Supreme God System

Supreme God System
Chapter 164 : [PMP] Kaisar Chen vs Kaisar Bi (4)


Di tempat Qin Chen, ia sedang mengelus dagunya sendiri. Kini Qin Chen curiga dengan Qin Qui yang terus memojokkan dirinya untuk menghancurkan beberapa Universe.


'Qin Qui, siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu terus memintaku untuk menghancurkan Universe?'


[ Tidak apa-apa Tuan, bukankah Tuan ingin menjadi kuat? Jadi meledakkan Universe adalah satu-satunya cara dibandingkan dengan Tuan mengambil kesucian gadis malang. ]


Qin Chen mendengar jawaban yang seperti gugup, dan menyembunyikan sesuatu darinya. Kini Qin Chen semakin curiga dengan Qin Qui di dalam pikirannya.


Qin Chen curiga karena ia belum mengetahui banyak tentang Qin Qui, tentang siapa dia sebenarnya, dan juga tentang bagaimana ia bisa berada di dalam pikirannya hingga menjadi sebuah sistem.


Pertanyaan itu terus bermunculan di dalam benaknya, tapi ia selalu tidak ingin menanyakan sampai sekarang. Kini Qin Chen akan perlahan mencari tahu siapa Qin Qui yang sebenarnya, dengan begitu ia akan bisa mengetahui semuanya.


Untuk sekarang, Qin Chen tidak akan membuat Qin Qui seakan-akan Qin Chen tidak mempercayainya. Karena sekarang Qin Qui memiliki sebuah perasaan. Jika terjadi, bisa berkemungkinan ia akan pergi meninggalkan Qin Chen jika ia mau.


Bintang dan waktu terus berlalu, akhirnya Qin Chen terlepas dari lubang cacing. Dimana ia sekarang berada dekat dari Pusat Bintang Kaisar Immortal Bi.


***


Di sudut lain lautan bintang, terdapat banyak orang-orang yang akan menyaksikan pertempuran kedua Alam Immortal tersebut. Berita tentang dua Alam Immortal akan bertempur di lautan bintang, kini tersebar luas di seluruh Alam Immortal.


Alam Immortal tertinggi, ada beberapa orang dari sana datang untuk melihat pertempuran dua Alam Immortal tingkat rendah. Mereka semua tertawa terbahak-bahak, disaat mereka melihat dua Alam Immortal rendah merebutkan kekuasaan.


"Hahaha.. sungguh bodoh, walau mereka memenangkan pertempuran, mereka masih di dalam Galaxy kekuasaan Dewa."


"Benar-benar mahkluk bodoh,"


Mereka mengobrol tentang kebodohan kedua Alam yang akan saling berperang di lautan bintang. Bagia mereka, kedua Kaisar itu sangatlah bodoh, tapi bagi Qin Chen menguasai Alam Immortal adalah sebuah janji.


Karena Qin Chen sudah pernah berjanji akan membuat namanya menggema di seluruh Alam, jadi, janji yang ia buat akan ia lakukan, dan tidak akan mengingkarinya.


Orang-orang dari penjuru bintang mulai berkumpul di samping pertempuran berada, mereka semua ingin melihat pertempuran yang akan terjadi, dan tentunya untuk melihat siapa yang akan menang di dalam pertempuran.


***


Lautan Bintang, Wilayah Utara Alam Immortal Kaisar Great Bi.


Pasukan Kaisar terbang dengan kecepatan tinggi menuju lautan bintang. Mereka semua menggunakan Profound Ark masing-masing dengan perlengkapan armor perang, dan juga senjata.


Kaisar Immortal Bi yang saat ini, ia menggunakan armor berwarna emas terang, armor itu berbentuk singa yang tangguh, dan juga pemberani.


Sedangkan didepan mereka, Qin Chen dengan Profound Ark miliknya, kini sudah melayang di antara lautan bintang. Ia sekarang sedang menunggu kedatangan Kaisar Immortal Bi ke hadapannya.


[ Ding! Dong! ]


[ Tidak jauh dari tempat Tuan berada, ada banyak orang-orang yang melihat pertempuran Tuan melawan Kaisar Bi. ]


Qin Chen yang mendengar pemberitahuan Qin Qui, ia lalu melihat sekelilingnya dengan pengelihatanya, dimana ia benar-benar melihat banyak orang-orang yang tengah memperhatikan mereka.


Sebenarnya Qin Chen masih curiga dengan Qin Qui, tapi untuk sekarang, ia ingin mempercayai Qin Qui kalau dia adalah orang yang bisa di percaya. Karena beberapa sikapnya yang berubah-ubah yang membuat Qin Chen masih sedikit bingung.


Tidak berselang lama dari pembicaraan mereka, Profound Ark milik Kaisar Immortal Bi akhirnya sampai di hadapan Qin Chen. Jarak antara kedua Profound Ark sekitar 10 ribu tahun kecepatan cahaya, dimana jarak itu adalah paling dekat bagi para Dewa.


Qin Chen melayang ke atas dengan melihat ke arah Kaisar Bi menggunakan tatapan dingin, semua prajurit Qin Chen, mereka semua melihat Kaisar yang tengah melayang di atas Profound Ark.


"Kaisar Bi, aku tidak ingin membuang banyak waktu. Jika kau bersedia tunduk padaku, maka kau akan ku biarkan hidup, jika kau menolak... Nyawamu adalah persembahan bagi orang-orang yang telah kau bunuh!"


Suara Qin Chen terdengar keras di lautan bintang, banyak orang-orang yang mendengar suara pemuda tersebut sedang meremehkan kekuatan Kaisar Bi.


Sedangkan Kaisar Bi disana, ia yang di remehkan oleh Qin Chen, kekesalan kepada Qin Chen semakin jadi. Karena ia melihat Qin Chen yang masih muda berani menentangnya yang sudah hidup ribuan tahun.


"Bocah! Apa kau sedang meremehkanku dan prajurit ku?!" Balas Kaisar Bi yang masih bersikap tenang, meksipun ia sedang kesal.


Qin Chen mulai tersenyum jahat, ia sebenarnya ingin memancing Kaisar Bi agar pertempuran menjadi lebih menyenangkan, karena dalam pertempuran nantinya, Qin Chen akan membunuh sedikit orang yang melihatnya.


Semua yang ia lakukan untuk memperingati mereka semua, dengan begini ia bisa melanjutkan perjalanan menuju Kaisar selanjutnya.


Qin Chen yang mendengar jawaban Kaisar Bi, ia hanya tersenyum lalu berkata. "Tua bangka yang sebentar lagi akan mati! Kenapa harus malu dengan harga diri?" Balas Qin Chen dengan menunjuk Kaisar Bi ke arah bawah.


Disaat gas di percikan oleh api, disaat itu pula Kaisar Bi semakin kesal dengan Qin Chen. Melihat bahwa ada jutaan orang yang berada disana, mereka semua melihat, dan juga mendengar penghinaan Qin Chen kepada Kaisar Bi.


Harga diri sebagai Kaisar membuat ia semakin ingin membunuh Qin Chen dengan tangannya sendiri. Tanpa disadari, ia mengeluarkan Aura membunuh yang begitu pekat di pancarkan di atas Profound Ark.


"Serang!"


Dua suara, dua kaisar saling melontarkan suara untuk menyerang pasukan musuh, kenapa bisa bersamaan. Karena Qin Chen sudah tahu apa yang akan di katakan oleh Kaisar.


Qin Chen sudah paham dengan semuanya, karena itu sudah kebiasaan seorang kaisar yang sudah di hina pasti langsung memerintahkan pasukan untuk menyerang.


Wushh! Wushh!


Suara-suara hembusan kehampaan mulai terdengar di gendang telinga Qin Chen, kedua para prajurit kaisar mulai berterbangan seperti nyamuk yang berkelompok.


Jika ada kekuatan untuk menepuk nyamuk, sudah dipastikan mereka semua akan mati dengan sekali tepuk oleh orang itu, Qin Chen yang masih melayang disana, ia mencari tempat yang sedikit bagus untuk menyiksa Kaisar Bi.


Orang-orang melihat 2,5 Juta pasukan Qin Chen yang sekarang berhadapan dengan 500 Juta pasukan Kaisar Bi, mereka sudah memilih yang menang adalah Kaisar Bi.


Di lautan bintang mulai terdengar suara antara pedang beradu satu sama lain. Mereka tanpa kenal takut menyerang banyaknya musuh yang ada, jiwa mereka sudah berkobar-kobar bagaikan api yang tidak pernah pandam.


Qin Chen yang juga ingin bertarung, ia mulai meregangkan tubuhnya terlebih dahulu. Karena sudah kebiasaan bagi dirinya sendiri sebelum bertempur, ia selalu meregangkan tubuhnya, agar semua otot-otot tubuhnya bergerak, dan membuat kesehatan jasmani.


...


*Thanks You For Reading*


Like, Koment Kaka... :(