Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.52


malam harinya aku menemui dedy dirumah utama,untuk membicarakan tentang pertunanganku besok.aku ingin dedy mendampingiku di acara lamaranku,


sesampainya disana,aku sedikit terkejut melihat wanita selama ini yang sering ku panggil bibi, aku tak begitu menyukainya sebab selama aku kecil dia selalu bersikap kasar padaku,


ck' untuk apa dia kesini?


"Edward?keponakanku? Ucap bibi yang penuh sandiwara


aku mengabaikannya ketika ia ingin memelukku,kemudian aku duduk disofa mendekati dedy.


"Dedy,kau sehat? Dedy mengangguk tersenyum


lalu bibi duduk disebelahku


"sudah lama kita tidak bertemu? Apa kau tidak merindukanku? Ucap bibi


aku tersenyum tipis,


"hubungan ku dan kamu tidak sedekat itu untuk saling merindukan bukan? Ucapku wanita itu terlihat geram,ia menoleh pada dedy "beginikah caramu mendidikkuv anakmu?kenapa ia begitu kurang ajar padaku? Ucap wanita itu."sayang jangan bersikap begitu padaku,aku ini bibimu aku sangat merindukanmu,begini kah balasanmu ? Aku menghela nafas,


"balasan seperti apa maksudmu? Tidakkah Kau ingat 25tahun silam, kau hampir ingin membunuhku,


apa tujuanmu kemari,apa kau membutuhkan uang dedy ku? " tanyaku sinis


wanita itu tersentak dan menatapku kesal."jangan kurang ajar ed,aku ini bibi mu?" aku yang mengurusmu selama ini semenjak ibumu tiada," ucap bibi


"aku kesini karena aku terkejut mendengar kau ingin menikah dengan seorang janda ha,masih banyak wanita muda yang mengincarmu ed,tapi kau malah memilih seorang janda yang diselingkuhi mantan suaminya, apa kau tak berpikir panjang? Kau tampan dan mapan seharusnya kau tak menikahi janda seperti itu"ucap wanita tua itu


"Cukup" potongku berteriak,sunggu aku sangat geram padanya,beraninya ia mengatai hal buruk tentang calon istriku,


"Dengar!! Lagi pula Aku tak meminta restumu,kau bukan orang tuaku,kau tak berhak berkata begitu,


Jika kau berani mencoba menghalangi pernikahanku ataupun menganggu calon istriku,kau akan menerima akibatnya. Tanpa pandang bulu,ku pastikan hidupmu tak akan tenang."ancamku meninggalkannya yang terdiam membeku


.....


Pagi harinya,aku dan dedy


telah sampai dirumah dinda, rara david dan brian telah tiba duluan,


aku menyuruh mereka membawa buah tangan terlebih dahulu,


aku dan dedy melangkah memasuki rumah dinda, kami disambut oleh bibi alice dan pelayan rumah dinda dengan ramah,


"Alice?" ucap dedy,ya ia mengenali bibi alice sebab ia merupakan adik dari mendiang ayah dinda,


"kak albert? Ucap alice, ternyata edward anak mu yang ingin melamar dinda? tanya alice


"ya benar,bagaimana kabarmu?


"baik kak, kalau kamu apa kabarnya?"ucap edward


"ayo silahkan duduk,sebentar lagi dinda akan turun."ucap bibi alice


dedy dan bibi begitu akrab, dan saling berbincang bincang. Dan bernolstalgia


aku hanya diam,mendengar pembicaraan mereka,


suara langkah kaki menarik perhatianku, ya perempuan cantik yang kunantikan itu hadir aku berdiri dan menyambutnya sambil tersenyum beberapa jam kemudian pertemuan ini berjalan lancar,semua pihak setuju,pertunangan kami diadakan esok lusa dan untuk menikah rencananya akan diselenggarakan 3bulan lagi.


.......


dua hari berlalu,Sejak hari itu kini hari yang kutunggu telah tiba yaitu acara pertunanganku dengan dinda yang begitu mewah digelar malam ini, rara dan seketarisku mengatur semuanya,brian dan david mengatur para tamu undangan,meskipun tak banyak yang diundang,hanya orang orang penting saja dan tak lupa kedua sahabat dinda


acara dimulai dengan sangat meriah,aku dan dinda naik keatas panggung,ia begitu cantik dan anggun dengan kebaya biru muda, kami saling memasangkan cincin pertunangan dijari manis kami. Dan melanjutkan acara lainnya, acara pertunangan kami berjalan lancar


seusai acara tersebut,aku mengantarkan dinda pulang, sebab bibi dan yang lainnya sudah pulang lebih dahulu,


sesampainya dirumah dinda,aku tak singgah kerumahnya,sebab sudah larut malam,dan aku pun merasa capek, aku kembali ke apartemenku untuk beristirahat disana.


****


3hari berlalu,sejak pertunanganku dan dinda aku kembali bekerja dikantor


namun ketika aku sedang menyiapkan berkas dokumen penting ,


tiba tiba ponselku berdering


panggilan dari rara,ku gesser keatas untuk menerima panggilannya


"ada apa? tanyaku langsung


"kak ed gawat, cindy datang ia mengamuk dan ingin mencarimu,apakah kau ada dikantor?


"ucap rara terdengar kacau


"cindy,? Untuk apa ia mencariku,bukankah ia berada di amerika? tanyaku


"ntahlah,nanti saja ku jelaskan,terpenting jangan sampai ia bertemu dengan dinda dalam keadaan mengamuk,kau tahu sendiri seperti ap??"


"Edward??? Bersamaan dengan itu teriakan dan bantingan pintu mengalihkan perhatianku


Aku menatap lurus melihat wanita itu yang mengebu-gebu didepan pintu,ku matikan segera telpon rara, sebab yang sedang kami bicarakan sudah tiba


"kau keterlaluan ed? Ucap wanita itu memakai mini dress navy, sedang dibelakangnya beberapa security tertatih tatih mengejarnya


"aku ingin bicara dengan wanita ini"ucapku pada security,mereka mengangguk dan pergi keluar


dan kami hanya berdua diruanhan ini,sejenak keadaan hening,namun terdengar suara nafas mengebu gebu,sepertinya ia sedang mengontrol emosinya. Aku hanya bersikap tenang dan menatapnya dingin