Reinkarnasi Cinta

Reinkarnasi Cinta
Episode 46


Di negara Y, Ruby telah mendapat informasi semua tentang situasi yang populer akhir-akhir ini di kampus. Dia juga sama seperti yang lainnya, tidak pernah berfikir kalau Angkasa adalah pria misterius yang di kagumi oleh banyak orang.


Ruby melihat kemajuan Naila saat dia tidak berada di sana. Saat ini rasa iri yang telah lama hilang kembali muncul. Dan perasaan marah pun kembali muncul, terlebih lagi keinginan untuk merebut semua milik Naila muncul secara tiba-tiba.


"Tunggu saja kamu Naila, semuanya akan ku rampas," ucap Ruby.


Tiba-tiba dari belakang, suaminya memeluknya dengan kelembutan.


"Oh, apakah kamu memperhatikan pria lain?" tanya Michael yang mulai menaruh rasa cemburu.


"Tidak, mereka temanku! Wanita ini dulu sangat sombong dan terus-terusan menyiksaku di kampus. Aku hanya iri dia belum mendapat karma," kata Ruby dengan raut wajah yang sedih.


"Apa? dia benar-benar keterlaluan. Apakah perlu bantuanku?" tanya Michael.


'Nah ini yang aku tunggu!' batin Ruby senang.


"Bagaimana caranya? ayahnya adalah seorang pengusaha yang terkenal nomor dua di negara C,"


"Tidak masalah! selama aku berhubungan baik dengan Tuan Yuda, mau dia nomor 2 atau nomor 3 tidak akan menjadi masalah," sahut Michael menenangkan istrinya.


"Terimakasih sayang, kamu memang yang paling baik!" kata Michael.


"Oke, kalau begitu besok aku akan langsung terbang ke negara C. Kamu harus bisa jaga diri di sini ya," kata Michael dengan perhatian yang lembut.


"Terimakasih sayang," sahut Ruby.


'Awalnya aku kira akan lama menaklukkan pria tua ini tapi rupanya tanya sedikit kelembutan aku berhasil memanfaatkan cintanya. Aku tidak akan membiarkan Naila lebih unggul daripada aku,' batin Ruby.


2 minggu kemudian....


Hari ini, Tasya datang ke kampus dengan perasaan senang yang belum pernah di rasakannya. Dia berjalan seperti sang ratu yang akan memerintah kerajaan. Di antar jemput oleh sopir dengan menggunakan mobil mewah, selain itu juga tinggal di apartemen yang mewah. Itu semua adalah impian Tasya.


Tasya melihat kerumunan di depan gerbang kampus. Saat mereka berbalik ke arahnya, Tasya mengira itu karena dia di antar menggunakan mobil yang sangat mewah, sehingga mereka merasa iri dengannya.


"Itu dia orangnya!" teriak salah satu wanita yang ada dalam kerumunan tersebut.


Orang-orang berjalan ke arahnya, namun tidak dengan ekspresi senang melainkan raut wajah yang kesal dan sangat marah.


'Begitu cepat mereka iri denganku?' batin Tasya senang.


"Hei kamu yang menggoda Tuan kami ya?" tanya seorang wanita dengan raut wajah yang sangat kesal.


Beberapa detik setelah wanita tersebut berteriak, seorang wanita datang dari tengah kerumunan tersebut. Orang yang berkerumun memberinya jalan untuk maju ke depan, tepatnya ke arah Tasya.


Terlihat pakaian yang di gunakannya sangat mewah dan merupakan barang-barang bermerek.


"Ternyata kamu wanita yang menggoda suami saya? dan membawa lari uang suami saya?" tanya wanita itu.


"Kamu siapa? jangan menebar fitnah ya! saya wanita baik-baik!" sahut Tasya dengan gugup.


Tasya melihat teman kampusnya menonton dirinya yang sedang berdebat dengan wanita tersebut. Dia berusaha membela dirinya agar nantinya tidak malu saat bertemu teman-temannya.


'Siapa wanita ini? istrinya Jean atau Ranza?' tanya Tasya dalam hati.


"Jangan banyak bicara lagi! Kamu pilih, mau di bawa seperti apa? saya kasih dua pilihan. Pertama di seret oleh orang-orang saya, kedua kamu merangkak masuk ke mobil saya!" kata wanita tersebut memberikan dua pilihan untuk Tasya.


Tentu saja Tasya tidak terima, dia menolak dengan keras ,"atas dasar apa kamu membawa saya pergi? saya sedang kuliah di sini dan anda mengganggu saya. Kamu mau saya laporin?".


'Wanita ini pasti diam-diam di kirim oleh Vania, mungkin saja dia menggunakan foto palsu,' pikir Tasya.


"Cepat jawab!" teriak wanita tersebut.


Wanita yang berusia sekitar 27 tahun itu terus melotot ke arah Tasya. Dia masih saja mengeluarkan ekspresi marahnya saat menatap Tasya.


"Perlihatkan saja! aku tidak takut, aku tahu kamu di kirim oleh Vania kan?" ujar Tasya.


Mahasiswa yang memperhatikan kerumunan tersebut berfikir bahwa itu masuk akal. Karena Tasya pernah membuat Vania merasa malu dan akhirnya membalas dendam. Mendengar nama tersebut tentu saja mereka menjadi panas.


"**Hei wanita! kamu telah membuat keributan di sini. Demi membalaskan dendam bos kalian, kalian rela menjadi budaknya?"


"Benar! pergi dari kampus kami!" teriak yang lainnya**.


'Tidak di sangka mereka akan membantuku untuk mengusir kakak ini,' batin Tasya.


"Apa yang kalian bicarakan? saya menjadi budak? saya ini Bos. Bahkan suami saya sendiri takut dengan saya. Namun wanita ini mempengaruhi suami saya dna mengajaknya berselingkuh. Apa kalian anak kuliahan mendukung pelakor ini hanya karena dia teman kalian?" teriak wanita tersebut panjang lebar.


"Kalau begitu coba buktikan bahwa teman kami ini pelakor!" teriak salah satu mahasiswa.


'Mampus, kalian tidak punya bukti kan sekarang,' batin Tasya sombong.


"Ini adalah beberapa bukti! kalian bisa melihatnya dengan mata kepala kalian sendiri!" ujar wanita tersebut melempar beberapa lembar foto.


Di foto tersebut terlihat Tasya yang sedang tidur dengan Ranza. Semua mahasiswa yang membela Tasya merasa tercengang melihat foto-foto itu.


"Bagaimana? jadi sekarang saya boleh membawa wanita ini kan?" ucap Wanita tersebut.


Semua mahasiswa yang tadinya ramai terdiam. Dan Tasya pun di seret oleh orang-orang tersebut. Para mahasiswa tak lagi berani ikut campur dengan masalah Tasya, mereka hanya bisa melihat Tasya di bawa pergi oleh wanita tersebut.


'Rasain! siapa suruh menjadi orang b0doh,' batin Vania tersenyum aneh yang melihat Tasya dari kejauhan.


3 hari yang lalu....


Saat itu Vania mengikuti mobil milik Tasya. Dari awal Vania merasa curiga dengan perubahan Tasya yang begitu cepat.


Vania terkejut karena Tasya tinggal di sebuah apartemen yang besar. Dia diam-diam memarkirkan mobilnya di dekat apartemen tersebut tanpa di curigai oleg Tasya.


Setelah berjam-jam menunggu, Tasya akhirnya keluar. Namun di sampingnya Vania melihat pria yang tidak asing yang berjalan bersama Tasya.


"Dia bukannya suami dari Kak Valen?" ucap Vania pada dirinya sendiri.


Valen adalah wanita yang telah menikah dengan pria yang saat itu berjalan dengan Tasya yang tak lain adalah Ranza. Valen mengambil alih perusahaan dan telah sukses untuk mewarisi semua harta kekayaan ayahnya. Namun karena rasa cintanya kepada Ranza, dia menikah dengan Ranza meskipun Ranza sangatlah miskin. Orang tuanya telah melarangnya namun Valen tetap kekeh dengan pilihannya. Jadi mau tak mau orang tuanya merestuinya dan merayakan pernikahan anak satu-satunya dengan meriah.


"Tidak sia-sia aku kemari!" kata Vania setelah mengambil beberapa foto mereka.


"Aku yakin! setelah Kak Valen melihat foto ini dia akan marah besar dan pastinya mendatangi Tasya untuk di permalukan. Tidak hanya itu, Kak Valen adalah wanita yang kejam. Meskipun sudah di permalukan Tasya sudah pasti akan di hukum olehnya," kata Vania sangat senang.


Vania bertemu dengan Valen saat dia menghadiri pernikahannya Valen bersama Vania. Orang tuanya Vania bekerja sama dengan orang tuanya Valen. Itu sebabnya dia sangat mengenal Valen.


Dengan membantu Valen, Vania tidak hanya bisa membalas dendam kepada Tasya. Tetapi juga melancarkan kerjasama ayahnya bersama perusahaan Valen.


"Ini di sebut dengan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui".