
sore ini dinda pun menjenguk suami dan adiknya dirumah sakit, ya meskipun mereka jahat, namun dinda juga tidak tega membiarkan mereka sendiri, setidaknya disini aku bisa menjalankan rencanaku..
aku pun mengetuk pintu ruangan mas adit
'Tok Tok!!!
mas aku masuk ya.. "pinta ku
"kamu kemana aja si din, ini suami kamu sedang dirawat lo dirumah sakit sedang terbaring lemas,
"maaf mas, tadi aku ada keperluan dikantor mendadak "dustaku
"memangnya pekerjaan kamu itu sangat penting ya, dari pada suami kamu?
"bukannya kamu sendiri mas yang bilang kalau aku harus mementingkan pekerjaan aku demi apapun,
"lihat kondisi dong, ini suamimu sedang membutuhkan kamu,
"kamu ini bagaimana sih mas, ya udah la aku ngga mau berantem, aku capek! oke aku minta maaf
aku pun langsung keluar meninggalkan mas adit,meskipun mas adit berteriak memanggil diriku, namun tak ku hiraukan panggilannya
lalu aku pun keruangan mila
"hy mil bagaimana kondisimu? tanyaku
"seperti yang mbak lihat, ini semua membuatku sangat menderita mbak, mbak kemana aja sih, aku butuh bantuan mbak,,kok mbak pergi melulu sih,
"saya tadi bekerja ada pertemuan penting dikantor.kamu kan bisa panggil perawat kalau butuh sesuatu, aku sangat sibuk sekali
"terus bagaimana kondisi mas adit mbak?
"ya seperti kamu semakin mengeluh kesakitan
"hem iya mbak rasanya sakit banget,
kenapa ya mbak? apa mungkin ini penyebab,, mila pun berhenti bicara
"apa mil apa penyebabnya? aku pura pura bertanya didalam hati aku berkata ya jelaslah penyakit kelamin suka bermain sama laki orang ya itu namanya karma..
"nggak kok mbak, nggak tau juga aku? ucapnya
"yaudah kamu istirahat aja dulu. mbak mau melihat mas mu,kamu yang sabar aja pasti sembuh kok,
"ya mbak
...aku pun keruangan mas adit lagi, ya aku duduk disofa sambil menonton drakor....
tak ku hiraukan mas adit., ya biar dia tahu rasa, enak aja disaat senang dia bersama mila, susahnya ke aku, lagian ini semua salah kalian, jika saya kalian tidak tega padaku kemungkinan ini semua tidak terjadi.
"dinda, perih banget sih...
kok ngga sembuh sembuh sih"tanya nya
"aku nggak tau mas, kamu sabar aja.. "jawabku
"aku nggak betah berlama lama disini,
"ya mau bagaimana lagi ini semua demi kebaikan kalian "ucap ku
dinda pun langsung menjawab telponnya
"hallo dengan siapa ini?
"hallo dinda, ini aku edward
"pak edward,? eh salah maksudku edwar?
"iya, maaf menganggu waktu mu
"ngga kok pak?
"hem bagaimana keadaan adik dan suami mu? apakah kamu masih dirumah sakit?
"iya pak? masih..
"jangan terlalu formal,ini kan buksn kantor
"oh iya maaf edward, maaf sebaiknya aku panggil mas aja ya, nggak sopan rasanya memanggil atasan seperti itu
"tetserah kamu aja din, oh iya apakah kamu besok ada waktu? tanya nya
"waktu apa mas,?
"kita makan siang bersama, nanti saya de yang traktir anggap aja traktir pertemanan kita
"ap apa? oke baiklah mas, ntar kamu share loc aja besok
"oke see you
"see you too
setelah telpon berakhir, mas adit pun langsung menunjukkan ekspresi cemburu dan langsung bertanya
"siapa dia?
"apa mas? oh itu mas edward dia Boss Ceo diperusahaan aku mas,
"Bos kok dipanggil mas
"ya katanya sih kalau diluar kantor tidak mesti formal bicaranya
"oh jangan jangan kamu selingkuh ya?
"apaan kamu mas nuduh orang sembarangan aja, mudah bagi ku jika ingin berselingkuh mas, apalagi dia kaya raya, wajahnya begitu rupawan namun sayangnya aku tak serendah itu.,
"oh jadi begitu berbeda denganku ya...
"jelas donk mas, dari awal sebelum menikah juga keadaanmu saja begitu, hanya menumpang denganku...
"Dinda? bentaknya
"apa mas apa aku salah, benarkan? udah de jangan mengada ada sesuatu yang tidak ada.. "tega kamu ya din? kata mas adit
kamu mas yang tega mengkhianati pernikahaan ini, kamu ingin membunuhku secara perlahan mas apakah tindakanmu itu tidak tega mas"batinku
"aku malas berantem denganmu, sebaiknya kamu istirahat saja sana,