Supreme God System

Supreme God System
Chapter 221 : [PMP] Harta dan 10 Cincin (61)


Ia melihat putrinya yang sudah besar, sekarang ini tengah menghadapi banyak monster-monster di sekitarnya, ia menghadapinya dengan sangat mudah, karena basis kultivasi dan kekuatannya sangat jauh di atas para monster.


'Fufufu.. dia hebat sepertiku, memang pantas menjadi putri kandungku..'


[ Tentunya seperti itu, karena dia mengalir darah Tuan, sudah sewajarnya dia hebat dari lahir, karena Tuan sudah seperti Monster. ]


'Aish.. kamu benar juga.. tapi.. sudahlah, aku ingin melihatnya tumbuh dewasa bersamaku, dan aku akan mengajarkan banyak tentang apa yang putriku ketahui.'


[ Baiklah. ]


Setelah berbicara sebentar dengan Qin Qui, karena ia tiba-tiba menjawab apa yang di pikiran Qin Chen sebelumnya, Qin Chen kini menyerang monster-monster di sampingnya, ia menyerang sambil melindungi Su'er.


"Penghancur Langit Peri!"


Suaranya yang keras bisa terdengar oleh mereka berdua, Qin Chen disana memberikan sebuah serangan besar untuk meratakan sebagian, ataupun seluruh monster disana.


Percikan bintang-bintang kecil mulai terbentuk di ujung jari Qin Chen, dimana percikan bintang-bintang tersebut mempunyai energi yang begitu mengerikan bagi para monster maupun Su'er, dan Yin'er yang berada di dekatnya.


Qin Chen tersenyum tipis dengan wajah yang dingin, jika orang lain melihat Qin Chen tersenyum, mereka seperti melihat seorang Iblis yang akan memangsa manusia.


"Yin'er, kebelakang ayah sekarang.." Ucap Qin Chen dengan lembut.


Yin'er yang mendengar suara ayahnya, ia lalu pergi ke belakang ayahnya yang dimana ia ingin melontarkan sebuah serangan kecil ke arah segerombolan monster-monster yang berdatangan.


Qin Chen melihat dari mana mereka muncul, ia lalu mengarahkan ujung jarinya ke arah sumber keluarnya para monster. "Fufufu... Matilah!"


Ia dengan mengayunkan ujung jarinya secara horizontal dari kanan ke kiri, disana sebuah hembusan angin yang begitu besar mengucang reruntuhan dungeon kuno.


Meskipun di dalam reruntuhan, Qin Chen bisa menciptakan hembusan angin yang begitu besar untuk meratakan para monster-monster di dalam sana.


Wushh!


Tebasan Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi, lalu menghantam monster-monster di depannya tanpa henti, tidak peduli besar maupun kecil monster di depannya, semuanya akan musnah jika terkena serangan Qin Chen.


Boom! Boom!


Ledakan dan deringan sistem secara bersamaan mengucang pikiran Qin Chen, suaranya membuat ia teringat kembali tentang pertama kalinya ia mendapatkan sebuah sistem yang overpower.


Memang membosankan jika membunuh musuh dengan sekali serang, tapi mau bagaimana lagi karena tidak bisa menjadi lemah, jangan salahkan Qin Chen jika tidak bisa melawan cukup lama, jika ia bisa, maka ia akan melakukannya untuk menggerakkan tubuhnya.


Ledakan-ledakan tersebut menghancurkan reruntuhan dungeon kuno dengan bangunan-bangunan hancur menjadi debu, dan banyak darah mengalir di tanah hingga mengalir ke arah mereka.


Saat darah mengenai kaki Qin Chen, ia mengetahui luas reruntuhan dungeon kuno ini, "Ayo kita lanjutkan memasuki reruntuhan ini, harta berharga ada di depan sana. Setelah itu.. kita akan melanjutkan perjalanan menuju harta selanjutnya, masih ada 4 harta yang belum kita ketahui..."


"Baik Ayah!"


"Hmmm.."


Mereka berdua mengikuti Qin Chen masuk kedalam reruntuhan, dimana baru saja tiba di sana, kini sudah mendapatkan harta. Tidak tahu cara apa yang Ayahnya lakukan, tapi mengingat bahwa ayah sangat menyukai harta, sudah sewajarnya ayahnya dengan mudah mendapatkan harta.


***


Didalam ruangan yang tidak jauh dari sana, terlihat kerangka yang begitu besar, bahkan besarnya seperti gunung. Reruntuhan Dungeon Kuno tersebut seperti di kubur di dalam tanah yang sangat dalam, tapi para kultivator tidak menyadari, bahwa mereka sudah berada di dalam tanah.


Saat sampai di tempat harta tersebut, Qin Chen melihat sebuah pintu yang begitu besar menjulang ke atas langit-langit reruntuhan tersebut. Disana mereka terdiam sesaat melihat hal tersebut.


"Sungguh besar.. apa ada harta yang menarik? Tapi aku merasakan ada yang menarik!" Gumamnya sambil melihat pintu tersebut.


"Ayo ayah, kita masuk kedalam, Yin'er tidak sabar melihat harta karun seperti apa yang ada di dalam sana." Sahutnya dengan senang.


"Baik-baik.. ayo kita masuk kedalam untuk merampok harta Karun.."


Putrinya yang tidak sabar untuk mendapatkan harta karun, kini mereka masuk kedalam dengan menggunakan energi Qin Chen untuk membuka pintu yang begitu besar.


Saat mereka masuk kedalam, mereka dikejutkan dengan banyak tumpukan emas seperti bukit di dalam ruangan tersebut, ada banyak permata maupun harta lainnya di tumpuk di dalam ruangan hingga menjadi sebuah bukit.


Melihat harta yang begitu banyak di dalam reruntuhan tersebut, Yin'er menjadi gembira dengan bintang-bintang di matanya terlihat, cahaya gembira dan senang bisa dilihat langsung oleh Qin Chen maupun Su'er.


Yin'er, ia lalu berjalan mendekati emas-emas di sana dengan melihat-lihat, sedangkan Qin Chen di ikuti Su'er menuju tengkorak besar yang tengah duduk di tahtanya.


Saat ia melihat tengkorak itu, ia menelan ludahnya karena ia bahkan tidak sebesar itu, ia bahkan belum tahu bisa menggunakan Tranformasi God atau tidaknya.


"Sungguh besar... Bahkan jika itu aku... Aku mungkin belum bisa menggunakan Tranformasi God milikku! Sial! Aku iri sekali!" Ucap Qin Chen dengan kesal.


"Qin Chen, apa kamu tahu siapa sosok besar ini? Jika ku simpulkan, kalau kamu sudah menjadi Dewa dan belum bisa menggunakan Tranformasi God, apa dia sangat kuat?" Ucap Su'er sambil melihat Tengkorak besar di hadapannya.


"Hmmm.. jika dihitung dari kekuatan, dia masih jauh di bawahku.. tapi, jika ia masih dalam keadaan jayanya, mungkin aku akan kewalahan menghadapinya sekarang ini.." Ujar Qin Chen.


Qin Chen tidak mengatakan bahwa dirinya lemah, ataupun tengkorak itu kuat. Karena semuanya seperti jam yang terus berputar, dan tiba-tiba kembali ke titik awal kita memulai segalanya.


Ia yang masih berdiri disana dengan menatap tengkorak tersebut, karena Qin Chen masih penasaran dengan kesepuluh cincin yang berada di jarinya, melihat cincinnya membuat Qin Chen sangat tertarik.


'Qin Qui, bisa kamu analisis cincin itu? Karena aku sangat tertarik, jika aku langsung mengambilnya, takutnya ada sebuah kutukan, yang bisa merepotkanku!'


[ Tunggu sebentar Tuan. ]


Qin Chen lalu duduk di lantai dengan tenang, ia perlahan membaringkan tubuhnya dengan tangannya di letakan di bawah kepalanya, itu karena tidak ada bantal untuk dia gunakan.


Sambil menunggu Qin Qui selesai menganalisis apa yang ia minta, Qin Chen baring di lantai dengan tenang, meskipun tahu bahwa lantai itu kotor akan debu.


Su'er melihat Qin Chen yang baring seperti itu, ia lalu berjalan mendekati Qin Chen. Dimana, ia perlahan duduk dengan posisi kaki di timpa dengan tubuhnya.


Ia lalu perlahan mengangkat kepala Qin Chen, dengan lembut di letakan di atas kedua paha Su'er, dimana di atasnya adalah Surgawi kaum manusia seperti Qin Chen.


"Kamu ceroboh.. tidur di tempat yang kotor, apa kamu tidak takut kalau ada sesuatu yang masuk kedalam telinga?" Kata Su'er sambil menceramahi Qin Chen.


Qin Chen, ia tersenyum dengan melihat Su'er dari bawah sana, "Seharunya aku yang khawatir denganmu sekarang ini.. " Balas Qin Chen.


Mereka berdua saling memarahi satu sama lainnya, karena ceroboh satu dengan yang lain, mungkin mereka membicarakan tentang masa lalu mereka di bumi, hingga saling memarahi satu sama lainnya.


...


*Thanks You For Reading*