Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.35


Mila muncul dengan nafas yang menggebu,ia berlari kearahku"Mbak ,kenapa kau meninggalkanku ,kau jahat sekali mbak!oeceh mila


aku hanya tersenyum dan melirik edward, mila yang melihatku,langsung menoleh kearah lirikanku.


ia terkejut dan menutup mulut


"mbak,apakah dia temanmu yang ingin kau kenalkan padaku? Tanya mila, dia pun langsung mengulurkan tangannya


kenalkan namaku mila,apakah kamu kak edward? Tanya mila langsung.


wajah edward berubah,dan nampak heran.


"Hemm! Jawab edward dingin


tanpa membalas uluran tanggannya


mila hanya tersenyum ,tangannya mengepal diudara.


"baik silahkan duduk semuanya"ucap roby sekretaris edward


roby mempersilahkanku duduk dikursi sebelah kanan edward, sedangkan rara dan mila berebutan kursi disebelah kiri edward


"maaf ini kursi ku" jawab mila sebaiknya kau cari yang lain"


"ini kursiku, "balas rara


"maaf nona kursi anda disini, "ucap roby


"mengapa kamu yang mengaturku? Aku ingin disini, " ucap mila


"mila jaga sikapmu, jangan mempermalukanku" kataku dingin


mila berdiri dan duduk disampingku dengan wajah terpaksa.


makan malam ini diawali dengan perkenalan


"baiklah nona mila perkenalkan ini tuan edward temannya nona dinda, sedangkan nona ini adalah adik dari tuan edward. Saya sendiri adalah roby selaku sekretarisnya tuan edward. "ucap robby memperkenalkan pada mila


mila yang mendengarnya seketika terbelalak


ia tak percaya


"ternyata wanita itu adiknya edward"gumamnya


makan malam berjalan damai mila menjadi pendiam setelah mengetahui siapa rara


setelah selesai makan Dinda pamit ingin ketoilet,


sesampainya aku di tempat pencuci tangan,aku tersentak mendengar suara edward


"Mas! Aku berbalik


kenapa kamu disini,inikan toilet wanita?tanyaku panik


"saya sudah memboking tempat ini,termasuk toilet ini,jadi saya bebas memasukinya"jelasnya


ya dia benar dia telah membokingnya,


aku hanya menghela nafas


"baiklah , ada urusan apa kamu mengikutiku?"tanyaku melipat tangan


"saya hanya ingin memuji penampilanmu hari ini, dan kalung itu, sangat cocok padamu,saya pikir kamu tidak menyukainya, sebab kamu tak pernah memakainya.


"oh ini aku lebih memilih menyimpannya baikbaik,sebab ini terlalu indah


edward melangkah mendekatiku ,jarak kami begitu dekat,mata kami bertatapan beberapa saat,edward memegang daguku wajahnya begitu dekat membuat jantungku berirama


"M-mas ?"


"sssts"dia tersenyum sembari menggeleng,


"dinda ,saya menyukaimu,bolehkah aku memilikimu? Bisiknya


edward menarik wajahnya


aku tersenyum dan mengangguk.


lalu edward mengecup keningku


"terima kasih,"


....


25menit sudah kami ditoilet,kemudian aku kembali keruang makan.


"dinda apa kau terlalu cepat kembali" ejek rara


Mila pun melirikku dengan tatapan marah


"mbak,kenapa kamu tidak memberitahuku kalau rara itu adiknya kak edward?? Tanya mila kesal


"kau tidak bertanya mila? Jawabku cuek


akhirnya edward kembali ya aku menyuruhnya untuk datang lebih lambat


agar tidak ada yang curiga,namun berbeda dengan rara.


"ah apa kalian lama menunggu? Maaf tadi saya ada urusan."ucap edward


"tidak apa kak?jawab rara


"benar kak, tujuan kami kesinikan karena membahas pertemuan kita, siapa tahu kita berjodoh kak! Jujur aku sangat tertarik pada kakak,"ucap mila tersenyum malu malu


sudah yakin aku pasti kakak akan mene-" ucapan mila terpotong,setelah edward menolaknya


"tapi saya tidak tertarik pada nona"jawab edward"


raut wajah mila seakan kacau, namun mila berbalik ia berjalan menuju kursi edward"lihatlah aku, aku cukup baik untukmu,body kubyang seksi aku pun sangat cantik dan tidak buruk untuk menjadi pasanganmu


melihat kelakuan mila,membuatku terasa pusing "astagfirullah mila, kenapa kamu menunjukkan seperti wanita murahan, tidak tahu malu.


edward menghela nafas,


"no,I Don't like you."tegas edward


"kak edward kamu jangan menolakku,mari kita berkencan dulu,aku yakin kita cocok,nanti kamu menyesal lo.." ucap tania membujuk


"no! Saya tidak akan pernah menyesal.


jadi go dari hadapan saya.." ucap edward


lalu edward berdiri dan langsung pergi


"kak, kak edward!!teriak mila sambil menangis tersedu sedu


"Sikapmu berlebihan mila,kau tak perlu memaksa jika dia tak tertarik padamu"ucapku.


Karena edward sudah pergi artinya pertemuan ini selesai,"ayo kita pulang, sudah waktunya kita pulang"ajakku berdiri


namun roby menahanku


"dinda tunggu sebentar"ucap roby


"ada apa mas roby? Tanyaku


roby menyerahkan ponselnya padaku,ada panggilan terhubung dari edward,


aku meraih ponselnya,"hallo mas"sapa ku


"dinda,jangan melupakan pernyataan saya tadi,


"iya mas akan ku ingat selalu"jawabku


"oke baiklah, hati hati dijalan.


"ya mas..."kataku menutup telpon