
"itu..., itu kan kakak, kakak..." ucap chen sambil berlari menuju arahnya. " kakak, kakak kau baik baik saja kan, kau tidak terluka kak, kakak ayo jawab " ucap chen dengan tergesa gesa. " kenapa kau kemari ?" tanya wuxi. " aku, aku hanya khawatir dengan kakak " jawab chen. " khawatir, khawatir setelah membuatku terpojok lalu kau mengkhawatirkanku ?" ucap wuxi. " tidak kak aku tidak pernah melakukan itu padamu, karena kau temanku aku tidak pernah...." ucap chen. " tidak pernah, sekarang kau pergi dari sini, pergi" ucal wuxi. " tidak kak jika aku pergi bagaimana aku bisa menjagamu kak " ucap chen dengan penuh khawatir. "pergi, kau pergi dari sini " ucap wuxi. tanpa sadar wuxi kemudian pingsan tergeletak di tanah " kakak, kakak..." . lalu chen dengan tubuk kecilnya memapah wuxi ke bawah pohon, chen terluka dibagian kaki karena tidak sengaja tergores ranting kayu yang tergelatak dibawah, namun ia tidak peduli chen petap memapahnya.
keesokan harinya chen tertidur lelap karena menjaga wuxi semalaman, wuxi bangun, ia menyadari bahwa chen berada di sebelahnya wuxi tersenyum sambil mengucapkan "terima kasih, teman " , tiba tiba salahseorang dari prajurit menemukan mereka, ia lalu membawa mereka menuju istana. " pangeran, pangeran kau baik baik saja ?" tanya prajurit tersebut. " aku baik baik saja, prajuri bawa dia, dia terluka " jawab wuxi. "
ketika sampai diistana mereka membawa chen menuju kamarnya, chen tertidur selama setengah hari, ketika chen bangun ia melihat wuxi tertidur di sampingnya " kakak, ia tertidur pasti kakak lelah" ucap chen, tiba- tiba wuxi bangun " chen kau sudah bangun, kau baik- baik saja? " tanya wuxi. " a,aku baik- baik saja kakak, terima kasih dan maaf karena aku kakak kemarin... " jawab chen. " tidak perlu, kita adalah teman tidak ada kata maaf atau terima kasih dalam berteman " ucap wuxi
keesokan harinya chen melihat temanya sedang berlatih di taman belakanv chen ingin menemuinya tapi chen takut ia marah, kemudian chen menemuinya dengan ragu. " permisi, che..chen, chen kesini untuk..." ucap chen dengan ragu. " kenapa kau ragu? apa kau takut jika kakak.." tanya wuxi. " chen, che. takut jika kakak marah pada chen, chen takut jika kejadian kemarin terjadi lagi, chen.. chen takut jika kakak menjauh dari chen lagi, chen takut..." jawab chen dengan terburu buru juga ragu. " tidak , kakak tidak akan marah pada chen lagi, kejadian kemarin tidak akan terjadi lagi, kakak tidak akan menjauh lagi dari teman kakak" ucap wuxi. " sungguh, teman? " tanya chen. " ya teman, sebagai teman tidak ada kata takut terhadap teman lainya, chen kesini ada perlu apa? " tanya wuxi. " chen kemari untuk bermain dengan kakak " jawab chen. " tapi jika kakak tidak berlatih kakak , ayah kakak akan menghukum kakak" ucap wuxi. " bagaimana jika chen berlatih memanah bersama kakak ?" tanya chen. " kau sudah hebat dalam memanah, bahkan kau lebih hebat dari kakak" jawab wuxi. " baiklah, bagaimana jika chen berlatih menggunakan pedang bersama kakak? " tanya chen. " chen, kau perempuan tidak pantas jika perempuan berlatih menggunakan pedang " jawab wuxi. "tapi chen ingin menemani kakak jika kakak berperang" ucal chen. " tapi, kakak tidak ingin teman kakak terluka" ucap wuxi. " baiklah, kakak hanya ingin jika chen bermain bersama kakak" ucap wuxi " baiklah, kau boleh berlatih menggunakan pedang" ucap wuxi. " sungguh, terima kasih" ucap chen. " kau sungguh wanita yang berbeda" ucap wuxi dalam hati. merekapun berlati menggunakan pedang ternyata chen belajar dengan sangat cepat itu membuat guru wuxi terpukau.