
Setelah 30 menit berlalu, Qin Chen telah berhasil melahap perpustakaan kuno yang ia inginkan, disana, dimana tempat Qin Chen berada bersama Su'er dan putrinya.
Qin Chen yang telah selesai, ia melihat sekitarnya yang membeku menjadi sebuah wilayah dingin yang begitu luas. "Sangat mengagumkan... "
Ia tidak bisa berkata-kata lagi, bahwa putrinya memang sangat kuat dibandingkan dirinya dulu. Berpikir sejenak, lalu berbicara. "Selanjutnya kita akan menyerang Kaisar disini, karena ayah sudah berjanji pada seseorang bahwa ayah akan membuat nama ayah mengema di seluruh Alam."
"Menyerang? Baiklah ayah.." awalnya sempat bingung, tapi mengingat ayahnya yang mengatakan sebuah janji, Yin'er menerimanya.
Mereka bertiga pergi tempat itu menuju peta selanjutnya, dimana disana akan sama seperti sebelumnya. Qin Chen hanya akan mengambil Istana Langit.
***
Alam Surga
Beberapa hari yang lalu, dimana seorang Dewa Peramal yang meramalkan bahwa Malapetaka Seluruh Alam baru bangkit, dimana ia yang sekarang baru hanya memiliki sedikit kekuatan yang ia miliknya dahulu.
Sekitar Jutaan Miliran tahun di masa lampau, Malapetaka Seluruh Alam, Sang Penguasa dari segala Penguasa, ia hampir menghancurkan seluruh Alam dengan kemampuannya.
Kejadian tersebut sudah memusnahkan peradaban seluruh ras yang ada, Dewa, Peri, Roh, Iblis, Naga, Suci, Monster, Raksasa, Manusia, dan masih banyak lagi.
Kehancuran tersebut membuat 90% populasi mahkluk hidup di seluruh Alam hilang dalam hitungan detik saja. Hanya dalam hitungan detik saja, 90% populasi mahkluk hidup seluruh ras hampir menghilang, kini, Dewa Peramal dari Alam Surga.
Dewa Peramal tersebut mendapatkan mimpi buruk, dimana akan terjadi Perang terbesar yang belum pernah ada di dalam catatan sejarah Alam Surga. Perang itu akan menghancurkan ratusan, bahkan ribuan Semesta yang ada.
Di dalam mimpinya, Malapetaka Seluruh Alam ada disana, dimana ialah yang membuat peperangan tersebut hingga menghancurkan Semesta yang ada.
Di tempat ruangan yang ada 12 sosok yang Agung tengah duduk di sopa mewah, dimana di dalam ruangan tersebut terlihat bahwa, seluruh ruangan memiliki Qi yang begitu padat, dan tentunya sangat murni.
Tampak jelas di wajah mereka semua yang tidak berhubungan baik satu sama lainnya, karena dalam dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya, dimana yang kuat akan mendapatkan apapun yang ia inginkan.
Di antara 12 sosok tersebut, terlihat wanita cantik berambut putih dengan pandangan dingin sedingin angin kehampaan Abadi. Wanita itu adalah Dewi Phoenix, Permaisuri Phoenix, Istri pertama Qin Chen.
Permaisuri Phoenix yang tengah duduk diam, ia berkumpul disana atas permintaan Dewa Peramal, karena ia mau mengatakan sesuatu yang harus dikatakan.
Dari sudut lain, perlahan keluar sosok wanita tua yang berjalan di dampingi oleh pelayannya, wanita itu berjalan menuju tempat duduknya. Dimana, kedua belas sosok tersebut berdiri memberikan penghormatan kepadanya.
Ternyata orang yang memberikan ramalan tentang keberadaan Qin Chen kepada Mu Mei Yin adalah seorang wanita tua, ia adalah Dewi Peramal dimana umurnya sangatlah tua dibandingkan dengan surga itu sendiri.
Ia yang berjalan ke tempat duduknya, kini perlahan duduk dengan mengeluarkan bola cahaya dari cincin penyimpanan miliknya. Bola cahaya itu ia letakan di atas mejanya.
"Aku memanggil kalian semua untuk datang kesini, karena ada sesuatu yang harus ku sampaikan kepada kalian semua." Dewi Peramal berbicara dengan nada serius kepada kedua belas orang di hadapannya.
Lainnya, mereka semua ikut bingung sekaligus terkejut mendengarnya, karena Dewi Peramal tidak pernah memanggil kedua belas Penguasa Surga dari 12 Surga.
"Beberapa hari terakhir ini, aku sering bermimpi tentang kehancuran ribuan Semesta yang ada akibat ulah sosok itu! Sosok yang sering disebutkan dengan Malapetaka Seluruh Alam..." Dewi Peramal sedikit mengigit bibirnya, menatap mereka semua dengan tatapan serius.
"Tidak tahu kapan itu terjadi, aku memanggil kedua belas Penguasa Surga untuk meningkatkan pertahanan Alam Surga maupun Alam Semesta yang kalian kuasai. Aku tidak ingin, apa yang terjadi di masa lampau terjadi lagi." Kata Dewi Peramal berbicara serius.
Mereka semua, kini terdiam mendengar perkataan Dewi Peramal, dimana ia mengatakan bahwa Malapetaka Seluruh Alam akan ikut terlibat dalam kehancuran besar-besaran tersebut.
"Apakah Malapetaka Seluruh Alam sudah mendapatkan kembali kekuatannya? Jika benar, itu akan sangat berbahaya bagi para Dewa di Alam Surga!" Pria muda dengan rambut biru air, dengan matanya berwarna kuning tengah berbicara di dalam ruangan.
"Benar yang dikatakan Kaisar Selestial Great Di, jika Malapetaka Seluruh Alam benar-benar mendapatkan kembali kekuatannya, mungkin akan terjadi lagi seperti di buku sejarah tentang hilangnya 90% populasi mahkluk hidup di seluruh Alam." Sahut pria disampingnya dengan mengangkat tangan ke arah dagunya.
"Meskipun kekuatan kita di puncak Alam Surga, tapi, Malapetaka Seluruh Alam berada di luar kekuatan Alam Surga."
Dewi Peramal di dalam ruangan hanya diam, ia mendengarkan pembicaraan antara Penguasa Alam Surga. Dimana, ia hanyalah seorang Dewi yang memiliki bakat bawaan dari lahir, dimana bakatnya adalah untuk meramalkan masa depan.
"Malapetaka Seluruh Alam, dia tidak mendapatkan sepenuhnya kekuatan miliknya, dia hanya membangkitkan kekuatan elemen Langit dan Bumi. Meskipun begitu, kekuatannya yang sekarang jangan di anggap remeh.. " Kata Dewi Peramal kepada mereka semua. "Untuk sekarang, kalian harus meningkatkan pertahanan kepada seluruh Alam Semesta yang kalian kuasai, dan jangan menyalakan api dikala ia sedang padam."
"Baik!"
Pembicaraan tentang Malapetaka Seluruh Alam yang baru saja bangkit, dimana Dewi Peramal itu tidak mengetahui, bahwa Malapetaka Seluruh Alam adalah suami dari Permaisuri Phoenix, Penguasa Alam Surga bagian Utara.
Kedua belas Penguasa pergi dari ruangan tersebut untuk kembali ke tempat masing-masing, saat Permaisuri Phoenix hendak pergi, ia ditahan oleh Dewi Peramal.
"Permaisuri Phoenix, tunggu sebentar..." Dewi Peramal menahannya dengan sebuah panggilan.
Permaisuri Phoenix menoleh ke arah Dewi Peramal dengan wajah yang bingung, "Ada apa, nenek?" Tanya Permaisuri Phoenix.
"Berberapa minggu lalu, Mu Mei Yin datang kepadaku untuk meminta meramalkan dimana letak keberadaan ayahnya." Kata Dewi Peramal kepada Permaisuri Phoenix.
Ia yang mendengar itu cukup terkejut, tapi ia mengingat bahwa putrinya sudah berusia 18 tahun, dan sudah dewasa dimana sudah waktunya mengetahui siapa ayahnya sebenarnya. "Aku mengerti, putriku sudah tumbuh dewasa menjadi seorang gadis cantik. Sudah waktunya baginya untuk bertemu dengan ayahnya... Sebagai seorang ibu, aku akan melindunginya dari sini."
"Jadi begitu, hanya itu yang bisa aku katakan padamu, Permaisuri Phoenix." Ujarnya.
Dewi Peramal setelah berbicara dengan Permaisuri Phoenix, ia berjalan kembali ke tempat dimana ia biasanya duduk. Di tempat Permaisuri Phoenix, ia yang akhirnya tahu dimana putrinya berada, kini yang bisa ia lakukan adalah untuk memberikan perlindungan kepadanya.
...
*Thanks You For Reading*