Supreme God System

Supreme God System
Chapter 318 - Naga Api di Jurang Kematian


Jurang Kematian


Dalam masa kekuasaan Kaisar Roh terdahulu, Jurang Kematian digunakan untuk mengeksekusi orang-orang yang berkhianat ataupun berkudeta terhadap kekuasaan Kaisar Roh.


Sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan di jurang kematian, awal dari nama jurang itu adalah jurang tanpa nama, namun setelah digunakan untuk membuang tubuh-tubuh orang-orang tersebut.


Kini, jurang tanpa nama digantikan dengan nama jurang kematian, sudah tak terhitung jumlahnya berapa banyak orang-orang yang telah mati di jurang tersebut, mereka semua adalah orang-orang petinggi di Istana Kaisar Roh.


Tujuan Qin Chen datang kesana adalah untuk mencari sesuatu yang menarik, elemen? Ataupun kekuatan lainnya yang dibutuhkan oleh dirinya.


Di langit terlihat dua orang sedang terbang menuju Jurang Kematian, tempat itu berwarna merah gelap di peta sistem. Karena kepekatan, dan energi terkandung di dalam jurang tersebut sangat pekat, Qin Chen menjadi tertarik.


Setelah cukup lama terbang, mereka berdua turun kebawah, melihat sekitarnya penuh dengan hutan yang begitu lebat akan perpohonan.


"Sekarang, berpetualanglah ... Ayah hanya akan mengikuti kemana kamu pergi, jika kamu mengikuti ayah, ayah hanya mengambil barang lalu pergi, dan itu dilakukan setiap kali ...


Dan sekarang, kamulah yang memulai jalan yang mana, ayah akan mengikuti dari samping untuk melindungi."


"Tapi, apa aku bisa?"


"Tentu saja, lakukanlah sesukamu."


Mendapatkan diri boleh memilih jalan sendiri, ia mengangguk paham dengan sikap ayahnya, ia lalu berjalan kedepan mengikuti keinginan yang sekarang ini sudah melonjak-lonjak.


Qin Chen membiarkan putranya memutuskan jalan yang akan dipilih. Dengan begitu, dia akan mendapatkan pengalaman pertama dalam berpetualang meksipun ditemani ayahnya di sampingnya.


Berjalan lebih dalam ke dalam hutan, Qin Changyi hanya melihat perpohonan dimana-mana, dan hutan seperti baru saja terkena air hujan yang cukup deras membasahi sekitarnya.


Ia melihat didepannya seperti hamparan luas dengan cahaya matahari, melihat hal tersebut ia berjalan dengan langkah kaki yang begitu cepat menuju keluar hutan.


Tidak disangka, bahwa itu hanyalah tipu daya untuk menarik korban untuk memakan mereka, dan membiarkan mereka masuk ke dalam tipu daya agar bisa semakin tertarik.


Qin Changyi masih pemula dalam hal petualangan, sama seperti Qin Chen, ia akan banyak terjebak dalam hasutan. Namun Qin Chen menutupi dengan kekuatan yang ia miliki.


Hamparan luas, kini mereka sudah tiba disana melihat sekelilingnya terdapat hamparan yang begitu luas, dimana hal tersebut adalah tempat portal Teleportasi ke jurang kegelapan.


Cahaya gelap muncul menyelimuti mereka berdua, lalu pergi dari sana dengan di hisap oleh cahaya tersebut hingga muncul ke suatu tempat yang tidak diketahui oleh mereka.


***


Dasar Jurang Kematian


Kini, karena teleportasi mereka berdua masuk ke dalam dasar jurang kematian dengan begitu cepat. Di dasar jurang kematian terdapat kabut asap yang tebal menyelimuti mereka.


Kabut itu seolah-olah tengah mengumpulkan di sana menutup jarak pandang mereka berdua, Qin Changyi yang tidak tahu apa-apa, ia memegang tangan ayahnya dengan erat.


"Sepertinya kita masuk dalam sihir teleportasi, dan berpindah tempat ke jurang,"


"A- apa kita bisa keluar?"


"Jangan dipikirkan, lanjutkanlah petualangan ini, soal keluar dari tempat ini ayah bisa melakukannya, karena sudah sampai disini, tidak baik untuk tidak melihat isi dalamnya."


"Baik, ayah."


Berjalan dalam kabut, menelusuri jurang kematian milik Alam Roh, Qin Changyi menjadi pemimpin jalannya, mengikuti naluri hatinya menuju lebih dalam dari sebelumnya.


***


Qin Chen menyadari hal tersebut, ia masih mengabaikan mereka semua sampai waktu mereka ingin menyerang, maka seluruh Jurang Kematian akan menjadi abu bagi mereka.


Qin Changyi melihat kanan dan kirinya hanya ada tulang-tulang mahkluk hidup mulai besar dan kecil. Semuanya berbagai unsur, dan itu bukan hanya satu melainkan ribuan.


Ia sempat takut, bukan karena takut dengan monster, melainkan dengan ayahnya, karena kesalahannya membuat mereka berdua terjebak di dalam Jurang Kematian, meksipun bisa keluar, namun rasa bersalah karena tidak teliti, ia benar-benar takut.


Belum pernah merasakan kena marah, ia memikirkan apa yang terjadi jika ayahnya benar-benar marah, pertanyaan itu terus berputar-putar di pikirannya.


'Jika sudah selesai disini, aku akan mencoba bertanya kepada nenek, bagaimana penampilan ayah jika dia marah.'


Mengangguk, ia berjalan melewati pohon tanpa daun, melainkan hanya kerangka pohon saja yang tertinggal. Dari segala jalan yang berada disana, hanya jalan itulah yang mengandung banyak energi Qi.


"Ayah, Changyi melihat ada cahaya terang di ujung ... Apa itu jalan keluar? Atau hanya jebakan lagi seperti sebelumnya."


"Hmmm ... " Ia melihat kedepannya memang terdapat cahaya terang, namun cahaya tersebut seperti api yang hidup.


[Naga Api adalah Naga yang memiliki Api Iblis Langit merupakan api kelas Surga yang memiliki kemampuan hebat dalam hal membakar. Sempurna untuk api Alchemy.]


'Api Iblis Langit? Jika aku membunuhnya, lalu memberikan kepada putraku, apa itu bisa dikendalikan?'


[Bisa Tuan,]


Qin Chen tersenyum, ia lalu mulai berbicara kembali kepada putranya. "Itu bukanlah jalan keluar, melainkan Naga Api yang berada di dalam jurang ini, jika kamu bisa mengalahkannya ... Maka, harta yang di dapatkan adalah milikmu, kamu bebas menggunakannya."


"Tapi, Ayah ... Changyi hanya berada di puncak Alam Rendah, bagaimana Changyi bisa menang melawan kekuatan di Alam Immortal Tertinggi."


"Kamu memiliki pedang kelas Surga, kekuatan mewariskan punya ayah, gunakanlah apa yang bisa kamu gunakan, ayah akan membantumu jika memang situasi yang buruk."


"Baiklah."


Qin Changyi menjadi serius, karena ini adalah pertama kalinya dia akan melawan musuh yang langsung kuat, mungkin akan terluka, namun ia akan membuktikan diri kalau dia bisa.


***


Setibanya di depan cahaya tersebut, mereka berjalan kedepan dan melihat seekor naga tengah terbaring di atas pegunungan lava yang cukup besar, disampingnya ada banyak aliran lava.


Hal ini mendominasi api, dimana-mana terlihat api berwarna biru, putih dan hitam bercampur menjadi satu, mereka membakar bumi dengan api ganasnya.


Qin Chen melihat kekuatan Naga Api, ia benar-benar tersenyum karena kekuatan tersebut pas untuk menghadapi putranya.


"Baiklah, kamu mulailah ... Ayah akan menunggu disini."


"Baik!"


Ia lalu berjalan kedepan dengan perlahan menarik pedang miliknya, Qin Changyi melihat Naga Api tengah tertidur, dan perlahan matanya terbuka saat merasakan niat membunuh dari seorang bocah.


Berdiri dengan mengepakkan sayapnya mengakibatkan guncangan hebat mengetarkan Langit Jurang Kematian. Naga Api berdiri dengan gagah melihat seorang bocah seperti menantang dia bertarung!


Qin Changyi berdiri di depan Naga Api, ia melihat sosok naga itu sangat besar berdiri didepannya, memegang pedang dengan erat, ia memberanikan diri untuk membuktikan kepada ayahnya.


...


*Thanks You For Reading*