
Qin Chen yang mengajarinya terbang di hutan tersebut, ia bahkan tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami apa yang Qin Chen ajarkan. Karena pengajarannya Qin Chen di sambil dengan godaan, jadi Su'er lebih mudah memahaminya dan sekaligus serius untuk membuktikan kepada Qin Chen.
Mereka berdua terbang menuju keluar hutan dengan Qin Chen menyeimbangkan kecepatannya miliknya, agar Su'er tidak ketinggalan di belakangnya.
Tentang kenapa Su'er cepat naik ke Alam Immortal, karena di hutan apel tersebut mengandung banyak energi murni yang begitu padat, jadi ia bisa menyerap segala energi disana untuk dirinya sendiri.
Sedangkan Qin Chen, ia sudah banyak mengambil energi bintang yang ia ledakan, jadi tidak perlu energi sedikit itu untuk ia ambil, karena yang paling ia sukai adalah, Harta.
Selang beberapa menit mereka terbang, akhirnya mereka keluar dari hutan tersebut, bisa di lihat dengan mata kepala sendiri, bahwa hutan apel di kelilingi oleh pohon-pohon besar lainnya, itulah membuat energi disana semakin padat.
Mereka turun kebawah, karena Qin Chen akan mengajarkan cara menggunakan energi dalam diri untuk di lepaskan kepada musuh, saat setelah mereka menginjak tanah, mereka berjalan santai tanpa ada gangguan.
Qin Chen lalu berkata, "Baiklah, sekarang aku akan mengajarimu cara menggunakan energi dalam diri, dan energi itu bisa kamu lepaskan untuk melawan, membunuh musuh yang berada di hadapanmu.."
Ia lalu mengangkat tangannya dengan jari telunjuknya ke atas, "Pertama, kamu fokuskan aliran energi dalam dirimu untuk di alirkan ke arah dimana kamu inginkan, contohnya sekarang ini, aku akan mengalirkan energi ke ujung jariku.. perhatian baik-baik.."
Su'er yang berjalan di samping Qin Chen, ia mendengarkan semua yang dikatakan Qin Chen kepadanya, ia juga memperhatikan semua yang dilakukan Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen yang mengalirkan energi dalam dirinya ke ujung jarinya bagaikan aliran sungai. Perlahan-lahan cahaya emas muncul di jarinya hingga membentuk sebuah energi lancip.
Su'er yang melihat itu, ia kagum dengan Qin Chen yang mengajarinya cara menggunakan energi, karena dulu, Su'er yang mengajari Qin Chen belajar di SMA.
Sekarang berbanding terbalik, semua sudah berubah, kini Qin Chen lah yang mengajarinya cara yang belum ia ketahui.
'Qin Chen, kamu sudah banyak berubah, aku kagum denganmu yang sekarang maupun dulu, karena kamu masih sama seperti dulu, hanya sifatmu berubah.' Batin Su'er.
Ia yang masih mengamati Qin Chen yang tengah mengajarinya, disana Qin Chen melanjutkan pengajaran. "Selanjutnya cara melepaskan energi yang sudah di alirkan untuk menyerang musuh, caranya cukup sederhana. Kamu hanya perlu melihat siapa musuh yang ingin kamu serang, jika mendapatkan, kamu hanya perlu melepaskan aliran energi tersebut menuju target. Contohnya seperti ini."
Qin Chen menggerakkan tangannya kesampingnya, karena ia ingin memperlihatkan caranya untuk melepaskan energi tersebut. Pada saat Qin Chen menggerakkan tangannya kesamping, energi di ujung jarinya melesat dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah batu di sampingnya.
"Eh!" Suara Qin Chen yang kelupaan bahwa energi dalam dirinya adalah bintang, jadi kemungkinan besar itu akan menjadi ledakan besar di bintang Fairy Demon.
Qin Chen yang melihat Su'er, ia langsung memeluknya dan melesat terbang menjauh dari serangan Qin Chen. Kini Su'er menjadi bingung, tapi ia sangat senang bisa dipeluk Qin Chen.
Boom!
Pada saat serangan Qin Chen mengenai batu tersebut, sebuah ledakan besar mengucang bintang Fairy Demon, ledakan tersebut membuat jutaan Mil hancur menjadi sebuah lubang raksasa.
Hembusan angin yang dihasilkannya membuat orang-orang di kota kecil keteteran menghadapi bencana alam, Qin Chen tanpa ada dosa sedikitpun membuat keributan bintang Fairy Demon, ia malah lari ke tempat yang jauh menghindari ledakan tersebut.
Bintang Fairy Demon yang bulan, sekarang kehilangan sepotong gigitan buah apel di bagian atasnya, bisa dibilang hampir memusnahkan populasi mahkluk hidup di bintang tersebut.
Qin Chen dari atas langit turun kebawah dengan cepat, ia yang terbang tadi sambil memeluk Su'er dan merasakan dua kelinci yang lembut dan pas untuk tangan.
Ia lalu melepaskan pelukannya dari Su'er, dan mengatakan. "Tadi aku kelepasan mengeluarkan energi dalam diriku, jadi membuat sebuah ledakan besar, sekarang giliranmu untuk belajar, tapi kamu kontrol energi ke titik terendah agar tidak menimbulkan ledakan lagi. Jika kamu berhasil, aku akan memberikanmu sebuah hadiah.."
Disana, Su'er melakukan apa yang Qin Chen ajarkan sebelumnya, meskipun pengajarannya kurang mendetail, tapi Su'er memahami bagian penting dalam pembelajaran Qin Chen.
Su'er merasakan energi dalam dirinya yang mengalir di sekujur tubuhnya, ia yang telah melihat energi miliknya, kini mulai mengalirkan ke ujung jarinya. Dimana Qin Chen mengajarkan sebelumnya.
Wushh! Wushh!
Hembusan energi milik Su'er, kini bisa terasa oleh Qin Chen di sampingnya, energi tersebut perlahan keluar dari ujung jarinya membentuk sebuah cahaya biru yang menyelimuti jarinya.
"Coba kamu serang pohon itu.." Ucap Qin Chen sambil menunjuk ke arah pohon di depannya.
Su'er, ia lalu mengarahkan energi tersebut ke arah pohon yang di tunjuk Qin Chen. Sebagai seorang genius abad modern, tentunya memahami hal seperti ini sangatlah mudah baginya.
Swoosh!
Suara energi yang Su'er lepaskan seperti tebasan pedang, cahaya itu melesat dengan cepat menuju pohon tersebut, dengan beberapa detik berlalu. Suara ledakan yang tidak terlalu besar terjadi.
Boom!
Ledakan tersebut hanya menghancurkan beberapa meter dari pohon tersebut, itu sudah di anggap lolos bagi Qin Chen. Karena ia meminta untuk menekan energinya ke titik terendah.
Untuk menekan energi sendiri, sangatlah mudah, karena saat ingin mengalirkan energi, setiap orang bisa mengalirkan energi sebesar apa yang mereka inginkan. Jadi, Su'er sudah memahami semuanya.
Plok! Plok! Plok!
Qin Chen memberikan tepuk tangan yang keras, ia senang bahwa Su'er bisa mempelajarinya dengan sangat cepat. Sedangkan Su'er melakukan semua itu, karena ia ingin melihat hadiah apa yang akan Qin Chen berikan.
Melihat Su'er yang menatapnya dengan wajah yang penasaran, kini Qin Chen tersenyum melihat Su'er yang penasaran dengan hadiahnya. Qin Chen lalu menundukkan kepalanya, dan mencium keningnya Su'er.
Cup!
Setelah mencium keningnya, ia melepaskan ciumannya dan berdiri tegak lagi. Kenapa Qin Chen lakukan, karena ia sudah tahu perjuangan Su'er, jadi tidak salahnya Qin Chen mencium keningnya, tidak bibirnya.
"Itu Hadiah dariku,"
Sedangkan Su'er yang keningnya di cium Qin Chen, ia terdiam sejenak wajahnya yang mulai memerah, karena tidak bisa menah rasa malu kepada Qin Chen di depannya.
Ia lalu berjalan kedepan dengan menundukkan kepalanya, ia masih memikirkan hal tadi, dimana untuk pertama kalinya Qin Chen mencium keningnya. Meksipun bukan di bibir, tadi ia sangat senang di dalam hatinya.
'Fufuhuh.. gadis ini, aku tidak tahu apa yang dipikirkannya, tapi ciuman tadi sepertinya membuat dia senang, paman dan bibi juga baik denganku, setidaknya aku akan mengurus Su'er agar bahagia kedepannya.'
...
*Thanks You For Reading*