PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
TUJUH PULUH LIMA


Xuan Lan, Wang Yu Yan dan Jiang Yuan hanya tersenyum remeh. Tidak mungkin ayah mereka akan melakukan hal segila itu hanya karena masalah sepele. Mereka akan memilih menyelesaikan hal ini secara baik-baik dengan kaisar Xiao agar ia tidak memaksa para putrinya untuk menunjukkan bakat mereka.


•••


Malam harinya seluruh orang sudah kembali berkumpul di aula utama untuk melanjutkan malam puncak acara ulang tahun kaisar. Di malam ini para tamu undangan akan memberikan hadiah mereka untuk kaisar Xiao yang sedang berulang tahun. Tetapi sebelum acara penyerahan hadiah berlangsung akan ada seorang peramal yang akan meramal masa depan seluruh anggota keluarga kaisar yang sedang berulang tahun.


Peramal memulai ramalannya dari kaisar Xiao. Dipegangnya tangan kaisar Xiao sambil ia memejamkan matanya.


"Kesedihan, kehampaan, rasa bersalah dan penyesalan akan menjadi satu dalam dirimu entah cepat atau lambat" ucap peramal tadi menerawang masa depan kaisar Xiao.


"Kalau boleh Zhen tau, apa maksud semua itu?" tanya kaisar Xiao penasaran ditambah perasaannya yang tidak enak.


"Maaf yang mulia, hamba sudah membeberkan semuanya dengan sangat jelas, tidak ada teka-teki dalam ucapan hamba seperti peramal pada umumnya" ucap peramal tadi sopan karena memang hanya ia satu-satunya peramal yang jarang sekali memberikan teka-teki terhadap ramalannya jika ia sedang berhadapan langsung dengan para kaisar tetapi jika bukan kaisar yang ia hadapi maka ia akan memberikan teka-teki untuk orang yang diramalnya.


Ia lalu beralih ke permaisuri Juan.


"Gelap, merah, api menggelenyar ke seluruh tubuh" ucap peramal tadi sedikit bergetar.


"Maksudnya?" tanya permaisuri Juan bingung.


"Tidak bisa" ucap peramal tadi lalu ia berpindah ke sisi ibu suri.


Ia menggenggam tangan ibu suri dan memejamkan matanya.


"Anjing hitam" ucapnya sambil membuka mata.


Ibu suri menatap bingung pada peramal tadi. Ia ingin menanyakan maksudnya tetapi ia urungkan karena jawabannya pasti akan sama seperti jawaban yang sebelumnya.


Peramal tadi beralih ke arah putra mahkota Xiao Gui.


"Naik akan sulit turun sudah tidak mungkin" ucap peramal tadi lalu segera berpindah ke pangeran yang lainnya.


Ia berdiri di depan pangeran Zhan dan meramal masa depannya.


"Pohon bakau, lautan merah" ucapnya kemudian memandang pangeran Zhan penuh makna.


Pangeran Zhan sebenarnya bingung dengan tatapan itu tetapi ia menghiraukannya. Peramal lalu berpindah ke kursi milik Xiao Xi. Ia memegang tangan Xiao Xi tapi kemudian ia melepaskan lagi tangan itu dengan tiba-tiba membuat Xiao Xi dan yang lainnya terlonjak kaget.


"Maaf" ucap peramal tadi dan memegang tangan Xiao Xi lagi.


"Lorong gelap, tidak bisa kembali" ucapnya kemudian pergi begitu saja menghampiri Xuan Lan.


Ia menyentuh tangan itu dan menggenggamnya. Dahinya berkerut ketika ia mulai menutup matanya. Ia lalu membuka matanya.


"Siapa kau?" tanyanya.


"Xuan Lan" ucap Xuan Lan sambil tersenyum karena ia tau peramal ini tidak mungkin bisa meramalnya.


"Kau bukan berasal dari sini" bisik peramal tadi.


"Ya, kau benar. Cobalah kau beritau hal ini kepada kaisar Xiao, aku sudah mengatakannya tetapi ia tidak percaya" balas Xuan Lan sambil berbisik.


"Tidak bisa, ini sangat berbahaya jika aku mengatakannya disini" bisik peramal itu lagi.


"Terserah" ucap Xuan Lan malas lalu menarik tangannya begitu saja.


Orang-orang dibuat bingung karena peramal tadi dan Xuan Lan terus saja berbisik-bisik dan Xuan Lan yang melepaskan tangannya dari genggaman peramal itu secara tiba-tiba. Mereka ingin tau masa depan Xuan Lan tapi peramal itu masih diam saja.


"Bagaimana dengan masa depan putri Xuan Lan?" tanya kaisar Xiao.


Peramal itu membalikkan tubuhnya menghadap kaisar Xiao lalu menunduk hormat.


"Maaf kaisar Xiao, bukan niat hamba ingin menyembunyikan apapun tetapi hamba tidak bisa mengatakan apapun tentang putri Xuan Lan"


"Mengapa?" tanya kaisar Xiao.


Xuan Lan tidak menyangka jika peramal itu akan menutupi identitasnya yang sebenarnya kepada orang-orang disini. Kenapa ia tak memberitau saja jika ia tidak bisa membaca masa depan Xuan Lan karena ia bukan berasal dari masa ini? pikir Xuan Lan saat itu.


Tetapi ia kembali berpikir jika peramal ini mengatakan ia tidak bisa melihat masa depan Xuan Lan maka ia tidak akan dipercaya lagi menjadi peramal para kaisar di masa depan.


Tetapi sebenarnya peramal itu tidak mau memberitahukan kebenarannya adalah karena ini masih belum saatnya. Akan tiba dimana semua orang tau jika Xuan Lan memang bukan berasal dari masa ini.


Orang-orang memandang kecewa pada Xuan Lan dan peramal yang merahasiakan masa depan Xuan Lan. Meskipun nantinya mereka tidak tau apa arti dari ramalan itu setidaknya mereka bisa mendengar teka-tekinya.


Setelah acara ramalan itu sekarang giliran kaisar Xiao akan menerima hadiah dari para tamu kekaisaran. Pemberian hadiah ulang tahun ini dimulai dari kekaisaran Zhong, kekaisaran Tang, kekaisaran Wang, kekaisaran Li dan yang terakhir adalah dari kekaisaran Xiao sendiri.


Kaisar Zhong memberi hadiah berupa beberapa ramuan herbal yang berguna untuk menjaga imunitas tubuh. Ia juga memberikan ginseng merah kepada kaisar Xiao.


Kaisar Tang tentu saja memberi beberapa kekayaan alam yang dimiliki tanahnya yang berupa sabuk yang terbuat dari emas serta ada beberapa permata dan berlian yang menjadi hiasannya.


Kaisar Wang memberi hadiah berupa baju zirah dengan kualitas yang sangat baik dan tentu saja diberi sedikit berlian di bagian tertentu. Wang Yu Yan kemudian maju memberikan hadiahnya untuk kaisar Xiao.


"Karena paman kaisar adalah ayah dari sahabatku maka aku akan memberikan hadiah yang istimewa" ucap Wang Yu Yan.


"Benarkah? Apa itu?" tanya kaisar Xiao penasaran.


Wang Yu Yan kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik hanfunya. Ia memberikan sebuah permata delima yang sangat langka kepada kaisar Xiao.


"Ini permata delima?" tanya kaisar Xiao.


"Iya, itu khusus untuk kaisar Xiao" ucap Wang Yu Yan sambil tersenyum manis.


"Terimakasih karena hadiah putri" ucap kaisar Xiao yang hanya dibalas anggukan oleh Wang Yu Yan.


Xuan Lan hanya melihat Wang Yu Yan dengan malas. Yu Yan bahkan mendapatkan permata delima itu dari ruang dimensi Xuan Lan. Wang Yu Yan kemudian menoleh ke arah Xuan Lan dan mengedipkan salah satu matanya sambil mengangkat salah satu jempolnya.


Selanjutnya kaisar Li memberikan hadiah berupa sebilah pedang samurai yang ia dapatkan dari temannya yang berasal dari Jepang. Pedang itu memang masih asing jika berada di daratan mereka.


Tibalah saatnya anggota keluarga kekaisaran Xiao yang memberikan hadiah mereka kepada kaisar Xiao.


Permaisuri Juan memberi hadiah berupa ramuan herbal awet muda kepada kaisar Xiao dan tidak lupa dengan berbagai ucapan manis yang keluar dari mulutnya.


Putra mahkota memberi hadiah berupa belati kecil yang ujungnya memiliki ukiran yang sangat indah kepada kaisar Xiao. Belati itu bisa disimpan dibalik pakaian dan bisa berguna jika dalam keadaan darurat.


Xiao Xi memberi hadiah berupa seruling ajaib yang ia dapatkan dari tempat pelelangan. Ia merogoh kocek yang sangat dalam untuk mendapatkan seruling itu.


Kini giliran Xuan Lan yang maju. Ia bahkan tidak membawa apapun di tangannya.


"Kaisar Xiao" panggil Xuan Lan.


"Aku tidak memiliki apapun untuk diberikan kepadamu karena kau tau aku tidak memiliki uang sama sekali. Tapi aku akan memberikan hadiah yang paling berkesan untukmu selama kau hidup di dunia ini" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.


"Aku tau kau menginginkan kehadiran sesuatu disini tetapi mereka tidak mau datang kemari. Aku akan mengabulkannya untukmu" ucap Xuan Lan sambil tersenyum misterius.


Kaisar Xiao melihat Xuan Lan yang sedang berbicara itu sedikit terkejut. Bagaimana Xuan Lan tau jika ia mengharapkan kehadiran sesuatu di acara ulang tahunnya.


Tangan Xuan Lan kemudian bersatu dan timbulah suara.


prok prok


"Tigers!" ucap Xuan Lan.


•••


maafin ya othor gabisa buat teka-teki tentang ramalan-ramalan gitu, itu semua cuma ngawur apa yang ada di pikiran author.


likesnya yang crazy up ko ga sebanyak biasanya ya :((