Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.9


lihatlah si brengsek ini, dia mengeluh dan membuatku seakan aku la yang tega


padahal selama ini dia yang begitu tega padaku, tidak memberiku nafkah dan asyik berselingkuh


"maaf mas, ini penting sekali, bukannya kamu yang bilang kalau pekerjaan itu sangatlah penting, nanti aku panggilkan mila ya, biar dia yang merawatmu!aku pergi ya mas


aku pun langsung kekamar mila, dan aku pun mengetuk pintu kamarnya


"mila apakah kamu ada didalam? panggilku


"hem iya ada apa mbak,? jawabnya


lalu ia pun membuka knop pintunya


"ada apa mbak, aku mengantuk? "


tanyanya


"begini mil, mbak mau pergi karna ada meeting mendadak, mas mu lagi sakit jadi mbak boleh minta tolong sama kamu tolong jaga masmu sebentar bisa?


"sakit apa mas adit mbak"mila terkejut


"nggak tau tu, mas mu mengeluh sakit


namun mbak nggak bisa berbuat apa, karena mbak urgent banget nih ada klien penting


kan sayang kalau dibatalkan.


"oh yaudah biar mila aja de yang jaga mas adit"jawabnya dengan senyuman


"oh iya mas mu ada diruang kerjanya ya, tolong kamu lihat kondisinya


ya kamu akan terkejut mila, kekasihmu sedang terbaring lemas diranjang panas kalian , kamu akan merasa jijik setelah melihat kekasihmu itu


****


"mas ini aku mila, aku masuk ya"kata mila


"mila?" tanya mas adit


"iya ini aku mas, mbak dinda menyuruhku untuk melihat keadaan kamu,kamu kenapa mas, kamu sakit?


"nggak tau mil, rasanya nyeri sekali..


mas adit menunjukkan luka diselangkannya


"ya ampun mas kenapa begini? mila terkejut dan merasa jijik melihatnya


lalu mila pun mengoleskannya mengunakan kapas tak lupa ia pun memakai sarung tangan dan masker.


"aw perih sakit mil... pelan pelan sakit banget "keluh mas adit


"sabar donk mas, ini juga udah pelan, kamu juga kok bisa begini ?


"ya mana aku tahu,tiba tiba aku merasa gatal diselangkanganku ini.. dan akhirnya perih dan luka seperti ini


****


setelah dipastikan mila memasuki ruangan mas adit aku pun langsung masuk kekamarnya, ku ambil botol bubuk racun ini, lalu kutaburkan di ****** ***** yang ada dilemarinya


"semoga saja besok dia memakai ****** ***** ini "gumamku


maafkan mbak mu ini adikku brengsek.,mbak terlanjur sakit hati padamu, karena kamu telah ingin membunuhku, ayah ibu maafkan aku"gumam dinda


setelah itu dinda pun buru buru keluar dari kamarnya mila, dan melirik sana sini dan keadaan pun sepi tak ada orang sama sekali, setelah itu dinda pun langsung kekamarnya dan mengunci pintu dari dalam dan ia pun memejamkan mata


"haahha rasakan mas, enak bukan rasanya dan kamu mila sebentar lagi akan merasakannya juga hahahaha." tawa dinda sedikit pelan


mending aku tidur,,,


biar aja tu si mila yang menjaganya, jangan enak nya doank bersama dia, yang nggak enaknya untukku


namun dinda pun belum bisa memejamkan matanya, dia masih ingin melihat keadaan mereka dikamar itu, ya aku harus melihatnya di cctv... beruntungnya aku memasang cctv diruangan itu, jadi aku bisa melihatnya... anggap aja hiburan mata " gumam dinda


setelah itu tak terasa dinda pun terlelap dalam tidurnya..


*"mas aku ngantuk sekali, ini sudah jam 03.00 kenapa mbak dinda belum pulang ya, kemana sih dia suami lagi sakit dia malah keluyuuran malam malam


"iya dia tega banget dengan mas, dia lebih mementingkan pekerjaan dari pada suaminya


" masih sakit nggak mas, aku ngantuk banget ni, aku tidur disini aja ya mas, nanti kalau kamu butuh sesuatu banguni aku aja


"iya kamu tidur la dulu mil,


mas ngak bisa tidur...


baru beberapa menit mila memejamkan mata, tiba tiba mas adit membangunkannya kembali


"aw sakit panas sekali sayang bangun tolongin mas, perih banget ini" ucap adit membangunkan mila


"ya ampun mas, aku baru saja memejamkan mataku, tapi kamu sudah menggangguku