
"Dinda apakah kau sudah selesai! tanya rara dibalik pintu kamarku
"ah iya,aku sudah selesai."
aku mengambil tasku dan langsung menghampirinya untuk sarapan bersama.
"Dinda,hari ini aku izin keluar rumah ya dan sepertinya akan pulang terlambat? Soalnya aku harus kerumah kak edward! Aku ingin menagih hutang janjinya padaku! "ucap rara dimeja makan
aku mengerjit mendengarnya
"hutang apa? Tanyaku
"ada deh hutang perjanjian kak edward padaku.
"perjanjian apa? Apakah itu hutang perjanjian sangat penting???
"yup.sangat penting yang sangat kuinginkan."ucap rara
"ayo antar aku,kau kan sudah selesai sarapan? Ajak rara
aku dan rara keluar bersama,
"biar aku saja yang menyetir? Ucap rara mengambil kunci mobilku.
"baiklah"ucapku tersenyum
setelah mengabiskan waktu perjalan 30memit,akhirnya kami sampai.
"ayo masuk," ajak rara
ia mengandeng tanganku masuk
saat sudah masuk,tiba tiba seorang berambut pirang menyapa kami
"hay rara,lama kita tak bertemu,"ucapnya ingin memeluk rara.
"singkirkan tanganmu dari adikku" ucap edward yang tengah duduk disofa ruang tamu
"hay nona cantik,kau kesini lagi!!! sapanya
aku hanya tersenyum padanya.
"apa kau memerlukan bantuan kami lagi" ucapnya lagi.
"TACK.!!. Rara menjitak kepala brian
"bisakah kau tak usah banyak bicara" ucap rara
brian mengusap kepalanya dan tertawa
"sorry sorry..."ucapnya.
rara mengajakku duduk disofa
"duduklah disini,biar nanti ku suruh brian membuatkan minuman"
"kau pikir aku pembantu" sahut brian.
edward langsung menatap tajam pada brian.
brian tersentak" heheh,baiklah aku akan membuatkan minuman,tunggu sekejap ya.."ujarnya sambil berlari.
"kenapa kamu kesini din,apakah kamu mencariku"tanya edward
"ti-tidak,aku hanya mengantar rara saja.
"benar kak, aku kesini ingin menagih hutang perjanjian kita? Karena tugasku kan sudah selesai,Ucap rara mengadahkan tangan
kemudian edward merogoh kantong jasnya,ia memberikan dua tiket nonton pada rara.
aku yang sedari tadi hanya diam tak mengerti maksud mereka
"Dinda,ini dia hutang yang sangat penting itu" rara menunjukkan dua tiket nonton padaku
"ha-hanya tiket nonton saja?" ucapku heran
edward tersenyum"bukan hanya tiket saja, tetapi sesorang yang akan diajaknya nonton itu yang dianggapnya penting, sebab aku harus membujuknya sangat susah payah.
"ucap edward.
kemudian seseorang pria tampan menuruni anak tangga,tampilannya casual membuat rara menjadi berbinar binar ..
rara menoleh padaku dan berbisik"dia adalah pria incaranku"
"kau begitu tampan? Puji rara kalau begitu ayo kita pergi "rara mengandeng tangan david.
david begitu canggung
tinggalah aku dan edward "kalau begitu aku pergi juga, aku harus bekerja"ucapku sambil berdiri dan hendak pergi
tiba tiba aku teringat,kunci mobilku ada pada rara,aku pun berlari keluar dan melihat rara sudah pergi menggunakan mobilku
"ah bagaimana aku bisa pergi? Ucapku
tiba tiba edward datang, dan bertanya
"apakah rara membawa mobilmu?
"hem..
"kalau begitu biar aku mengantarm"ucapnya
ayo kita pergi"ajak edward.
Aku hanya mengangguk,tanpa menjawab aku sangat merasa gugup
"eh kalian mau kemana,ini kubawakan minuman"ucap brian
"kau saja yang habiskan"ucap edward langsung mengajakku pergi
.....
didalam mobil dalam perjalanan keadaan hening, edward hanya fokus menyetir.
lalu aku hanya memandangi luar jendela.
namun edward memulai permbicaraan
"bagaimana dengan adikkmu? Apa kamu sudah menghukumnya?
"ya, namun aku tak tahu setelah ini ia akan menyadari kesalahannya atau tidak.
Sesampainya dikantor, aku pamit pada edward, aku berjalan memasuki lobi kantor
melihat keramaian di receptionist membuatku mengerjit heran.aku menghampiri mereka
"ada apa ini"tanyaku
semua orang menoleh padaku, aku terkejut melihat orang tua adit ada disini,
"kau! Menantu kurang ajar! Kembalikan anakku! Ucap ibu adit sembari mengacungkan jarinya padaku
"sabaar bu, jangan terlalu emosi, kita bisa bicara baik baik" ucap bapak adit
"apa maksudnya? Kenapa kalian ada dikantorku?tanyaku baik baik.
"kau yang telah menculik anakku, adit dibawa oleh sekelompok penjahat,pasti itu perintahmu kan? Ucap ibu adit
aku terkejut,adit diculik?
"Plak" aku tersentak tiba tiba tangan ibu adit berayun dipipiku
"kembalikan anakku ,wanita mandul." hinanya
aku memegang pipiku,kemudian menatapnya,andai saj Dia bukan orang tua,aku akan membalas namparnya.
"dengar baik baik,aku tidak menculik mantan suamiku yang tega berkhianat menyelingkuhiku"
ibu adit melotot,ia tampak kesal aku membeberkan perselingkuhan anaknya
"annakku melakukan itu karena kamu tidak becus melayani suamimu,"jawabnya
"bukan aku yang tidak becus melayaninya,namun anakmu la yang tidak bisa cukup dengan satu wanita."ujarku membuatnya terdiam.
kalian cepat usir mereka"ucapku pada satpam
2satpam itu langsung buru buru mengusir mereka,ibu adit meronta ronta berteriak mencaciku
kemudian aku menyuruh yang lain untuk bubar,namun aku tak sengaja melihat mila "mila?"gumamku
ia hanya tersenyum mengejek,kemudian berbalik pergi.
namun belum sempat aku menyusulnya,ia buru buru pergi menaiki taksi.
lalu ku biarkan saja ia,