
Alice dan Hendra telah keluar dari rumah makan tersebut dan bersiap masuk ke mobil untuk pulang ke rumah.
Fernando ingin mengikuti mereka tapi tak punya kendaraan. Dia akhirnya buru-buru menyetop orang yang membawa sepeda motor, namun yang berhenti hanya satu yaitu ojol.
"Bang, gue minta tolong ikuti mobil berwarna hitam itu ya!" ucap Fernando dengan tergesa-gesa.
"Baik Bang, tapi jangan lupa bayar ya!" ucap abang-abang ojol.
Abang ojol langsung tancap gas setelah Fernando memakai helm dan naik ke motornya.
"Bang jangan terlalu dekat Bang, nanti ketahuan!" ucap Fernando memberikan peringatan.
"Lagi memergoki pacarnya selingkuh ya Mas?" tanya abang ojol yang jahil.
"Udah lo diam aja Bang, ntar gak gue bayar nih kalau lo bawel!" ancam Fernnado.
Beberapa menit kemudian, Fernando akhirnya sampai di rumah Alice. Terlihat Hendra yang keluar lebih dulu untuk membuka gerbang rumahnya. Setelah mobil masuk ke halaman rumah, Hendra kembali menutup gerbang rumahnya.
"Owh ternyata ini toh rumahnya, sekarang gue tahu apa yang terjadi sebenarnya!" ucap Fernando mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa turun dari motor bang ojol.
"Gimana nih Bang? masih mau di antar enggak?" tanya Abang ojol yang bingung.
"Gak usah, sampai sini aja. Berapa?" tanya Fernando.
"Ya 30 ribu aja Mas!" ucap Abang ojol.
Fernando mengeluarkan uang yang dia pungut tadi dan memberikan abang ojol uang 50 ribuan.
"Kembaliannya buat saya bang?" tanya abang ojol penuh harap.
"Enak aja, gue lagi pegang uang dikit nih!" ucap Fernando.
Abang ojol memberikan sisa uang Fernando, berharap di berikan tips tapi ternyata semuanya Zonk.
"Makasih bang ya," ucap Fernando setelah mengembalikan helmnya.
"Iya!" sahut abang ojol lalu pergi meninggalkan Fernando.
Fernando sekarang bingung untuk mencari tempat tinggal. Alhasil dia hanya luntang lantung di jalanan.
"Sial, kenapa gue gak minta tempat tinggal sama bos baru aja sih? b0doh banget emang gue!" ucap Fernando kesal.
Beberapa menit berjalan Fernando merasa sedikit lelah. Dia gak tahu harus kemana lagi.
"Lo gue cariin kemana-mana malah di sini!" ucap seorang wanita menepuk bahunya dadi belakang.
Fernando merasa suara wanita tersebut seperti familiar, ya benar, sesuai dugaan dia adalah Rebecca. Fernando membalikkan badannya dan terkejut melihat keberadaan Rebecca.
"Lo kok kayak hantu sih? tiba-tiba muncul, bikin merinding tahu!" ucap Fernando.
"Di cariin Bos, lebih baik lo pulang sekarang!" ucap Rebecca.
"Pulang pakai apa? motor gak punya, tempat tinggal gak punya, uang juga gue gak punya!" kata Fernando mengeluh dengan keadaannya.
"Justru itu, lo di suruh pulang untuk menerima beberapa fasilitas. Agar lo gak ilang seperti ini, dan Bos juga lebih gampang cari lo!" ucap Rebecca dengan raut wajah yang mulai kesal.
"Ya selow dong ngomongnya, mukanya juga biasa aja. Galak banget jadi cewek," ucap Fernando kembali mengejek Rebecca.
"Sekali lagi lo bicara, mulut lo gue potong!" ancam Rebecca.
Rebecca pun membawa Fernando kembali pulang ke rumah Angel. Dia membawa Fernando ke hadapan Angel.
Angel tampak duduk dengan kaki di silang. Dia tampak kesal karena Fernando menghilang tiba-tiba.
"Ambil semua fasilitas lo, biar gue gak susah cari lo!" ucap Angel yang telah menyediakan satu handphone dan dua buah kunci di antaranya kunci rumah dan juga kunci motor.
"Beneran ini?" tanya Fernando yang masih tak percaya.
"Baik, terimakasih Bos!" ucap Fernando sambil mengambil fasilitas yang di berikan oleh Angel.
"Ya, tugas lo sekarang adalah awasi gerak gerik Naila. Kalau dia sampai bertemu dengan Angkasa segera foto mereka. Ambil gambar yang mampu membuat orang-orang salah paham tentang mereka!".
Angel memberikan perintah pertamanya kepada Fernando.
"Baik Bos!" ucap Fernando.
"Oke, lo bisa pergi!" ucap Angel.
Fernando pun pergi dari tempat Angel dan mulai menyusun rencana untuk mengawasi Naila. Lagipula Fernando juga penasaran dengan kehidupan mantan kekasihnya.
"Nona, apa orang itu bisa di percaya?" tanya Rebecca yang tampak ragu dengan Fernando.
Di lihat dari gerak-geriknya saja Rebecca sudah tak percaya kalau pria itu bisa melakukan tugas dengan baik.
"Kita lihat saja nanti. Aku yakin, dia pasti bisa melakukannya meskipun ujung-ujungnya ketahuan. Aku akan melemparkan semua kesalahan kepadanya dengan mengandalkan balas dendam kepada mantan kekasih," ucap Angel tersenyum sinis.
...***...
Hari ini Almira datang ke perusahaan untuk melihat keadaan Angkasa. Karena akhir-akhir ini Angkasa jarang pulang dengan alasan banyak kerjaan.
Almira tahu jika Angkasa sedang menghindarinya, dia juga tahu anak satu-satunya masih sangat menyayanginya.
"Selamat sore Bu!" sapa para karyawan yang berlalu lalang bertemu dengan Almira.
Almira hanya membalas dengan senyuman ramahnya. Almira sudah sampai di depan ruangan Angkasa, namun dia mendengar sebuah perbincangan antara Angkasa dan Kelvin.
"Bagaimana menurutmu? apakah aku masih bisa balikan dengan Naila?" tanya Angkasa kepada Kelvin.
"Saya sendiri ragu Angkasa. Naila tidak seperti wanita pada umumnya, menurut pandangan saya dari cerita yang saya dengar. Naila sepertinya sangat peduli dengan harga dirinya, dia tidak akan balikan dengan kamu sebelum kamu memutuskan pertunangan," ucap Kelvin.
"Ya aku pasti akan memutuskan pertunangan ini. Aku bisa janji dengannya jika aku tidak akan melanjutkan pertunangan dengan Angel sampai menikah," ucap Angkasa yang hampir menyerah namun tak ingin menyerah.
"Saya tahu, tapi jika kamu bersikap seperti ini terkesan kamu tidak menjadi pria yang dewasa. Meskipun kamu sudah memutuskan hubungan dengan Angel, Naila mungkin masih saja belum mau balikan dengan kamu. Dia pasti akan berfikir lagi untuk balik denganmu," ucap Kelvin.
Angkasa semakin bingung, baginya cinta itu lebih sulit dari pelajaran matematika yang di dapatkannya waktu sekolah.
"Kenapa? bukannya aku sudah memutuskan hubungan dengan Angel?" tanya Angkasa lagi.
"Benar! akan tetapi wanita jika sudah memulai suatu hubungan dia akan mengedepankan hati daripada logikanya. Untuk meminimalisir sakit hati, dia akan mencari pasangan yang tepat. Sedangkan kamu?"
"Aku kenapa?" tanya Angkasa bingung.
Bagi Angkasa, dirinya sangat sempurna. Memiliki harta, tampan dan juga mencintai Naila dengan tulus.
"Pertama, kamu sudah pernah mengkhianati cinta Naila. Yang kedua, jika Naila kembali menjalin hubungan dengan kamu setelah pertunangan kamu dengan Angel selesai otomatis banyak fitnah yang muncul ke arah Naila. Apa kamu akan membiarkan wanita yang kamu sayangi di fitnah? di sakiti oleh orang lain?" tanya Kelvin.
"Aku bisa melindunginya! aku tidak kekurangan uang menyewa orang untuk melindunginya. Kenapa kamu begitu mengkhawatirkan itu?"
"Masalahnya tidak terletak pada uang, melainkan apakah Naila masih mau perlindunganmu? sedangkan kamu sendiri yang membuat Naila terkena rumor itu? bukankah dia berhak untuk membencimu atas hal itu?" ujar Kelvin yang masih berdebat dengan Angkasa.
Hal ini di lakukannya agar Angkasa lebih mengerti tentang cinta. Tidak hanya pintar dalam bidang pelajaran dan mengurus perusahaan saja.
"Kamu ada benarnya juga, lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Angkasa yang sudah mulai bingung.
"Perlahan-lahan kamu dekati Naila tapi jangan sampai dia terpaksa. Jika dia suruh kamu menjauh, maka menjauhlah. Dan satu hal lagi, sepertinya kamu harus segera memutuskan hubungan dengan Angel sebelum Angel berulah kepada Naila!" kata Kelvin memberikan beberapa solusi kepada sahabat sekaligus bos di kantor.
"Nanti aku bicara lagi deh sama Mama masalah pertunangan aku sama Angel. Jujur aku pusing sekali Vin," ujar Angkasa sambil menggenggam kepalanya dengan kedua tangannya.
Sedangkan di luaran sana, Almira masih tetap menguping pembicaraan Angkasa. Dia baru sadar ternyata Angkasa sepusing ini untuk menghadapi pertunangannya dengan Angel. Almira juga merasa bersalah karena telah membuat masalah untuk masalah percintaan anaknya.
Almira memutuskan untuk pulang, dan mencoba mencari tahu kontak sosmed Naila. Almira ingin bertemu dengan Naila dan menjelaskan semuanya.