Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.33


PoV Mila


.....


Aku memasuki kamarku, dengan perasaan emosi kulempar semua barang dimeja riasku sembari berteriak kesal.


aku mencoba menenangkan diriku,pikiranku kacau teringat akan perkataan mbakku tadi


Sandiwara?apa maksudnya itu? Atau jangan jangan dia sudah mengetahui perselingkuhanku dengan suaminya


aku menggeleng cepat, "tidak- itu tidak mungkin !"


seandainya mbak dinda mengetahuinya,sudah pasti ia akan sangat marah dan akan mengusir adit namun sepertinya tidak ada tanda tanda perpisahan diantara mereka,


aku memejamkan mataku untuk berpikir keras, ah aku tahu! Mungkin saja itu hanya perangkap, sebab mbak dinda merasa cemburu akan kedekatanku dengan mas adit,


aku yakin !!! Oke aku tidak akan terjebak,aku akan terus berusaha mengambil simpati dan kepercayaan mbak dinda lagi


arg' menyebalkan..


"Mila ada apa? Kenapa kamarmu berantakan begini? Tanya adit ketika masuk kedalam kamarku


"mas! Ada sesuatu yang ingin kubicarakan! Aku menarik adit untuk duduk diujung ranjangku


"ada apa katakanlah?


apa ini tentang mbak mu? Tanya nya


aku menganggukan perkataannya" ya benar ini tentang mbak dinda,aku merasakan ada perubahan aneh dari sikapnya?


adit tampak memikirkan sesuatu


"dia sekarang berubah,dia mengabaikanku begitu saja,meskipun aku mengancam untuk menceraikannya" ucap adit


"apa? Cerai??apakah kamu sudah gila!


tanyaku dengan emosi


"kenapa? kok kamu terlihat marah sayang? Tanya adit


"coba kamu berpikir,kau itu belum sepenuhnya menguasai harta mbak dinda,rumah ini dan segala harta yang lain masih hak milik mbak dinda,jika kau bercerai padanya,apa yang kau dapatkan! Kau mau kembali menjadi miskin " jelasku


adit menghela nafas lalu memelukku


"tenangkan dirimu sayang, aku bisa menuntut pembagian harta bersama saat perceraian nanti termasuk rumah ini jelas ada hakku juga


"jelas adit


aku mendorongnya


"itu tak semudah yang kamu bayangkan adit,


aku mau semua hak kekayaanya menjadi milikku,perhiasan,rumah,mobil hingga barang barang branded dan ternama miliknya aku ingin merebutnya!


adit tersenyum sembari mengelus rambutku"tentu, semua itu akan menjadi milikmu,aku akan memberikannya padamu,asal kau tidak akan mengkhianati aku seumur hidupku!tanya adit


"tentu saja,tetapi jika kau berhasil.."kataku


aku tersenyum mendengarnya"baik untuk sekarang kita harus mengambil hati mbak dinda,dan kamu harus buat dia mencintaimu kembali


"apa itu penting? Tanya adit


"jelas itu penting,kau tidak boleh bercerai dengannya sebelum rencana kita berhasil untuk mengusirnya dari dunia ini


"baiklah aku akan mengikuti saranmu,


namun bolehkah aku memintanya hari ini " tanya adit dengan nafsunya


aku menyentuh tangannya yang diperban


"Arrgh! Rintihnya kesakitan


"lihatlah tanganmu saja masih belum sembuh,kau sabarlah mas Aku pasti akan melayanimu ketika kau sudah sembuh nanti.


kataku setengah tersenyum


aku mendorongnya keluar pintu


"keluarlah mas, selama mbak dinda cemburu kita harus berhati hati dalam bertemu,


"ucapku tegas


.....


detik demi menit ....


waktu pun berjalan ...


aku pergi kedapur ingin mengambil minuman,tak sengaja aku berpapasan dengan teman mbak dinda, aku mencoba untuk menyapanya dan tersenyum ramah


belum selesai aku menyapanya ia malah melewatiku begitu saja.


dia mengabaikanku apa apaan ini! Cih , tidak punya sopan santun.


aku begitu geram dengan sikapnya, aku adalah nona dirumah ini,kenapa ia terlalu berani bersikap seperti itu.


aku memanggilnya,namun lagi ia mengabaikanku dan kembali melangkah naik keatas


"Sial, aku pun mengejarnya dengan cepat tanganku mencengkram rambutnya


namun wanita itu tiba tiba menghindar sebelum aku menariknya. Membuatku hilang keseimbangan


"Aww "aku terguling jatuh dianak tangga,untung saja kepalaku tidak terbentur,hanya tanganku dan kakiku saja sepertinya terkilir.


"kau sengaja ya ingin membunuhku?teriakku pada wanita itu,


kemudian pelayan datang menolongku menuntunku kesofa lalu membawakan kotak p3k untuk mengobatiku,


namun ia hanya menatapku lalu pergi begitu saja.


tanganku mengEpal menahan sakit dan amarah,,


dari awal bertemu wanita sialan itu sudah menunjukkan ketidaksukaanya padaku,padahal aku sudah bersikap seramah mungkin padanya,lalu kenapa ia bersikap seakan tidak menyukaiku?