Suamiku Selingkuh Dengan Adikku

Suamiku Selingkuh Dengan Adikku
Bab.19


"Ternyata masih ada tikus berkeliaran dilingkungan rumah kamu


sebaiknya secepatnya kamu musnahkan,karena akan sangat berbahaya nantinya."ucap mas edward


"maafkan saya nyonya, tuan adit menyuruh saya untuk mengawasi nyonya dirumah ini selama tuan adit dirumah sakit,sa-saya takut jika tidak dia akan memecat saya nyonya


"jelasnya


apakah mereka tidak sadar bahwa aku pemilik rumah ini, bukan adit sialan itu


"nyonya tolong jangan pecat saya,saya hanya menuruti perintah tuan untuk mengawasi nyonya saja,saya tidak bermaksud untuk mengkhianati nyonya,saya mohon ampun nyonya,"mohon pak diman


"lalu mengapa kalian diam saja tanpa memberitahukan saya tentang perselingkuhan adit dan mila adikku?


pak diman membelalakkan mata saat mendengar pertanyaanku


"a-apa maksud nyonya,saya tidak tahu apa apa nyonya tentang mereka,"ucapnya


"sudah la tak perlu berakting seperti itu,saya sudah tahu semua...bukankah bapak juga mengetahuinya?


"sungguh nyonya saya berani bersumpah saya benar benar tidak mengetahui perselingkuhan tuan dan non mila,saya hanya menjalankan perintah tuan untuk mengawasi nyonya saja dirumah, selebihnya saya tak tahu apa apa? Jawabnya dengan jujur


aku menghela nafas, tiba tiba edward bertanya


"dinda,apa kamu yakin ingin memecat dia?


aku menoleh menatapnya


"bagaimana menurutmu mas?


"kalau begitu sebaiknya kamu tidak perlu memecat bapak ini,kemungkinan yang saya lihat,dia berkata jujur"jawab edward


"saya juga merasa begitu,tapi tetap saja saya sungguh kecewa


ini membuatku bingung.


"Dinda sebaiknya kamu pertahankan saja bapak ini, sebab dia bisa membantumu untuk menipu adit,agar mereka tidak curiga padamu"sarannya


aku menarik nafas pelan,


"baiklah saya akan mengikuti saranmu"


"baiklah pak diman saya beri bapak kesempatan yang terakhir asal bapak mau menuruti perintah saya


dan jika bapak masih mengkhianati saya,saya akan buat keluarga bapak menderita "ancamku


"terima kasih nyonya terima kasih banyak


saya berjanji saya tidak akan mengkhianati nyonya lagi ,, dan melakukan perintah nyonya"jawab pak diman


Aku mengangguk tersenyum


"baiklah bapak boleh pergi.lanjutkan pekerjaan bapak


.....


aku menghela nafas sembari duduk bersandar disofa kulirik edward yang duduk tak jauh dariku


"terima kasih telah memberi saran padaku"


tuturmu


"sama sama,kamu tidak perlu risau karna saya akan membantumu


"apakah kamu lapar mas ? Tanyaku


"sedikit merasakan lapar!! Kata edward


"oke kamu tunggu bentar,akan kupanggilkan bi surti dulu.


aku beranjak pergi kedapur


setelah memanggil bi surti dan meminta tolong membuatkan kami makanan dan minuman,aku segera menemui edward kembali. Dia menatapku sambil tersenyum manis,ntah apa yang ia pikirkan aku tak tau


"mas kenapa kamu akhir akhir ini selalu tersenyum? Padahal setahuku


saat dikuliah dulu dan dikantor kamu selalu bersikap dingin! Tanyaku heran


"mungkin karena ada seseorang yang melukis warna duniaku " ucapnya


"oh benarkah dasar simulut gula,kali ini aku tak mau termakan gombalan"gerutuku


"mulut gula?


"iya!ucapan di Bibir mu itu semanis gula"ejekku


"apakah kamu ingin memastikan dan merasakan bibir gula ini?ucap edward.


spontan aku tersedak dan melirik tajam padanya


"dasar bibir mesum? Ucapku


tiba tiba bi surti datang membawa makanan dan minuman


"lebih baik kamu segera habiskan makanan dan minuman ini,


"ini masih panas, nggak mungkin saya bisa menghabiskannya


"pelan pelan dong..


dia hanya tersenyum dan melanjutkan makannya


aku meraih minuman di gelas dan meneguknya, bercanda edward sunghuh berbahaya,aku tidak boleh terbawa perasaan. Detik kemudian kami menyantap makanan kami dengan tenang