Supreme God System

Supreme God System
Chapter 313 - Undangan Alam Roh!


Di taman, Qin Chen masih mencari dari langit melihat sekeliling Istana, namun tak kunjung ketemu dimana putranya. Melihat hal tersebut, ia lalu mengubah pandangnya lebih jauh, melihat sekitarnya wilayah Istana Dewa.


Melihat bahwa putranya berada di bukit belakang Istana, dimana disana ia duduk di bongkahan kayu dengan menatap ke Langit. Qin Chen melihat hal tersebut, ia lalu berkata.


"Aku pergi dulu."


Setelah mengatakan itu, ia melakukan teleportasi ke arah putranya, dan secara tiba-tiba muncul di sampingnya. Saat melihat kedatangan ayahnya, ia menjadi terkejut karena ayahnya tiba-tiba datang ke arahnya.


Qin Chen yang telah datang, ia lalu duduk disampingnya dengan tenang, tidak berbicara sama sekali. Melakukan interaksi dengan putranya, ia harus mengetahui apa yang disukai putranya.


"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Qin Changyi.


"Kenapa?" Qin Chen bingung dengan sikapnya, namun ia hargai karena mau berbicara untuk pertama kalinya dengannya. "Kamu adalah putraku, ibumu pasti khawatir jika kamu tidak kembali, dan adikmu, mungkin ikut khawatir."


"Aku sudah terbiasa duduk disini setiap malam, ibu sudah mengetahui jika aku ada disini. Jadi, kenapa kau datang kesini?"


Qin Chen hanya tersenyum, Qin Changyi sangat berbeda dari sebelumnya, awalnya dia memanggil dengan sebutan ayah, dan sekarang kau, ini seperti dua sifat tergabung dalam satu tubuh.


"Baiklah, aku datang untuk menemanimu, dan ngomong-ngomong aku mempunyai hadiah untukmu." Qin Chen melihat ke arah putranya.


"Aku tidak butuh hadiah,"


"Benarkah? Ini senjata yang pernah membunuh jutaan Dewa, pernah menghancurkan ribuan Galaxy. Kekuatan senjata ini tiada tandingnya ... Aku sudah tidak bisa menggunakannya, karena kamu adalah putraku ...


Maka dari itu, aku mewariskan senjata ini padamu, agar dimasa depan kamu bisa menggunakan senjata ini."


Saat mendengar hal tersebut, matanya terbuka lebar namun ia menahannya karena tidak mau membuat harga dirinya jatuh di hadapan ayahnya. Qin Chen sudah menyadari perubahan tersebut, ia benar-benar tersenyum puas.


Tidak pernah menyangka bahwa 100% putranya memiliki sifat sama seperti dirinya, dimana mereka sama-sama hobi dengan senjata hebat maupun Harta Karun.


Namun, Qin Changyi belum pernah melakukan petualangan untuk mendapatkan harta Karun, karena itulah ia menjadi pendiam, disebabkan hobinya yang sekarang masih bertolak belakang dengan umurnya yang masih kecil.


Melihat hal tersebut, Qin Chen lalu mengeluarkan Senjata yang sering ia gunakan, karena senjata seperti itu sudah tidak berguna baginya. Dengan kedua tangannya, ia sudah bisa menghancurkan Semesta, mengendalikan Dimensi dengan telapak tangannya. Dan menghancurkan ataupun mengendalikan Ruang dan Waktu.


Pedang Iblis Penghancur Surga!


Memegang di tangan kanannya, ia menancapkan ke tanah. Tiba-tiba gemuruh di bumi terdengar oleh orang-orang dikota maupun istana. Saat Pedang kelas Surga jatuh, maka bumi akan mendapatkan siksaan.


Melihat hal tersebut, Qin Changyi menjadi sangat ingin mendapatkan pedang tersebut. Ia benar-benar pengoleksi harta-harta langka, dan peninggalan, sama seperti Qin Chen.


"Pedang Iblis Penghancur Surga, pedang kelas Surga tinggi, ini adalah pedang pertama yang ayah dapatkan di Alam Rendah, pedang ini sudah mengikuti ayah sangat lama, membunuh gerombolan monster-monster ...


Membunuh kultivator jahat, iblis dan lainnya. Ayah pernah menggunakan pedang ini untuk menghancurkan lubang hitam, dan membunuh para Dewa ...


Bisa dikatakan, bahwa pedang ini adalah kenangan ayah sewaktu masih lemah, namun sekarang, ayah sudah tidak memerlukan sebuah senjata, tangan ayah sudah bisa membunuh para Dewa ...


Sekarang, Pedang ini milikmu, simpanlah karena Pedang ini memiliki rahasia yang belum dipecahkan, gunakanlah jika kamu benar-benar membutuhkannya."


Qin Chen lalu menarik kembali, dan memberikan kepada putranya dengan tenang. Ini adalah warisan Qin Chen untuknya, karena semuanya akan menjadi putra-putrinya dikala Qin Chen tiada.


Ia lalu mengambilnya dengan senang, namun ekspresi miliknya sama saja tidak berubah. Melihat hal tersebut, Qin Chen sebenarnya ingin tertawa, namun ia menahannya karena tidak ingin mengganggu moments.


"Terimakasih,"


"Sama-sama ... "


'Jika dia menyukai Harta seperti ini, berarti aku akan mencari Dungeon ataupun reruntuhan agar bisa mengajaknya berpetualang.'


Qin Chen lalu memfokuskan matanya, lalu mencari sesuatu yang bisa mereka jelajahi berdua, saat dalam pencarian tempat, Qin Chen tidak menemukan apapun disana.


Ia lalu melihat ke arah putranya yang sedang menyentuh dan melihat Pedang tersebut, ia benar-benar kagum dengan desain Pedang tersebut dan kemampuan pedangnya.


"Apa kamu mau ikut Ayah?"


"Kemana?"


"Besok pagi, kita akan pergi untuk menjelajahi wilayah Utara maupun wilayah luar, untuk mencari Dungeon maupun reruntuhan."


Mendapatkan penawaran dari ayahnya untuk berpetualang dan menjelajahi Dungeon maupun reruntuhan, tentunya ia merasa senang. Karena, dia bisa berpetualang meksipun ada ayahnya disampingnya.


"Baiklah, aku akan ikut."


"Baguslah, sekarang kembalilah dan tidur, besok pagi kamu ikut ayah berpetualang."


Setelah itu, ia berdiri dan terbang menuju Istana dengan cepat sambil memegang pedang di tangannya. Wajahnya senang sekarang, ia pergi kembali ke Istana dengan senang.


Sedangkan Qin Chen, ia duduk disana sambil melihat Langit berbintang, menghela nafasnya dengan pelan lalu, ia menyenderkan kepalanya dengan kedua tangannya.


'Tuan, ada berita penting!'


Mendapatkan telepati langsung dari Naga Kuno, Qin Chen langsung berteleportasi ke tempat dimana Naga Kuno berada.


Dalam ruangan, Qin Chen duduk di tahtanya sambil melihat satu Iblis di depannya sedang berdiri, satu Iblis tersebut dikelilingi oleh pasukan bayangan Qin Chen, mereka mendominasi dirinya agar tidak berbuat hal yang membuat Alam Roh hancur.


Melihat hal tersebut, Qin Chen mengangkat kaki kanannya dan menimpa kaki kirinya, ia melihat iblis tersebut sangat ketakutan saat ini.


"Ada apa datang ke Istanaku? Sungguh nyali yang berani menahan rasa takut melihat pasukanku."


"Maafkan atas kelancangan saya."


"Tak masalah, lalu apa tujuanmu datang kesini? Apa Alam Roh, ingin mengajak ribut dengan Istana Dewaku? Jika iya, maka malam ini aku akan datang ke Alam Roh untuk memporak-porandakan Alam tersebut."


Mendengar hal tersebut, ia menjadi gemetaran, meskipun kekuatan Alam Roh satu tingkat di atas Alam Immortal tertinggi. Namun, melihat kekuatan Istana Dewa Chen, ia memikirkan puluhan kali lipat dibandingkan sebelumnya.


"Maksud kedatangan saya, saya di utus oleh Ratu Roh untuk memberikan surat undangan pertemuan kepada anda."


Ia lalu mengangkat tangannya mengeluarkan gulungan, naga kuno berjalan mendekati iblis tersebut. Ia lalu mengambil gulungan tersebut, dan berjalan ke arah Qin Chen sambil memberikan gulungan tersebut.


Qin Chen menjadi sedikit bingung, dan berpikir bahwa ini adalah konspirasi Alam Roh agar Qin Chen dianggap sebagai aliansi Alam Roh, dan menyebabkan perang antara Dewa Galaxy.


Mendapatkan pemikiran seperti itu, ia sekali lagi mencerna dengan baik dan menggunakan pikirannya secara penuh memahami semuanya. Dan mengingat bahwa ia menyebutkan Ratu Roh!


Siapa Ratu Roh!


...


*Thanks You For Reading*