Chen, dimana ia lalu duduk di pangkuannya.


Sedangkan mereka semua tertawa kecil, mereka tertawa melihat tingkah Ru'er yang langsung berubah menjadi manja kepada Qin Chen.


"Adik kecil, kakak, sepertinya sudah menjadi hebat dalam waktu singkat ... " Qin Chen berbicara dengan Ru'er.


"Hmmm ... Karena Ru'er yang akan melindungi adik Ru'er nantinya ... Jadi, Ru'er akan menjadi kuat, agar bisa mengajari adik Ru'er ... " Ru'er membalasnya dengan suara kecil.


Qin Chen tersenyum manis, meskipun matanya berbeda membuat mereka semua bingung dengan penampilan Qin Chen yang sekarang. Di dalam ruangan, Qin Chen lalu berkata. "Hukk ... Ayah dan ibu, aku ingin memperkenalkan seseorang ... "


"Apa dua wanita di sampingmu? Hmmm ... Kamu ini, baru saja di tinggal sudah mendapatkan wanita cantik lainnya ... " Ibunya menjawab dengan menggoda Qin Chen.


"Tidak ibu ... " Sahut Qin Chen, putrinya berinisiatif berdiri dan ia berjalan mendekati ibunya Qin Chen yang duduk di depan.


Saat sudah berada di hadapan ibu dari ayahnya, atau neneknya sendiri, Yin'er lalu berkata. "Nenek jangan salah paham ... Aku Mu Mei Yin, nenek bisa memanggilku dengan sebutan Yin'er ... Tentang siapa aku? Aku putri Ayah ... "


Deg!


Detak jantung mereka semua hampir lepas dari tali di dalam tubuh mereka, berdetak kencang, lalu tidak bisa berkata-kata, mereka semua terdiam mendengar suara Yin'er memperkenalkan dirinya sebagai putri Qin Chen.


Ibunya mendengar hal itu, ia perlahan menoleh ke arah Qin Chen berada. Qin Chen tahu, semuanya seperti bom yang membuat mereka semua terkejut mendengar bahwa Qin Chen memiliki putri yang sudah dewasa.


...


*Thanks You For Reading*