
tak menunggu waktu lama aku pun buru buru menuruni tangga hendak pergi keluar menemui jessika , ya kami sudah berjanji akan bertemu di kafe kafetaria aku ingin mengambil sesuatu yang telah kupesan sama jessika.
"Mau kemana mbak sepertinya mbak buru buru banget,
"aku mau keluar sebentar.
"keluar ngapain mbak, ini udah malem, ntar mbak kenapa dijalan bagaimana
"kata mila
"bentar aja, aku ada urusan mendadak mungkin aku pulang pukul11maleman, ntar kamu nggak usah nungguin aku
"oh ya sudah mbak hati hati
mobilku segera menuju ke cafe yang tidak jauh dari rumahku.
sesampainya disana aku mencari keberadaan jessika, dan ternyata jessika duduk dimeja dipojokan sana
***
"hy jes, udah lama nunggu? sapa ku
"hay din, nggak kok baru aja "jawabnya
"gimana udah ada belum pesanan yang gue mau"tanyaku
"ada kok, ini barangnya "tunjuk jesika
"imut sekali botolnya? tanyaku
"iya botolnya aja yang imut kalau isinya berbahaya...
"kapan reaksi bekerjanya ni barang?
"ya sekitar 8jam obat ini akan bereaksi
awalnya ya gatal gatal kemerehan, dan lama kelamaan akan melepuh dibagian kulit
"bahaya juga ya, kalau gue lakukin dibagian intim mereka
"hahhaa serius lo din, wah gue setuju bangettt tu, biar mereka merasakan awal pembalasan"kata jessika
"iya jes, oh sampai kapan reaksinya
"ya kurang lebih satu minggu, itu pun jikalau dengan obat dokter.... ,oh iya kamu harus berhati hati melakukannya, jangan sampai terkena kulit mu
"oh oke jes, makasih banyak ya jes, aku langsung pulang udah malam ni, see you bye... (emuach)
"oke din (emuach)
***
pukul 11.15 aku sampai dirumah, keadaan rumah sunyi sekali, ku melirik sana sini tak kutemui Mila mungkin dia sudah tidur atau mungkin dia sedang asyik bergulat panas dengan suamiku...
namun tak sengaja aku pun berjalan kearah ruang kerja suamiku, pelan pelan aku mengintip
ternyata mereka tidak ada diruang kerja
dimana mereka? apa mungkin mereka tidur..
namun tiba tiba dari arah belakang
mas adit memanggilku,
"kamu kenapa jalannya pelan begitu seperti orang maling aja sayang"tanya mas adit
"eh kamu mas, nggak aku hanya lewat saja,,
"ada apa sayang? kenapa tidak disini aja
"pokoknya aku tunggu dikamar
dan mereka pun mulai naik keatas menuju kamarnya, setibanya dikamar
"mas aku mau melayani mu?
"ayo sayang kita lakukan?
"eh tidak sekarang mas, mas mandi aja dulu, soalnya mas bau acem,
"mandi tengah malam begini?
"iya mandi dulu ya mas biar wangi, tadi aky sudah siapkan aromaterapi lo mas
"yaudah iya, kamu tunggu aku bentar
setelah dipastikan mas adit masuk ke kamar mandi, dinda pun mulai menjalankan rencananya dia mengambil bubuk itu menggunakan sarung tangan dan spon
disiapkannya pakaian tidur dan ****** ***** sang suami tak lupa dia menaruh bubuk itu dicelana dalam suaminya setelah itu dirapikannya
dan membuang sarung tangan dan spon itu kedalam kotak sampah
dan berpura pura menunggu mas adit disofa kamar
"ayo sayang kita lakukan"kats mas adit
aku terkejut melihat mas adit hanya memakai handuk saja, namun itu tak membuatku tergoda. dan aku pun mencari cara agar kami tidak melakukannya,
"maaf sepertinya aku nggak bisa mas, soalnya aku besok ada meeting penting jadi aku harus tidur cepat, takut telat, next time ya mass
"hem kok begitu. , yaudah de, aku pakai pakaian saja, "kata mas adit cemberut
"maaf ya mas, next time aja...
"iya iya kamu tidur sana gih ntar kamu telat bangun lagi, yaudah mas juga udah ngantuk
****
keesokan paginya
Dinda pun berangkat ke kantor, tak lupa dia menyempatkan melihat reaksi mas adit, namun reaksinya belum begitu parah sih,,
hahaha rasakan mas, sebentarr lagi kamu akan merasakan reaksinya mas mungkin butuh beberapa waktu lagi...
"mas aku berangkat kerja ya? "pamitku
"kamu nggak sarapan dulu? tanya mas adit
"ntar aja dikantin kantor... "jawabku
"ayo la mbak kita sarapan bersama, aku sudah memasakanmu nasi goreng spesial pagi ini" kata mila
"aku buru buru ke kantor karena sebentar lagi meeting"jawabku
aku curiga tumben banget ni mila memasak nasi goreng yang sudah tersaji dipiring, biasanya jika dia memasak nasi goreng tidak langsung disajikan, "batinku
lalu aku pun langsung pergi meninggalkan mereka. .
****
"sial gagal lagi rencanaku, padahal aku sudah memasukkan racun kedalam makanan ini, "kata mila
"ya sudah sayang kamu buang aja, ntar takutnya kita yang memakannya mungkin mbak mu itu memang buru buru"jawab adit