
Alasanku hari ini mengirimkan mila dan adit kepulau terpencil karena saran edward.
disana edward memiliki orang mata mata yang menetap disana mila,jadi memudahkanku untuk mengawasi mila dan adit untuk tidak bisa keluar dari pulau itu.
itu adalah akhir balas dendamku,karena mila dan adit bukan lah orang baik,mereka bisa sewaktu waktu akan nerbuat jahat kembali ,karena mereka bukan orang yang muda berubah.
tidak ada keraguan pada diriku, ini merupakan keputusan terbaik dan untuk mengakhiri balas dendamku,
.........
adit dan mila dibawa paksa dan sudah dimasukkan kedalam box mobil, dengan menutup mata mereka, mereka terus berteriak meminta tolong,padahal sekeras apaoun mereka berteriak tetap saja tidak ada yang mendengarnya,sebab ini hutan balankara tanpa penghuni manusia satupun.mereka diantar menggunakan mobil box menggunakan jalur darat,meskipun jauh memakan waktu lama,namun edward memastikan mereka tidak akan kabur,mobil itu memiliki jendela jeruji kecil, adit dan mila memukuli jendela jeruji itu,lalu berteriak memanggil namaku ,aku tersenyum melihat mereka,seperti seekor anjing liar yang mengaung dalam kandangnya
"dasar gila, lepaskan aku, aku ini adikmu,kenapa kau begitu tega padaku" ucap mila meronta ronta
aku mendekatinya dan tersenyum
"berhentilah menggaung mila, ingat aku bukanlah saudari kandungmu, untuk itu ku doakan semoga kau disana tidak bahagia mila, dan akan menderita sepanjang hidupmu" ucapku bernada sinis
mila terdiam dan menatapku
aku pun membuang muka lalu meninggalkannya
edward pun memerintahkan anak buahnya untuk segera jalan,mila dan aditpun akhirnya pergi, mila nampak diam seribu bahasa dan menatap kosong .
...........
Sebulan berlalu atas kepergian mila dan adit,aku telah menjual rumahku, dan sudah pindah dan menetap dirumah baruku
setelah ku selidiki identitasnya dari bibi aneth,ternyata memang benar ia bukan adik kandungku,
andai saja jika mila tak mengkhianatiku dan meracuniku, mungkin aku tetap akan menyayanginya,meskipun ia bukan adikku, kudengar dari mata mata edward,bahwasanya mila dan adit sudah hidup lebih baik,aku tercengang mendengarnya ternyata mila telah berubah, benarkah demikian? Padahal mila waktu itu mati matian ingin kabur sampai kakinya tertembak
Mungkin tuhan telah membukakan hatinya,ya mungkin saja.
Suara ketukan pintu menyadarkanku
ternyata sela yang menghampiriku dan ingin mengajakku makan siang dikantin,
"masuklah"ucapku
"dinda,ini sudah jam makan siang,kita makan bareng yu"ajak sela
Aku tersenyum dan berdiri
"ayo "ajakku bersiap.
Namun ketika aku membuka pintu,kami terkejut melihat sosok pria tegap dan tampan berdiri didepan pintu ruanganku
"selamat siang pak edward"ucap sela menundUkan kepala
"siang sela ucap edward lalu beralih menatapku
"dinda saya ingin mengajakmu makan siang bersama,apakah saya telat mengajakmu"ucap edward.aku dan sela saling melirik
"aku baru saja ingin makan siang dengan sela,apa kau mau ikut"ucapku pada edward.
"sela terbebelalak,ia memyenggol lenganku
"ti-tidak aku akan makan bersama yang lain saja " ucap sela
"biasa aja sel, lagian bukankah waktu itu kita udah pernah makan bertiga,
jadi ngga usah canggung de,benerkan pak ed??
"a-aiya iya bener boleh kok,"kata edward
Kami pun beriringan pergi ke kantin,sela menunjukakan tempat duduk untuk kami,sela memanggil waiters untuk memesan makanana dan minuman,
aku memilih ini dan ini' tunjukku pada menu makanan dan minuman, lalu aku bertanya pada edward
"kau mau memesan apa mas ?tanyaku
ia menjawab " terserah,samakan saja seperti kamu"ucapnya
aku menatapnya lalu sela berdehem nakal.
"hem.. Sepertinya kita samain aja kali ya.."ucap sela.
"oke, "ucapku