Supreme God System

Supreme God System
Chapter 303 - Menyerang Dimensi Monster (3)


Qin Chen mengangkat tangannya ke langit mendominasi seluruh wilayah, ia lalu mengalirkan api Phoenix hingga membentuk bola api yang lebih besar dibandingkan matahari maupun bintang.


Gurita itu tidak mau kalah, ia membuat bola air yang sangat besar di bawah, mereka berdua benar-benar saling bertolak belakang satu sama lainnya, Qin Chen dengan bola api, dan gurita dengan bola air.


Pada saat kedua serangan tersebut sudah mencapai titik ekstrem, Qin Chen dan gurita saling melontarkan serangan besar satu sama lainnya.


Wushh!


Gemuruh-gemuruh menggema di langit, tanah-tanah bergetar di bumi. Gurita itu tampak marah, ia benar-benar mendorong serangannya dengan sangat kuat.


Sedangkan Qin Chen, ia menyiapkan pelindung tubuh agar mereka baik-baik saja ketika terjadi ledakan uap yang begitu besar nantinya.


Kedua serangan tersebut saling beradu Aura, mereka benar-benar gila, suara-suara air rebus bisa didengar Qin Chen dan gurita tesebut.


Bersatu!


Boom!


Ledakan uap panas yang sangat besar membuat bumi retak menjadi dua bagian, lautan yang penuh akan air kini airnya menghilang ikut ke langit menjadi uap panas yang menyapu bersih kehidupan di bumi.


Tubuh-tubuh monster menghilang, dan hanya tersisa gurita yang telah matang karena ledakan tersebut. Qin Chen benar-benar menang dalam pertempuran kali ini, ia lalu turun kebawah mendekati gurita itu dan menginjaknya.


"Dia telah mati, berarti sudah bisa ayah buat daging bakar."


"Benar ayah, ying'er ingin mencobanya."


Ying'er kecilnya seperti sangat ini, jadi Qin Chen memutuskan untuk beristirahat disini sambil menikmati makanan daging gurita panggang. Ia lalu turun ke tanah, dan menginjaknya.


'Qin Qui, belikan aku tempat pemanggang, dan bumbu-bumbu lainnya.'


[Perlengkapan masak, 50 Miliar Poin Tukar berhasil di beli.]


Qin Chen hanya tersenyum mendengar uangnya dikuras banyak, ia lalu mengeluarkan tempat pembakar daging, dan mencari batu untuk putrinya duduk.


"Putri kecil duduk disini ya ... Ayah akan menyiapkan makanannya."


"Baik, ayah."


Setelah mengatakan itu, Qin Chen lalu mengeluarkan pedangnya lalu memotong tentakel gurita tersebut, saat di potong, uap asap keluar membuat aroma sedap meskipun belum di berikan bumbu.


Ia lalu membawa ke tempat pemagangan, dan meletakan di atas sana. Lalu menyulut api untuk memanggang daging besar yang ada di tempat pemanggang.


Dalam hal ini, Qin Chen menunjukkan ketrampilan masaknya dengan hebat di depan putrinya, Ying'er melihat ayahnya yang sekarang ini, ia memberikan tepuk tangan.


Selang beberapa menit berlalu, daging yang ia masak akhirnya selesai juga. Qin Chen lalu meletakan di atas piring, dan memberikan bumbu penyedap lainnya, dan tentunya pisau, garbu, dan sendok juga ada.


"Ini untuk putri kecil Ayah yang manis."


Sebelum melanjutkan pertarungan, Qin Chen membuatkan makanan untuk putrinya terlebih dahulu, karena ia tidak ingin melihat putrinya kelaparan tidak di kasih makan.


Tangan kirinya sedikit ke atas membuat meja dari kayu, itu adalah elemen kayu miliknya, Qin Chen lalu duduk di batu, dan meletakkan piring tersebut di atas meja.


Memotong kecil-kecil daging yang ia masak, dan menyuapi putri kecilnya dengan senyuman manis di wajahnya.


"Aaa ... "


Ying'er membuka mulutnya, dan mengigit makanan tersebut, saat pertama kali mengigitnya, matanya terbuka lebar karena rasanya yang sangat lezat di gigitan pertama.


Qin Chen tersenyum melihat tingkah putrinya, ia lalu memotong lagi dan menyuapinya, Ying'er tidak bisa berbicara, karena ia sedang mengunyah daging tentakel tersebut.


Nyamm ... Nyamm ...


Sambil mengamati langit, dan para monster yang masih tersisa banyak, Qin Chen membelah tubuhnya menjadi dua, dan satunya bertugas membuat minuman untuk putrinya.


"Ayah ... Ayah juga makan, jika ayah tidak makan, nanti Ying'er tidak bisa keluar dari sini, dan tidak bisa bertemu ibu, lalu berkumpul bersama."


"Baik, Ayah."


Setelah 20 menit berlalu, ying'er telah menghabiskan makanannya, ia benar-benar kekenyangan, dan tertidur sambil menyenderkan kepalanya di atas meja.


Qin Chen hanya tersenyum, sambil mengelus kepalanya dengan lembut, memainkan seruling untuk menambahkan kenyamanan tidur.


Selepas dari mengurus putrinya, Qin Chen melihat ke arah gurita yang masih banyak, ia lalu menyimpannya ke dalam inventori, agar di dunia nyata bisa di makan bersama-sama.


"Putri kecil yang manis, istri kecil yang manis, dan putraku memiliki sifat sepertiku, diam, dan pintar. Setelah ini, aku akan mengajarinya beberapa kekuatan garis keturunanku ...


Sungguh melelehkan, jika setiap hari aku harus melihat hal manis, bisa-bisa aku diabetes dan di larikan ke rumah sakit untuk perobatan."


Qin Chen berbicara sendiri, dan perlahan mendekati putrinya, ia lalu menggendongnya dengan lembut dan pergi terbang dari sana. Di langit, ia terbang sambil memberikan perlindungan untuk putrinya.


"Pelindung serangan, penghalang suara, pelindung sihir, langit dan bumi."


Array-array diberikan, ini semua untuk menjaganya agar tidak bangun dari tidur panjangnya nanti, Qin Chen pergi ke wilayah yang lebih luas dan banyak monster-monster nya.


***


Di tempat Qin Chen berada, ia benar-benar mendapatkan langit penuh monster besar, dan bumi mempunyai raksasa besar yang begitu kuat. Dua Alam seperti dalam genggaman mereka. Sedangkan bos utamanya, sedang di urus oleh Naga kuno.


Qin Chen disana melihat mereka semua dengan tatapan mata yang sipit, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Dimensi monster di Alam Immortal sudah sekuat ini.


"Apa Alam Surga juga mempunyai Dimensi monster?"


[Ada, namun itu semua hanya muncul jika situasi.]


"Baiklah, aku memahaminya."


Jika hanya situasi, maka akan ada perang lagi, namun musuh utama mereka adalah kultivator jahat yang ada di Alam Surga, karena mereka lebih berbahaya dibandingkan monster.


Para monster melihat kehadiran Qin Chen di tempat mereka, secara kebetulan mereka semua sedang garangnya, taring-taring panjang menjulang kebawah seperti menembus bumi.


Qin Chen menyentuh taringnya yang kecil, namun taring itu benar-benar mematikan bagi seorang wanita cantik.


"Cih! Pamer dengan taring ... Taringku bisa mengigit leher wanita cantik, tari kau hanya bisa mengigit buntang!"


"Bocah brengsek! Beraninya kau menghina taring kami!"


"Siapa kalian? Mau aku menghina atau tidak, kalian hanya sekumpulan monster-monster kelaparan."


"NANI!"


Wajah merupakan sontak kesal dan marah, ini benar-benar hari sial mereka mendapatkan musuh yang suka merendahkan ras mereka. Tubuh mereka semua mulai membesar, uap panas keluar seolah-olah sedang masa pertumbuhan.


Gemuruh! Gemuruh!


Ledakan! Ledakan!


Saat seluruhnya tumbuh, mereka menampilkan kegarangan dengan otot tangan besar, dan perut seperti perisai pelindung tahu. Qin Chen tercengang melihat perubahan mereka semua.


"Apa-apaan ini! Apa mereka sedang menguji nyaliku?"


"Bocah, apa kau takut sekarang!"


"Cih! Hanya tubuh berotot saja bangga, sini aku sudah bosan!"


Qin Chen lalu mengangkat tangannya, dan seketika muncul kayu besar di depannya, panjang dan bulat, itulah bentuknya. Kayu itu lalu Qin Chen jatuhkan kebawah untuk mencoba kekuatan angkatan mereka semua.


...


*Thanks You For Reading*