Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
bab.36


Beberapa menit kemudian, akhirnya kami sampai dirumah, terlihat adit berada diluar sepertinya menunggu kepulangan kami ah bukan lebih tepatnya mila,


"Mengapa lama sekali kalian pulang?ocehnya menyambut kami yang baru turun mobil


aku dan rara turun duluan, sedang adit langsung membukakan pintu untuk mila,


"kamu kenapa mila? Tanya adit terkejut melihat wajah mila, aku dan rara masuk duluan dan duduk disofa ruang tamu


"dinda, kenapa dengan mila,apa yang terjadi?tanya adit khawatir.


"dia menangis akibat ditolak edward! ucapku


"apa? Ditolak? kenapa? tanya adit


" iya dia langsung bilang sama edward bahwa dia menyukai edward dan mendekati edward.jelas saja edward malas dengan sikapnya.


.........


Akhirnya kabar bahagia datang juga


pengacaraku pak Nopri menelponku untuk bertemu dan ingin memberikan surat resmi perceraianku, kami bertemu di restoran kejora.


"selamat pagi pak nopri" sapaku


maaf sudah menunggu.


"oh tidak nona dinda saya juga baru sampai,


nona ini surat resmi perceraian anda dari pengadilan agama,


perceraian anda dan suami mungkin jalan terbaik yang anda pilih.


"Dinda,dari mana saja kamu? Tanya rara didalam kamarku


aku tersenyum menjawabnya


"hari ini aku telah menerima sesuatu yg berharga dan membuatku bahagia


"whatt? Pekik rara


Apa kamu dilamar oleh kakakku? Tanyanya dengan mata melebar..


"Tentu saja Bukan!! Aku memukul lengannya


aku menunjukkan amplop coklat," kau tahu apa ini?" tanyaku


rara meraih amplop itu dengan perasaan bingung, kemudian ia membukanya,ia begitu terkejut"ini sungguhan?serunya


aku mengangguk mengiyakan


dengan semangat rara berseru riah.


"ini baru kabar bahagia, aku juga sangat bahagia memdengarnya.


"sebelum kebahagiaan itu datang ada yang harus ku lakukan?"kataku serius


rara terdiam dan binggung


"maksudmu? Tanya rara


"aku harus mengubungi dua orang yg penting dan ku hormati.mereka harus hadir untuk menjadi saksi perceraianku


.....


Dua hari kemudian,aku sengaja tidak ke kantor,sebab aku menunggu kedatangan dua orang yang kutunggu,aku sengaja mengumpulkan mila dan adit duduk disofa ruang tamu


bel berbunyi, mengalihkan perhatianku,aku tersenyum penuh arti,lalu membuka pintunya.


"assalamualikum menantuku"ucap mertuaku


aku sengaja mengundang mertuaku kesini,untuk memberikan kejutan spesial anaknya


"waalaikum salam"ucapku menyalami mereka dengan takzim


"ibu bapak kalian sudah datang, silahkan masuk" ucapku mempersilahkan mereka masuk


"menantuku,kok kamu lama banget sih bukain pintunya,ibu jadi kepanasan loh! Oceh sang mertua sembari mengipas mukanya menggunakan tangan.


aku memerintahkan pelayan untuk membawa koper mereka,


tiba tiba adit mila dan rara datang menghampiri


"ibu bapak?? Ucap adit


ia berlari memeluk dan menyalami orangtua nya


"mbak kenapa mereka datang kesini,apa mbak yang mengundangnya? Ucap mila berbisik


aku mengabaikan pertanyaan mila


"Dinda,apa mereka orang tua adit? Tanya rara berbisik pula, aku mengangguk tersenyum


"ibu kok nggak ngabari adit dulu,kalau mau kesini,kan nanti bisa adit jemput "ucap adit


"ibu sengaja nggak ngabarin kamu biar jadi Kejutan! Kan kemarin lusa dinda menelpon ibu dan dia menyuruh kami kesini? Jawab ibu adit


aku hanya mengangguk


"ibu dan bapak buru buru kesini, dan kami naik travel, dan itu tolong kamu bayarin dulu travelnya sopirnya masih nungguin"kata bapak adit


adit pun panik,sebab ia tak punya uang,udah hampir sebulan ia tak kerja dan aku menyita Atm nya. Dan ku dengar dari mata mataku uangnya habis untuk membeli racun yang sudah habis dan top up game onlinenya.


aku pun memberikan uang kepada pelayan,untuk membayar travel orangtuanya adit.


"silahkan duduk bapak ibu,,"kataku


aku menyuruh pelayanku untuk membuatkan minuman untuk kami, namun mila menawarkan dirinya yang membuat minuman


"biar aku saja mbak, nanti mbak akan ku buatkan lemontea kesukaan mbak "tawarnya padaku


"baiklah yang hangat ya,"ujarku ramah.


ia mengangguk tersenyum dan pergi ke dapur.


" apa yang ingin kamu sampaikan pada bapak dan ibu wahai menantuku? ucap ibu adit


"oh tunggu ya bu, bentar lagi temanku akan datang, setelah itu aku akan bilang


aku mengambil ponsekku dan mengetik sms untuk seseorang


aku melirik rara,memberikan kode lirikan padanya,rara pun mengerti ia langsung pergi keatas.


"lihat anak kita pak,rumah gedongan, ada mobil dan banyak pembantunya, hidupnya enak tapi nggak ngajak-ajak kita"ucap ibu


adit tersenyum sembari melirikku


"bu-bukan begitu bu, ibu bapak kan harus jaga rumah dikampung "ucapnya tersenyum canggung.


"gitu aja repot, tinggal jual aja iya kan pak?


"ucap ibu melirik sang suami


"adit kan sudah membuatkan rumah mewah dikampung buk, sayanglah kalau dijual"ucap adit


"enak saja, dia pikir uang dari mana dia dapatkan kalau bukan dari aku" batin dinda


"kok melamun sih dinda" ucap bapak adit


"ngak pak , dinda teringat pekerjaan dikantor.


"loh biarkan suami mu saja yang bekerja,tugas istri itu dirumah layani suami dan melahirkan


kamu sudah hamil belum?oceh ibu ,


aku hanya menggeleng.


"nah kan, itu mangkanya kamu jangan kerja terus, ibumu ini aja setelah menikah langsung ngisi kok, kamu udah nikah sama anakku hampir 5tahun ngak ngisi ngisi apa jangan jangan kamu mandul ? cerocos ibu


melirik sinis padaku


sepedas apapun perkataanya dulu aku menganggapnya nasihat dan masih mengormatinya


namun sekarang untuk apa aku lakukan? Jika ia terus menerus mengejekku


"bersyukur aja buk, dinda juga nggak ada niat mau hamil anak dari adit" tuturku dingin


adit melirikku dan menatap tajam


"kenapa? Ngga boleh ngomong begitu dia suami kamu. Didik istrimu itu kok bicara asal aja?


adit mengiyakan perkataan ibunya


tak lama kemudian mila membawakan kami beberapa gelas minuman


"yang ini khusus untuk mbak lemontea hangat" ucapnya menaruh gelas didepanku


ibu adit melirik sinis mila,ya dia memang tak pernah suka pada mila,karena suaminya suka melirik centil pada mila pada waktu pertemuan kami sebelum menikah memang


buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kelakuan bapak dan anak sama saja sama sama mata keranjang


rara pun turun kembali membawa amplop cokelat ditangannya lalu ia menyerahkan padaku


"apa itu sayang? Tanya adit


melirik amplop coklat itu


"surat penting untuk orang tuamu" jawabku


"apa itu menantuku? Apakah itu surat sertifikat rumah atau tanah untuk kami? Ucap ibu antusias


aku menggeleng dan tersenyum


"mungkin lebih dari itu" ucapku


"apa si yang? Apa nggak bisa sekarang aja,


"ucap adit penasaran


"hem baiklah kalau begitu." ucapku serius