
"Mila, Duduklah sebentar mbak ingin bicara."
mila pun segera mendekat dan duduk disampingku
aku terdiam sesaat,lalu menarik nafas dan berkata
"mila, bagaimana kalau kamu mbak dekatkan dengan teman kantor mbak?aku mengusulkan rencana tersebut pada mila
" siapa mbak"jawabnya dengan heran
"teman kantor mbak.namun kalau kamu menolaknya juga nggak apa apa,mila terdiam sejenak,kemudian mengangguk
"namanya edward, mbak ingin mendekatkan kamu padanya, kalau kamu ingin berkenalan padanya nanti besok mbak akan ajak kamu bertemu dengannya,
"oke mbak aku mau, apakah dia memiliki faras tampan dan mapan?
"ya begitulah dia sangat tampan dan mapan...kalau kamu mau,mbak akan menghubunginya terlebih dahulu dan akan mengatur waktu pertemuan kalian
"oke mbak,aku mau kok,asal dia mapan dan tampan,itu kriteria pria idamanku selama ini
Tiba tiba mas adit datang mengejutkan kami,ntah sudah berapa lama dia mendengar obrolan kami, lalu pandangannya menatap mila,kulihat wajah mila yang terlihat gugup melihat kedatangan adit,sepertinya mila takut kalau adit mengetahui obrolan kami,aku menyeringai setelah memahami situasi ini
"pertemuan apa yang kalian maksud?
tanya adit
"oh begini mas, aku ingin mempertemukan mila dan juga teman kantorku, dan akan menjodohkannya,sepertinya mila tertarik pada cowok yang tampan dan mapan?kataku sambil tersenyum
mila menoleh kearahku dengan mata berkedip seakan memberikan kode
namun adit terlihat dingin,dan tak membalas senyumanku
"ah kakak jangan berkata seperti itu aku tidak enak sama mas adit,"kata mila
"kenapa biarkan mas mu tahu. Dia pasti akan sangat senang mendengar perjodohan kalian
"ucapku mengompori mas adit
aku menikmati secangkir teh susu kemudian menyeruputnya ditemani pemandangan mas adit yang merah padam,ini sangat menarik.
setelah itu aku menawarkan mereka untuk makan malam bersama,
"ayo kita makan malam bersama,aku sudah menyiapkan semua,pasti kalian sangat lapar?
"aku tidak lapar mbak,aku langsung kembali kekamarku!tolak mila,lalu beranjak pamit pergi
"aku juga tidak lapar,aku ingin beristirahat."
ucap mas adit
tinggalah aku sendiri diruang keluarga menikmati santap malam sendiri
******
Pov Mila
.....
setelah percakapan bersama mbak dinda tadi,aku langsung pamit kekamar
"sial,kenapa ada mas adit sih...
pasti dia sangat marah sekarang!
"ceklek!" pintu kamarku terbuka lebar,mas adit berdiri dengan sorot mata tajamnya
"ma -mas adit?
adit pun masuk dan mengunci kamar ku dan ia mulai mendekatiku
aku refleks melangkah mundur,karena aku merasa aura yang tidak biasa pada mas adit
"jawab hah! Teriaknya dan menjatuhkan semua benda dimeja riasku,
untung saja mbak dinda sedang berada dilantai bawah.
"a-aku bbisa jelaskan mas?
"jelaskan apa ******? adit pun menampar wajahku membuatku kesakitan.
"de-dengarkan pe-penjelasanku dulu mas?
"apa? Aku sudah mendengarnya,kau beraninya ingin mengkhianati aku ha!lebih baik kau mati saja dari pada berselingkuh ****** brengsek"ucapnya lalu menendangku kuat
aku hanya merintih kesakitan,baru kali ini aku diperlakukannya seperti ini
""to tolong hentikan mas! Ucapku dengan air mata yang terus mengalir
"****** murahan" lalu menendangku untuk beberapa kalinya
"awas saja jika kamu berani pergi menemui teman kantor dinda itu, sebaiknya kamu mencari alasan untuk menolak keinginan dinda"katanya
"ba-baba-iklah mas, aku akan menuruti katamu "ucapku menahan sakit
dengan susah payah aku berdiri sembari memgang perutku yang ditendang dia tadi
aku duduk tak jauh darinya
"buka bajumu! Perintah mas adit tiba tiba
apa kau tidak dengar ha?teriaknya
"sa-sayang ki-kitakan baru sa-ja pulang da-dari rumah sakit,bi-bisakah besok saja?pintaku
aku hanya bisa pasrah ketika adit menghapus darah dihidungku lalu mendorongku hingga aku terbaring diranjang
"jika kau tak bisa membuka bajumu,biar aku yang membantu membukanya"dengan cepat adit merobek bajuku
" pelan pelanlah sayang,aku akan melayanimu seperti biasa"
adit pun langsung membuka bajunya dan kembali menciumiku
"tok..tok.!
terdengar suara ketukan pintu, aku dan adit pun mengabaikan ketukan itu,namun ketukan itu terdengar lagi.
"nona apakah kamu ada didalam, nyonya dinda menyuruh nona turun .
"aku sedang beristirahat,aku tiba tiba merasa ngga enak badan."teriakku
badanku terasa sangat sakit dan lemah,namun aku harus tetap melayani sibrengsek ini,tidak ada pilihan,aku takut sibrengsek ini akan sangat marah...
Beberapa menit kemudian,setelah menuntaskan hasratnya padaku,adit pun tertidur..
aku mencoba berdiri dengan rasa nyeri aku berjalan menuju kamar mandi
aku mencuci wajahku dan menatap muka ini dicermin kamar mandi,hidung yang mengeluarkan darah, bibir yang lebam
dan rambut yang berantakan
"sungguh menyedihkan!"
aku akan membalasmu brengsek!geramku
setelah selesai mandi kulihat adit sudah tak ada lagi diranjangku,aku pun bisa benafas lega,segera kukunci pintu kamarku agar brengsek itu tak bisa masuk lagi,lalu aku berganti baju dan ber make-up dan aku menutupi luka lebam ini dengan polesan fondetion
sebenarnya aku begitu lelah menghadapi si brengsek itu,namun aku masih membutuhkannya,dia senjataku untuk membuat mbak dinda menderita dan hancur.. Andai aku bisa mendapatkan teman mbak dinda yang mapan dan tampan itu,sudah kupastikan mbak dinda dan adit akan ku buat menderita.aku yakin aku bisa mendapatkannya aku akan menggodanya,sebab laki laki itu pada dasarnya sama saja.
aku tersenyum memikirkan jika aku hidup bersama seorang yang tampan dan mapan
pasti hidupku akan amat sangat bahagia.